Ciri, Pengertian dan Contoh Negara Berkembang

Bumi ini terdiri dari beberapa negara secara geopolitik dan tersebar di 5 benua mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia.
 
Tidak semua negara memiliki perkembangan yang sama, ada negara yang dikategorikan negara maju dan ada yang dikategorikan negara berkembang.
 
Kemajuan pembangunan suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran aktif pemerintah dan penduduknya. Perpaduan sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat penting bagi terlaksananya pembangunan di sebuah negara.
 
Negara berkembang adalah sebutan bagi sebuah negara dengan rata-rata tingkat pendapatan rendah, infrastruktur, relatif terbelakang dan indeks pembangunan manusia yang di bawah rata-rata global.
 
Istilah negara berkembang adalah bahasa halus dari Negara Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada masa perang dingin.
 
Keberhasilan pembangunan suatu negara dapat dijadikan acuan untuk menentukan suatu negara dikatakan maju atau berkembang.
 
Pemukiman kumuh negara berkembang

Ciri-ciri negara berkembang bisa dilihat berikut:
1. angka kelahiran masih tinggi.
2. tingkat pendidikan mayoritaspenduduk masih rendah
3. pengangguran tinggi
4. usia harapan hidup rendah
5. pendapatan per kapita di bawah rata-rata global
6. indeks pembangunan manusia rendah
7. sarana transportasi dan komunikasi masih rendah
8. pelayanan sosial dan kesehatan kurang memadai
9. kegiatan ekonomi agraris (primer) medominasi dibanding industri dan jasa
10. angka kematian tinggi
11. urbanisasi tinggi
12. pemukiman kumuh merjalela di pinggiran kota
13. masih percaya takhayul
14. tingkat korupsi tinggi
15. birokrasi berbelit-belit

Kita akan lihat 3 aspek kehidupan terkait negara berkembang yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
1. Pendidikan
Di negara berkembang, perkembangan fasilitas pendidikan yang baik hanya ditemukan di wilayah perkotaan sementara di wilayah pedesaan sebaliknya. Kurangnya lembaga pendidikan dan biaya pendidikan yang mahal membuat tingkat literasi penduduk di bawah 50%.
 
Angka putus sekolah tinggi menyebabkan tingkat pendidikan formal penduduk negara berkembang semakin rendah. Pendidikan adalah aset utama pembangunan masyarakat, sehingga jika akses pendidikan terhambat dan tidak merata maka pembangunan akan lambat dan tertinggal jauh dari negara maju.

2. Kesehatan
Di negara berkembang, akses rumah sakit berstandar nasional hanya didapatkan di perkotaan. Persebaran wabah penyakit, kesadaran kesehatan rendah dan kemiskinan menyebabkan angka harapan hidup penduduk negara berkembang di bawah 60 tahun.
 
Kondisi sanitasi juga masih buruk di beberapa wilayah terutama pedesaan dan perkotaan pinggiran. Angka kematian bayi juga masih banyak ditemukan di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan dan terisolir.
GDP Indonesia masa ke masa
3. Ekonomi
Salah satu indikator mengukur maju tidaknya ekonomi negara adalah dengan Gross Domestic Product (GDP) Pendapatan Perkapita yang merupakan angka rata-rata pendapatan yang diterima masyarakat dalam satu tahun.

GDP suatu negara diukur dari total penerimaan produksi barang dan jasa per tahun. Besaran GDP menggambarkan kesejahteraan ekonomi suatu negara. GDP Indonesia masih berada di bawah Malaysia di ASEAN yaitu di angka 3.500 US Dollar. Ini adalah angka rata-rata.

Amerika Serikat memiliki GDP hampir 40.000 US Dollar, sangat jauh bukan?. Jadi sektor produksi masyarakat harus ditingkatkan untuk menaikan GDP.

Selain itu mayoritas penduduk di negara berkembang bekerja di sektor primer seperti pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya. Sektor industri berkembang tapi masih belum begitu tinggi. 

Negara berkembang perlu meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor sekunder, tersier dan kuartener untuk menghadapi persaingan global dengan negara-negara yang sudah mapan. Layanan jasa kini menjadi ekosistem ekonomi dunia yang tumbuh semakin pesar seiring meningkatknya teknologi informasi dan komunikasi.

Contoh negara kategori berkembang di dunia adalah Indonesia, Vietnam, Thailand, Mesir, Brasil, Cile, Filipina dan Myanmar.