Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

- April 20, 2017
Air laut merupakan campuran antara berbagai garam dan air. Sebagian besar air di laut berasal dari kondensasi awal saat Bumi mulai terbentuk dan mendingin. Air ini dilepaskan dari litosfer saat kerak Bumi mengeras. Penambahan massa air laut juga terjadi karena kegiatan vulkanisme dan tektonisme. Beberapa ilmuwan menduga bahwa komet yang masuk ke Bumi berpotensi menjadi sumber air di lautan.

Sebagian besar unsur kimia terlarut yang ditemukan di laut berasal dari semua daratan di Bumi. Bahan kimia ini dihasilkan dari batuan di benua yang melapuk kemudian dibawa ke laut oleh aliran sungai. Seiring waktu, konsentrasi bahan kimia ini meningkat sampai mencapai titik kesetimbangan. Kesetimbangan ini terjadi saat air di lautan tidak dapat melarutkan apapun lagi. Kemiripan antara fosil hewan laut purba dan organisme yang hidup saat ini mengindikasikan komposisi air laut berhenti berubah drastis 600 juta tahun lalu.

Hanya enam unsur dan senyawa yang menyusun 99% air laut yaitu klorin (Cl-), natrium (Na +), sulfur (SO4-2), magnesium (Mg + 2), kalsium (Ca + 2), dan kalium (K +). Kelimpahan semua elemen garam-garaman di laut adalah konstan. Hanya masukkan air dari darat dan evaporasi yang menyebabkan sedikit perbedaan kadar garam di laut.
Sifat Fisik dan Kimia Air Laut
Susunan Kimia Air Laut
Ion klorin menyusun 55% garam  air laut. Perhitungan salinitas air laut dinilai dari  bagian per 1000 ion klorin yang ada dalam satu kilogram air laut. Biasanya, air laut memiliki salinitas 35 bagian per seribu (part per thousand).

Air adalah satu dari sedikit zat di Bumi yang bisa berubah dalam 3 wujud. Pada suhu 0 derajat Celcius, air akan berubah menjadi es dan punya kerapatan sekitar 917 kg per meter kubik. Air dalam wujud cair pada suhu sama akan memiliki kepadatan hampir 1.000 kg per meter kubik. Kepadatan air laut umumnya meningkat seiring penurunan suhu, meningkatnya salinitas dan kedalaman air laut.  Kepadatan air laut di permukaan laut bervariasi dari 1.020 - 1.029 kg per meter kubik. Kepadatan tertinggi ada di dasar laut karena terbebani air laut di permukaan. Di bagian terdalam samudera, kerapatan air laut bisa mencapai 1.050 kg per meter kubik.

Air laut membeku pada suhu yang sedikit lebih dingin dari air tawar yaitu 0,0 derajat Celcius. Suhu air beku juga bervariasi dengan konsentrasi garam. Semakin banyak garam maka suhu akan semakin dingin. Pada level salintas 35 ppt, air laut membeku di suhu -1,9 derajat C.

Es di laut biasanya mengandung garam lebih sedikit daripada air laut. Sebagian besar garam yang ditemukan di air laut cair dipaksa keluar saat pembekuan terjadi. Alasannya adalah molekul garam tidak sesuai dengan molekul air beku yang teratur. Karena perbedaan densitas antara es dan air laut maka es mengapung  di permukaan laut.

Air laut juga mengandung sejumlah kecil gas terlarut. Banyak gas ini ditambahkan ke air laut dari atmosfer melalui pengadukan konstan permukaan laut oleh angin dan ombak. Konsentrasi gas yang dilarutkan dalam air laut dari atmosfer ditentukan oleh suhu dan salinitas. Meningkatnya suhu dan salinitas mengurangi jumlah gas yang larut dalam air laut. Beberapa gas atmosfer penting yang ditemukan di air laut meliputi: nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon, helium dan neon. Dibandingkan dengan gas atmosfer lain, jumlah karbondioksida yang dilarutkan dalam air laut jenuh sangat besar.

Beberapa gas yang ditemukan di dalam air laut juga terlibat dalam proses organik dan anorganik samudera yang secara tidak langsung terkait dengan atmosfer. Misalnya, oksigen dan karbon dioksida dapat dihasilkan atau dikuras temporal oleh proses semacam itu ke berbagai konsentrasi di lokasi tertentu dalam lautan.
Gambar: wikimedia, physicalgeography.net
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search