Soal Pendalaman KSN Geografi 2022 Part 4 + Kunci Jawaban - Guru Geografi
News Update
Loading...

Sabtu, Februari 26

Soal Pendalaman KSN Geografi 2022 Part 4 + Kunci Jawaban

Hai pejuang KSN Geografi, masih gaspol lagi ya kita pendalaman soal KSN untuk 2022 ini. Di postingan ini kita bahas lagi soal part keempat.

Pastikan juga untuk share postingan ini ke teman-teman lain supaya makin bermanfaat dan bisa diskusi bareng.

Pastikan mencoba dulu menjawab soal di bawah ini sebelum mencocokan dengan kunci jawaban di bawah. Cek seberapa jauh pemahamanmu.

16. Setelah bosan menambang emas, Coleman mulai bekerja di pabrik batubara. Batubara merupakan bahan galian golongan ....
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

17. Pembangkit listrik tenaga pasang surut hendaknya dibangun pada zonasi laut ...
a. oseanik
b. litoral
c. hadal
d. afotik
e. nekton

18. Batuan ini adalah batuan metamorf homogen berbutir halus berfoliasi dan berasal dari batuan sedimen. Batuan yang dimaksud adalah ....

a. marmer
b. kuarsit
c. sabak
d. serpih
e. migmatite

19. SiO₂ adalah rumus kimia dari Silikon Oksida. Berdasarkan kandungan SiO₂ , batuan beku dibedakan menjadi beberapa macam. Disebut batuan beku basa bila ....
a. kandungan SiO₂ lebih dari 66%
b. kandungan SiO₂ antara 52% hingga 66%
c. kandungan SiO₂ antara 45% hingga 52%
d. kandungan SiO₂ kurang dari 45%
e. tidak ada kandungan SiO₂ sama sekali

20. Salinitas tertinggi berada pada lintang ..
a. 0⁰
b. 35⁰
c. 45⁰
d. 60⁰
e. 90⁰

Kunci Jawaban
16. Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 1980, bahan galian dibagi menjadi 3 yaitu 
Golongan bahan galian yang strategis adalah :
- minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;
- bitumen padat, aspal;
- antrasit, batubara, batubara muda;
- uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya;
- nikel, kobalt;
- timah.
Golongan bahan galian yang vital adalah:
- besi, mangaan, molibden,khrom, wolfram, vanadium, titan;
- bauksit, tembaga, timbal, seng;
- emas, platina, perak, air raksa, intan;
- arsin, antimon, bismut;
- yttrium, rhutenium, cerium dan 1ogam-logam langka lainnya;
- berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
- kriolit, fluorspar, barit;
- yodium, brom, khlor, belerang.
c. Golongan bahan galian yang tidak termasuk golongan a atau b adalah.
- nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);
- asbes, talk, mika, grafit, magnesit;
- yarosit, leusit, tawas (alum), oker;
- batu permata, batu setengah permata;
- pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;
- batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth);
- marmer, batu tulis;
- batu kapur, dolomite, kalsit;
- granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak
mengandung unsur-unsur mineral golongan a maupun golongan b dalam jumlah
yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan

17. Bendungan pasang surut air laut sangat mirip dengan bendungan di pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Hanya aja dalam pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut biasanya berskala sangat besar karena dibangun di seberang muara atau teluk. Artinya ecara zona pembangkit listrik pasang surut laut dibangun di zona litoral.

18. Batu sabak atau slate adalah batuan metamorf homogen berbutir halus yang berfoliasi dan berasal dari batuan asal berupa batuan sedimen bertipe menyerpih yang terdiri dari lempung atau abu vulkanik yang mengalami metamorfisme regional berderajat rendah. Ini adalah batuan metamorf foliasi berbutir paling halus.

19. Berdasarkan komposisi kimianya batuan beku dapat dibedakan menjadi:
1. Batuan beku ultra basa memiliki kandungan silika kurang dari 45%, contohnya Dunit dan Peridotit.
2. Batuan beku basa memiliki kandungan silika antara 45% - 52 %, contohnya Gabro, Basalt.
3. Batuan beku intermediet memiliki kandungan silika antara 52%-66 %, contohnya Andesit dan Syenit.
4.Batuan beku asam memiliki kandungan silika lebih dari 66%, contohnya Granit, Riolit.

20. Dalam pola distribusi secara horizontal, daerah yang memiliki salinitas tertinggi berada pada daerah sekitar lintang 30⁰LU dan 30⁰LS, kemudian menurun ke arah lintang tinggi dan daerah khatulistiwa. Faktor perbedaan salinitas laut karena faktor berikut:
1. Presipitasi di daerah tropis jauh lebih tinggi, sehingga terjadi pengenceran oleh air hujan, nyampur dengan air laut.
2. Semakin bertambahnya lintang, maka suhu akan semakin turun akibat perbedaan penyinaran sinar matahari. Ketika terjadi pendinginan hingga membentuk es, maka serta merta es itu akan melepaskan partikel garam (es akan tetap tawar). Sehingga akumulasi senyawa garam akan banyak terbentuk di lintang tinggi.

Selain perbedaan lintang, salinitas suatu wilayah perairan bergantung pada topografi daerah tersebut. Hal tersebut terkait dengan ada tidaknya limpasan air tawar yang berasal dari sungai menuju muara. Akibatnya adanya limpasan (run off) maka akan terjadi pengadukan yang berdampak pada pengenceran.

Baca Juga

Share with your friends

Yuk Komentar Positif di Blog ini.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close