Kondisi Morfologi Perairan Indonesia

- February 08, 2017
Pengetahuan tentang topografi dasar laut dapat diketahui dari ekplorasi dan pemetaan dasar alut secara sederhana yaitu berupa pengukuran kedalaman lautan dengan mengulur tali atau kabel dengan diberi bandul pemberat ke dalam laut sehingga menyentuh dasar laut.

Pengetahuan tentang hal ini baru mengalami kemajuan setelah ditemukan alat gema Echo Sounder. Prinsip kerja nya adalah dengan metode perambatan dan pemantulan bunyi dalma air. Gelombang bunyi dipancarkan dari kapal laut dan merambat dengan kecepatan 1.600 m/detik hingga menyentuh dsar lautan. Lalu gema dipantulkan dan ditangkap kembali oleh sensor di kapal Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan bolak-balik diterjemahkan menjadi kedalaman lautan.

Menurut kedalaman lautannya, perairan Indonesia dibagi mejadi dua teritorial yaitu:
1. Perairan dangkal berupa paparan atau shelf
Merupakan zona laut terhitung mulai dari garis muka air laut terendah hingga kedalaman sekitar 200 m yang kemudian biasanya disusul dengan lereng yang lebih curam ke arah laut dalam. Di Indonesia terdapat dua paparan luas yaitu Paparan Sunda di sebelah darat dan Paparan Sahul di bagian timur.
Paparan Sunda merupakan paparan benua (Continental shelf) yang terluas di dunia. Paparan ini menghubungkan Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dengan daratan Asia yang meliputi Laut Cina, Teluk Thailand, Selat Malaka dan Laut Jawa. Paparan ini juga merupakan daratan utuh yang menyatu dengan Jawa, Kalimantan, Sumatera dan daratan Asia. 

Hal in idapat dibuktikan dengan adanya rekam jejak dua sistem aliran sungai yang kini berada di dasar lautan yaitu Sungai Sunda Utara dengan hulu di Sumatera dan Kalimantan serta bermuara di Laut Cina dan yang keuda Sungai Sunda selatan dengan daerah hulu di Jawa, Kalimantan Selatan serta bermuara di Selat Makassar.

Paparan Arafura atau Sahul terletak di sebelah utara Australia, dan disebut juga Paparan Asutralia Utara.
Kondisi Morfologi Perairan Indonesia
Morfologi Lautan Indonesia
2. Perairan Laut Dalam
Berlokasi diantara keuda paparan dengan topografi yang kompleks seperti adanya basin dan palung. Bentukkan berupa basin dan palung tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
a. Kelompok Basin dan Palung Maluku
- Basin Morotai
- Basin Bacan
- Basin Mangole
- Basin Gorontalo
- Basin Ternate
b. Kelompok Basin dan Palung Banda
- Basin Buru
- Banda Utara
- Basin Banda Selatan
- Basin Manipa
- Basin Ambalau
- Basin Aru
- Basin Flores
- Basin Sawu
- Basin Wetar
- Palung Weber
- Palung Butung 

Gambar: https://upload.wikimedia.org
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search