Menghitung Iklim Schmidt-Ferguson

- February 08, 2017
Klasifikasi iklim bermacam-macam dan salah satu model yang banyak digunakan di Indonesia adalah Iklim Schmidt-Ferguson. Mereka menggolongkan iklim dengan indikator utama bulan basah-bulan lembab-bulan kering. Klasifikasi ini dikembangkan pada 1950 oleh kedua ahli meteorologi tersebut. Mereka membuat klasifikasi khusus tentang iklim di Indonesia karena klasifikasi Koppen, Thornwaite dan Oldemen dirasa tidak cocok digunakan di Indonesia. Baca juga: Ini lho, jenis-jenis gumuk pasir di dunia

Indikator yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan kering dan bulan basah adalah sebagai berikut:
- Bulan Basah (BB) : curah hujan > 100 mm per bulan.
- Bulan Lembab (BL) : curah hujan 60-100 mm per bulan
- Bulan Kering (BK) : curah hujan < 60 mm per bulan

Schmidt-Ferguson melakukan penelitian untuk menentukan kategori bulan di atas lalu dihitung rata-ratanya, hasilnya muncul angka di atas tadi. Rumus untuk menghitung iklim ini menggunakan Model Q yaitu:

Q = banyak bulan kering x 100%
       banyak bulan basah

Hasil dari pengukuran Q tadi adalah sebagai berikut:
Kategori Iklim Schmidt Ferguson
Ingat ya yang diukur itu jumlah bulan nya bukan rata-rata jumlah curah hujan nya. Total ada 12 bulan dalam setahun. Jika sudah paham, coba hitung tipe iklim Schmidt Ferguson kota Balikpapan menurut data berikut:

Bulan dan Curah Hujan
1. Januari = 130 mm
2. Februari = 220 mm
3. Maret = 40 mm
4. April = 34 mm
5. Mei = 67 mm
6. Juni = 50 mm
7. Juli = 32 mm
8. Agustus = 23 mm
9. September = 78 mm
10. Oktober = 80 mm
11. Nopember = 189 mm
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search