Kerugian/Dampak Negatif Pemanfaatan Energi Batubara - Guru Geografi
News Update
Loading...

Selasa, Juli 26

Kerugian/Dampak Negatif Pemanfaatan Energi Batubara

Batubara adalah salah satu bahan galian organik yang sangat penting dan masuk jenis bahan galian strategis tipe A. 

Dibalik manfaat yang banyak dari pemanfaatan batubara ini, ternyataa ada kerugian dari bahan galian ini. Mari kita lihat di bawah ini untuk lebih jelasnya.

1. Tidak Dapat Diperbaharui
Meski keberadaannya melimpah, batubara termasuk bahan galian yang tidak bisa diperbaharui. Perlu jutaan tahun untuk pembentukan deposit batubara di bawah tanah. Cadangan batubara saat ini kebanyakan berasal dari era Karbon.

Tapi jangan khawatir, batubara masih bisa diekploitasi hingga 200 tahun ke depan menurut perhitungan para ahli. Jadi manusia harus mengembangkan energi alternatif untuk mengantisipasi kelangkaan atau habisnya batubara di masa depan.

2. Berbahaya Bagi Kesehatan
Penduduk atau orang-orang yang berad dekat dengan tambang batubara sangat memiliki kondisi rentan terhadap gangguan kesehatan.

Bahaya dari aktifitas tambang batubara seperti debu dan emisi yang dikeluarkan saat kegiatan tambang. Beberapa gangguan kesehatan di area tambang batubara diantaranya asma, ISPA, penumonia dan bronkhitis.

Pneumoconiosis, atau paru-paru hitam juga bisa terjadi jika interaksi dengan batubara terlalu lama. Dampak panjangnya anda bisa mati lemas atau bahkan memicu kanker paru di masa depan.

3. Polusi Suara
Mesin tambang batubara sangat besar dan menghasilkan suara yang begitu tidak enak bagi telinga. Tidak hanya bagi pekerja tambang, penduduk sekitar tambang pun akan sangat terganggu dengan aktifitas mesin batubara.

Gangguan kesehatan karena polusi suata diantaranya insomnia, tekanan darah tinggi dan migrain.
Tambang batubara dan mesinnya
4. Merusak Habitat dan Lingkungan
Batubara biasa muncul di bawah area hutan belantara atau hutan gambut. Penambangan batubara akan merusak habitat asli wilayah, merusak ekosistem, kehidupan alam liar, cadanagan air, tutupan hutan dan lainnya.

Polusi batubara dapat mengakibatkan berubahnya kualitas air bersih di sekitar pertambangan dan merambatkan kebakaran dari bawah area tambang.

Hewan-hewan liar yang terusir dari area tambang juga akan mendekati pemukiman dan mengganggu kehidupan manusia Konflik hewan dan manusia ini sering terjadi di beberapa wilayah.

5. Efek Radiasi
Batubara menghasilkan karbondioksida tinggi yang berbahaya bagi kesehatan. Debu hasil pembakaran batubara dapat menghasilkan radiasi eksternal yang tinggi.

Radiasi jenis ini berjenis karsinogenik yang dapat memicu penyakit kanker bagi para pekerja terutama. Menggunakan perlengkapan dan seragam pelindung dengan baik sangat dianjurkan untuk mengurangi dampak radiasi ini.

6. Emisi Karbon
Batubara dapat menghasilkan emisi karbon level tinggi dibanding energi lainnya. Kadar kadar karbon dioksida yang tinggi dapat merusak kesehatan manusia, dapat menyebabkan hujan asam, kerusakan atap, dan banyak lagi.

Secara global, batubara telah dikenal sebagai agen utama kenaikan suhu alias global warming. Jadi, siapa pun yang sering terpapar emisi karbon tinggi akibat batu bara berisiko langsung menderita kelumpuhan, stroke, bahkan kematian dini.

7. Kematian
Tahukah kalian bahwa orang yang terus-menerus terpapar batu bara memiliki risiko kematian lebih tinggi? Tingginya kadar karbon dioksida adalah salah satu alasan utama yang mempengaruhi kasus kematian ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, manusia telah mencatat banyak kematian terkait batu bara, termasuk karena mati lemas, asma, kanker paru-paru, oksigen rendah, dan bahkan kematian dini.

Selain itu banyak kasus lubang bekas galian tidak ditimbun dan tergenang air. Dampaknya adalah ada warga terutama anak-anak yang sering tenggelam di kubangan bekas galian ini. 
Lubang bekas galian batubara membahayakan penduduk
8. Menggusur Pemukiman
Jika batubara digunakan terus menerus dekat tempat tinggal manusia maka dalam jangka panjang manusia mungkin harus mengalah pergi dari tempat tersebut. Ini karena pertambangan batubara sangat tidak ramah bagi kehidupan manusia.

Kondisi tutupan lahan yang rusak akibat tambang batubara mungkin bisa dipulihkan tapi kerusakan pada kesehatan dan ekonomi tidak bisa demikian. Itulah mengapa jika tambang batubara baru dibuka maka penduduk lokal sudah sepantasnya khawatir.
Baca Juga

Jangan Lupa Share Artikelnya

Yuk Komentar Positif di Blog ini.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close