Soal Geografi High Order Thinking Kelas 10 - Gurugeografi.id

Soal Geografi High Order Thinking Kelas 10

- November 27, 2018

Baca Juga

Halo teman-teman, kembali lagi kita akan bahas tentang soal high order thinking geografi. Materi soal terkait dengan hidrosfer. Salah satu syarat soal HOTS adalah harus mengandung informasi yang update alias gak boleh jadul. Contoh studi kasus adalah tentang kota Jakarta.

1. Jumlah penduduk di Jakarta semakin hari semakin bertambah banyak. Kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap konsumsi air yang juga beriringan dengan jumlah penduduk. Fenomena ini menyebabkan berkurangnya jumlah volume air tanah di Jakarta. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi ini di wilayah pesisir Jakarta adalah ....
A. Adanya intrusi air laut ke dalam lapisan tanah
B. Sering terjadinya banjir rob karena penurunan muka tanah
C. Tanah semakin kering
D. Suplai air besih penduduk diperoleh dari laut
E. Adanya pengendapan yang muncul pada akuifer Jakarta
Soal Geografi High Order Thinking Kelas 10
Banjir rob di pesisir Jakarta
Jawaban paling tepat adalah B.
Guys kebutuhan air bersih di kota Jakarta per tahun mencapai angka 550 juta meter kubik sementara pasokan yang terpenuhi hanya seitar 54% saja. Air tanah lalu dieksploitasi dan lama kelamaan mengakibatkan ketidakseimbangan antara pengambilan dan pemulihan air tanah. Penyedotan air tanah di DKI mencapai 251 juta meter kubik atau melebih batas aman sekitar 186 juta meter kubik. Defisit besar 66 juta meter kubik ini masih akan bertambah di musim kemarau atau pada saat ada kegiatan proyek besar. Dampaknya adalah terjadi kekosongan air tanah sehingga mengakibatkan intrusi dan amblasnya tanah. Secara kualitas air pun akan tercemar baik dari sisi organik maupun anorganik sehingga tidak layak dikonsumsi. Di soal diatas keyword yang diminta adalah dampak di wilayah pesisir Jakarta.
 
Contoh nyata akibat eksploitasi air tanah di Jakarta secara rinci adalah:
1. Penurunan 3 – 5 cm pada permukaan tanah yang berpotensi menurun hingga 60 – 100 cm dalam rentang 25 tahun mendatang, menyebabkan sebagian wilayah Jakarta, terutama Jakarta Utara (pesisir) terendam air laut.
2. Amblesnya permukaan tanah yang pernah terjadi di sekitar Jl. RE Martadinata dan kemiringan beberapa bangunan di Jakarta Utara (sekitar Pluit dan Sunter) atau di Gedung BBPT dan Sarinah.
3. Air laut merembes masuk dan mengisi kekosongan air (intrusi), dari Teluk Jakarta sampai menjangkau Monas. Bahkan intrusi air laut hampir merata di wilayah radius 10-15 kilometer di Ibu kota,  mulai daerah Kebon Jeruk, hingga Setiabudi, Kebayoran Baru, Cengkareng, dan Senen. Intrusi meningkat daripada 20 tahun lalu dimana daratan yang terkena intrusi air laut baru sekitar dua kilometer dari garis pantai.
4. Tingkat permukaan air yang sudah meningkat jauh hingga menyentuh kontruksi jembatan seperti di Kamal Muara, Mangga Dua, Ancol, Pluit, Pantai Mutiara, Gunung Sahari, dan Mangga Besar. Gambar: disini

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

 

Start typing and press Enter to search


Iklan Melayang