Tips Aman Wisata Susur Sungai

- 22 February
Dunia pendidikan Indonesia kembali berduka setelah kejadian tragis menimpa ratusan siswa SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta. Kegiatan pramuka yang harusnya ceria berakhir duka karena 249 siswa hanyut di Sungai Sempor saat kegiatan susur sungai. Hingga tulisan ini dibuat, ada 8 siswa ditemukan meninggal dunia.

Sudah pasti ada kelalaian dari pihak sekolah dalam mengelola kegiatan ini. Satu pembina pramuka sudah dijadikan tersangka dan tentunya kepala sekolah sebagai penanggung jawab tertinggi wajib diperiksa. Bahkan katanya kepsek ga tahu menahu soal kegiatan ini, wah parah ini kan jadinya. Masa seorang kepsek gak tahu kegiatan sekolahnya, perlu dipertanyakan keprofesionalannya ini.

Kegiatan susur sungai pada dasarnya cocok dilakukan oleh orang dewasa dan tidak untuk anak SMP. Ini adalah sebuah kecerobohan dan guru sudah pasti adalah pihak yang paling bersalah dan wajib bertanggung jawab karena ada nyawa melayang. Wisata susur sungai boleh-boleh saja tapi harus memiliki beberapa ketentuan. Berikut tips wisata susur sungai agar aman.
Wisata susur sungai berbahaya
1. Survey Lokasi
Hal pertama yang wajib dilakukan adalah survey lokasi tempat susur sungai. Survey lokasi dilakukan untuk mengetahui berbagai hal mulai dari kondisi jalan, kondisi arus sungai saat hujan dan saat tidak hujan, kedalaman sungai, lebar sungai, kondisi jeram dan lainnya.

Dengan begitu kita bisa memastikan apakah sungai ini cocok digunakan untuk kegiatan siswa atau tidak. Jangan menganggap sepele sungai dengan lebar sempit karena jika volume air tiba-tiba meningkat maka kecepatan air malah semakin cepat karena lebar sungai yang pendek akan menambah kecepatan arus, jadi bisa lebih berbahaya.

2. Cek Prediksi Cuaca
Cuaca sangat memegang peran penting dalam kegiatan outdor, jadi anda harus melihat prakiraan cuaca saat hari kegiatan berlangsung. Untuk wisata susur sungai pastinya memerlukan kondisi debit air yang tidak besar jadi mestinya paling baik di saat musim kemarau. Kalau susur sungai saat musim hujan maka ini keputusan bodoh dan tidak masuk akal, apalagi kalau pesertanya anak remaja SMP.

3. Koordinasi Pihak Terkait
Pastikan kegiatan susur sungai melibatkan banyak pihak mulai dari sekolah, desa, tenaga kesehatan bahkan pihak kepolisian bila perlu. Ingat safety first!. Biasanya desa-desa wisata sudah ada lembaga yang mengelola potensi desa jadi bisa bekerjasama dengan desa untuk kegiatan tersebut karena orang-orang desa lah yang paling mengerti kondisi geografis sungai di wilayahnya. 

Pengelola wisata pasti memiliki koordinasi dengan wilayah hilir dan hulu sungai. Jika hulu sungai alias di puncak hujan maka sebelum air bah menerjang hilir, kegiatan langsung hentikan. 

4. Keamanan
Saat kegiatan berlangsung pastikan aspek keamanan bagi peserta harus paripurna. Wisata susur sungai tidak pakai pelampung ya konyol juga sih menurut saya, terus tidak ada petugas kesehatan di posko dan ambulans misalnya. Jadi karena susur sungai adalah kegiatan masuk kategori berbahaya maka aspek keamanan adalah hal terpenting apalagi pesertanya dibawah umur.

Itulah sedikit tips wisata susur sungai dan saya tidak sarankan dilakukan oleh anak-anak. Saya sebagai guru geografi sedikit paham tentag bagaimana morfologi sungai, jadi memang tidak cocok sekali untuk dilakukan anak-anak dan horornya di saat musim hujan yang mana cuaca cepat berubah di pegunungan (hulu).
 

Start typing and press Enter to search

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close