po Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah - Guru Geografi
News Update
Loading...

Rabu, Juli 28

Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah

Dalam pelajaran geografi tentunya istilah letak astronomis dan letak geografis sering muncul. Seringkali siswa bingung membedakan keduanya, nah di postingan ini kita coba akan berikan perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Letak astronomis dalah posisi suatu objek atau wilayah yang dilihat dari posisi koordinat lintang dan bujur. Garis koordinat adalah garis imajiner yang dibuat manusia supaya memudahkan navigasi atau perhitungan lokasi.

Garis lintang memiliki arah horisontal dengan titik nol di ekuator atau khatulistiwa. Lintang membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. Sementara itu garis bujur adalah garis yang memiliki arah vertikal dari kutub ke kutub. 

Titik pangkal nol bujur ada di kota Greenwich Inggris (GMT). Garis bujur membagi bumi menjadi belahan bumi barat dan timur. Indonesia berada di belahan bumi bagian timur.

Letak astronomis Indonesia adalah 6⁰ LU - 11⁰ LS dan 95 BT⁰ -141⁰ BT. Artinya Indoensia berada di wilayah tropis ekuator. Dampak dari lokasi astronomis Indonesia ini yang utama adalah jenis iklim Indonesia bertipe tropis.

Iklim tropis memiliki ciri curah hujan relatif tinggi sepanjang tahun, intensitas penyinaran tinggi, kelembaban tinggi dan memiliki dua musim. Hal ini berdampak pada aktifitas penduduk yang banyak bergerak di sektor agraris.


Letak astronomis Indonesia juga berpengaruh pada penentuan zona waktu yang dibagi menjadi 3 zona (WIB, WITA dan WIT). 

Letak geografis adalah posisi atau letak yang dilihat berdasarkan kondisi kenyataan atau fakta di lapangan. Letak geografi bersifat relatif contohnya secara geografis Indonesia berada diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia)

Kondisi ini menyebabkan Indonesia berada pada zona silang dunia dimana sangat potensial sebagai tempat transit perdagangan dunia. Selain itu lokasi yang diapit dua benua menyebabkan terjadinya pergerakan angin muson yang berhembus 6 bulan sekali dari Asia menuju Australia dan sebaliknya.

Ini berkaitan dengan fenomena perubahan datangnya musim penghujan dan kemarau di Indonesia. Selain itu lokasi geografis Indonesia yang berada diantara dua lautan besar menyebabkan terjadinya arus lintas Indonesia dari Pasifik menuju Hindia dan sebaliknya. Arlindo ini mengalir melewati perairan laut di tengah Indonesia.

Arlindo disebabkan oleh perbedaan tinggi muka air laut antara Pasifik dan Hindia, hal ini bergantung pada posisi matahari setiap bulannya. Para nelayan juga sering memanfaatkan jadwal Arlindo ini untuk menentukan waktu tangkapan ikan terbaik.

Itulah perbedaan mendasar antara letak astronomis dan geografis Indonesia beserta fenomena yang terjadi di dalamnya. Semoga sekarang udah paham ya!.

Bagikan postingan ini.

Give us your opinion
Buka Komentar
Tutup Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik!. Komentar spam, link aktif akan langsung dihapus. Terimakasih.

Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close