Tahapan Mitigasi Bencana Tsunami

- 16 December
Salah satu fenomena alam yang bisa mengancam kehidupan adalah gelombang tsunami.
Tsunami diartikan bencana alam yang berupa gelombang air laut yang menimpa daerah pantai. Faktor penyebab terjadinya tsunami adalah karena kegiatan seismik, meletusnya gunung api, longsoran bawah laut, dan  hantaman meteor ke dasar samudera.

Dari sejumlah faktor penyebab, yang paling sering terjadi adalah tsunami akibat gempa bumi. Gempa bumi sampai saat ini belum dapat diramalkan kapan akan terjadi. Oleh karena itu tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi juga sangat sangat sulit diprediksi. Bencana tsunami merupakan ancaman bagi wilayah pantai yang secara geologis rawan terhadap gempa bumi. 


Namun ancaman bencana tsunami baru dapat diprediksi setelah gempa bumi terjadi. Satu hal yang menyulitkan adalah jeda waktu antara gempa dan tsunami yang ditimbulkan sangat singkat. Akibatnya usaha untuk menyelamatkan diri dari tsunami waktunya sangat terbatas.

Peta Daerah Rawan Tsunami Indonesia
Indonesia adalah negara rawan tsunami karena posisinya yang berada di zona ring of fire dan diantara dua samudera besar. Tsunami Aceh pada tahun 2004 adalah contoh bencana alam terbesar yang melanda Indonesia setelah erupsi Krakatau dan Tambora berabad-abad lalu. 

Terakhir adalah tsunami di Palu yang disertai likuifaksi menjadi duka yang kembali melanda bangsa Indonesia. Sekitar 75% garis pantai Indonesia merupakan wilayah rawan tsunami dan ini menjadi sinyal yang patut diwaspadai masyarakat.

Jika ancaman tsunami tidak disadari oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tersebut, maka resiko yang dapat ditimbulkannya akan sangat serius. Oleh karena itu untuk mengurangi resiko terhadap bencana yang mungkin terjadi, maka diperlukan mitigasi bencana tsunami.

Mitigasi terhadap ancaman bencana tsunami antara lain dapat dilakukan sebagai berikut.
1)    Pemetaan wilayah-wilayah yang rawan terhadap ancaman bencana tsunami 

2)    Penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai potensi ancaman bencana tsunami di wilayah mereka 
3)    Peningkatan pengetahuan kepada masyarakat mengenai karakteristik bencana tsunami.
4)    Mengenali tanda-tanda akan datangnya bencana tsunami.
5)    Memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana tsunami.
6)    Memberikan pelatihan, misalnya dengan simulasi bagaimana cara menyelamatkan diri ketika ada tsunami.
7)    Membuat jalur-jalur penyelamatan yang harus dilalui untuk menuju tempat yang aman dari bencana tsunami.
8)    Tidak mendirikan bangunan-bangunan fasilitas umum seperti kantor-kantor pelayanan pemerintah, pasar, dan lain-lain pada kawasan yang rawan terhadap ancaman bencana.
9)    Penamanan pepohonan di sepanjang pantai untuk mematahkan gelombang tsunami.
10)    Mengadakan alat peringatan dini (early warning system) terhadap ancaman bencana tsunami.


Sumber: Modul PPG Geografi
 

Start typing and press Enter to search

CLOSE ADS
CLOSE ADS