Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan

- March 09, 2017
Banyak sekali siswa bahkan guru geografi lain yang menanyakan tentang perbedaan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Memang untuk memahami ketiga pendekatan geografi ini lumayan susah. Saya disini hanya mencoba untuk memberikan sedikit perspektif saya saja tentang tiga pendekatan geografi tersebut secara singkat. Tentunya ulasan tentang materi ini tidak akan selesai karena guru lain atau ahli lain pasti punya perspektif tersendiri. Siswa seringkali kesulitan untuk menjawab soal pendekatan geografi di Ujian Nasional. Baca juga: Ikuti 3 langkah belajar super di Quipper Video

Pendekatan keruangan atau spasial merupakan pendekatan utama dari geografi. Pendekatan ini pada dasarnya melihat sebuah kejadian dari faktor keruangan yang lebih bersifat alamiah. Di beberapa buku ada yang membahas tentang aspek pendekatan keruangan itu terdiri dari pendekatan topik, aktifitas manusia, dan lainnya. Tapi saya akan menghapus dulu hal tersebut karena nanti akan bertabrakan dengan pendekatan kelingkungan sehingga menambah rumit penjelasan. Pendekatan keruangan ini akan melihat sebuah fenomena dari sifat asli ruang tersebut atau faktor-faktor yang terbentuk secara alami. 

Contoh pendekatan keruangan seperti : Beberapa bulan lalu terjadi gempa tektonik di Pidie Aceh Jaya. Setelah ditelusuri, gempa tersebut berasal dari pergerakan patahan aktif sesar Semangko. Nah disini kita lihat bahwa di Aceh terdapat fenomena sesar atau patahan yang berasal dari gaya tektonik Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo Australia. Hal ini termasuk faktor alami atau keruangan. Kan tidak mungkin patahan Semangko dibuat manusia, hal tersebut merupakan mekanisme alam. Inilah maksud pendekatan keruangan.

Pendekatan kelingkungan atau ekologi merupakan pendekatan tambahan dari ilmu ekologi. Kenapa ekologi jadi ikut-ikutan nimbrung dalam geografi?. Karena perubahan struktur ruang di permukaan bumi saat ini banyak diakibatkan oleh interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Dulu daerah Bekasi adalah rawa, namun sekarang menjadi kota. Tentu ruang alami Bekasi dirubah oleh manusia. Contoh pendekatan kelingkungan lain seperti ini: Banjir di Padang disebabkan oleh penggundulan hutan di daerah hulu sehingga air tidak punya resapan alami dari vegetasi. Disini kita lihat bahwa banjir disebabkan adanya interaksi manusia dengan lingkungan yaitu menggunduli hutan. Hal tersebut yang memicu banjir. 
Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan
Jakarta dilintasi lebih dari 10 sungai
Pendekatan kewilayahan atau reional adalah pendekatan yang melihat fenomena dari lebih dari satu wilayah atau ada yang menyebut kombinasi antara keruangan dan kelingkungan. Saya hanya memberikan contoh saja untuk mempermudahnya. Contoh pendekatan kompleks wilayah: Banjir Jakarta sering terjadi sepanjang tahun, hal ini diakibatkan Jakarta berada di daerah dataran rendah dan menjadi limpasan dari aliran air dari tiga daerah seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi. Artinya banjir di Jakarta bukan hanya karena faktor keruangan Jakarta yang berada di daerah dataran rendah namun ada wilayah lain yang berperan yaitu Bogor dan Bekasi. Artinya ada kombinasi beberapa wilayah yang menyumbang terhadap terjadinya banjir di Jakarta. Jadi menurut saya inilah contoh pendekatan kewilayahan. Baca juga: Konsep geografi menurut Peter Hagget

Penjelasan tentang pendekatan geografi di atas hanya perspektif saya saja dan mungkin pemahaman orang lain bisa berbeda. Jadi dibutuhkan suatu diskusi bersama untuk menentukan kata kunci membedakan tiga pendekatan geografi tersebut.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search