Menanamkan Growth Mindset Dibandingkan Fixed Mindset Kepada Siswa - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, November 29

Menanamkan Growth Mindset Dibandingkan Fixed Mindset Kepada Siswa

Dalam dunia pendidikan tentu kita mengenal istilah pedagogi. Waktu saya kuliah di fakultas pendidikan, dosen mengajarkan tentang konsep dasar pedagogi. Pedagogi adalah pada dasarnya ilmu tentang bagaimana melakukan pembelajaran kepada anak dari awal sampai akhir.

Seorang guru penting memahami pedagogi sebelum masuk ke lingkungan sekolah karena jika tidak ia akan marah-marah saat melihat kelakuan anak yang bervariatif dan kadang menjengkelkan.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel yang memuat tentang perbedaan antara growth mindset dan fixed mindset. Saya tertarik lalu membaca perlahan dan di pikiran saya saat itu adalah materi ini akan saya sampaikan ke siswa di kelas.

Fixed mindset adalah sebuah pola pikir statis dimana seseorang sudah merasa nyaman dengan kemampuannya sehingga ia tidak merasa ingin lagi menambah dan mengupgrade ilmunya. Ia sudah terjebak dalam kondisi yang "sudah bisa semuanya". Dia merasa sudah puas dengan level tersebut meski levelnya masih dangkal secara teori misalnya.

Sementara itu growth mindset adalah pola pikir kebalikan dari fixed mindset. Seseorang akan terus berusaha berjuang memperbaiki sesuatu meski ia tahu bahwa itu berat. Growth mindset akan membuat seseorang terus berusaha sampai titik darah terakhir.

Dalam sebua penelitian (lupa nama jurnalnya) diketahui bahwa kelompok yang memiliki growth mindset di akhir eksperimen justru memiliki nilai atau kemampuan yang lebih baik daripada kelompok yang fixed mindset.

Hal ini membuktikan bahwa kegigihan, melawan rasa malas, daya juang dapat merubah takdir seseorang. 

Seseorang hanya perlu berusaha untuk sabar dan terus saja berlatih meskipun tidak tahu kapan ia akan bisa. Batu yang keras pun jika ditetesi air selama betahun tahun pasti akan mengalami erosi.

Itu pula yang terjadi pada manusia. Siswa tidak hanya dibekali pengetahuan kognitif namun harus memahami prinsip, filosofi hidup dan mengapa sebenarnya ia harus belajar?. Apakah hanya untuk mendapatkan angka nilai semata?.

Jadi sebagai guru dan orang tua, kiranya perlu kita tanamkan growth mindset baik di rumah maupun di sekolah agar anak terus menerus berusaha untuk memperbaiki diri dan berjuang mendapatkan ilmu untuk dapat bertahan hidup di era dengan kompleksitas tinggi saat ini.

Agnas Setiawan. Guru Geografi Indonesia.

Share with your friends

Yuk, berkomentar di blog ini!.

Maaf, komentar spam, link, ujaran kebencian tidak akan dipublish.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close