Pendekatan Kelingkungan/Ekologi dan Contoh Fenomenanya

- February 24, 2017
Setiap objek ilmu pengetahuan pada dasarnya sama yaitu fenomena di permukaan bumi dan yang membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya adalah metode pendekatannya (approach). Permukaan bumi ini banyak dibangun oleh gaya alami seperti gaya endogen dan gaya eksogen seperti gunung api, pantai, sungai, danau dan lainnya. 

Akan tetapi kehadiran manusia dalam ruang permukaan bumi mampu merubah struktur permukaan bumi itu sendiri. Dalam hal ini akan terjadi ini interaksi antara manusia dengan lingkungan. Interaksi manusia dengna lingkungan ini dapat dianalisa dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Geografi pada dasarnya merupakan ilmu antroposentris yaitu melihat manusia dalam dua sisi yaitu imanen dan transenden. 

Imanen artinya manusia mejadi bagian dari unsur alam itu sendiri sama halnya seperti hewan dan tumbuhan. Sementara transenden artinya manusia punya tanggung jawab lebih dari mahluk lainnya karena manusia dibekali akal pikiran. Setiap perlakukan terhadap alam harus dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir dampak negatif di kemudian hari.
Pendekatan Kelingkungan
Pemukiman Kumuh Merusak Kondisi Lingkungan
Dalam ekologi dikenal konsep "man ecological dominant" artinya manusia mendominasi alam atua lingkungan. Perkembangan peradaban manusia membuat lingkungan berubah drastis dan berdampak pada bencana atau kerusakan yang muncul seperti polusi, pencemaran, longsor, banjir dan lainnya.

Contoh pendekatan kelingkungan dalam kajian geografi adalah sebagai berikut:
Longsor merupakan suatu gerakan tanah yang terjadi menuruni lereng secara cepat. Pada dasarnya longsor biasa terjadi bila curah hujan tinggi. Faktor alami seperti struktur tanah yang kurang baik dengan kemiringan lereng yang curam bisa menjadi faktor terjadinya longsor saat musim hujan tiba. Jika ini yang terjadi maka bukan pendekatan lingkungan yang digunakan karena faktor alami ruang yang bekerja (tidak ada aktifitas manusia yang memicu). 

Beda halnya jika terjadi longsor, namun ini terjadi karena daerah lereng bukit misalnya dibuat lahan pertanian dan tanaman keras dihilangkan. Ini tentu menambah batas kritis lereng. Saat hujan terjadi maka longsor akan terjadi karena diawali aktifitas manusia pada lereng tersebut. Inilah yang dinamakan pendekatan kelingkungan. Artinya setiap fenomena dalam ruang bisa dikaji secara alamiah dan dengan melihat interaksi manusia di dalamnya. Gambar: Republika
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search