Guru Geografi: Inderaja | Materi Geografi, Soal TKA, OSN, Kebumian
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Inderaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inderaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 12

Contoh Manfaat Citra Inderaja di Bidang Meteorologi dan Klimatologi

Contoh Manfaat Citra Inderaja di Bidang Meteorologi dan Klimatologi

Pemanfaaan citra inderaja sangat di luas di berbagai bidang kehidupan, salah satunya di bidang meteorologi dan klimatologi. Cuaca dan iklim sangat mempengaruhi kegiatan manusia di permukaan bumi.

Meteorologi dan klimatologi adalah bidang ilmu yang spesifik mempelajari pola cuaca dan iklim pada suatu wilayah di permukaan bumi.

Pengamatan citra inderaja di bidang meteorologi dan klimatologi ini meliputi identifikasi terhadap unsur-unsur cuaca dan iklim yang nampak pada citra seperti kondisi awan, pergerakan angin, adanya siklon.

Kehadiran citra inderaja ini membantu manusia dalam penyelidikan kejadian cuaca dan iklim diantaranya sebagai berikut ini:

1.  Mengamati iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat perawanan dan kandungan air dalam udara.
Awan adalah kumpulan titik-titik air di atmosfer yang terbentuk karena proses kondensasi yang diawali dengan proses evaporasi dan transpirasi. Pembentukkan awan pada suatu wilayah berpotensi pada terjadinya gejala cuaca yaitu hujan.

Jenis-jenis awan tertentu mengindikasikan kondisi cuaca pada suatu wilayah. Contohnya jika terdapat awan cumulonimbus maka potensial hujan dengan intensitas tinggi dan badai akan terjadi.

Awan cumulus menandakan cuaca normal dengan potensi hujan rendah. Jadi citra inderaja dapat menangkap pola awan yang terbentuk di atas wilayah bumi. Contoh citra inderaja dengan deteksi awan hujan terdapat di gambar berikut ini:
Citra satelit cuaca

2. Membantu analisis cuaca dan peramalan/prediksi dengan cara menentukan daerah tekanan tinggi dan tekanan rendah serta daerah hujan badai dan siklon
Dengan bantuan citra multispektral, maka kita bisa menentukan wilayah daerah bertekanan tinggi atau rendah di atas suatu wilayah. Hal ini membantu kita dalam melihat potensi terbentuknya siklon dengan cuaca ekstrim pada suatu wilayah. 

Contoh citra satelit yang menandakan adanya pembentukkan siklon bisa dilihat pada gambar di bawah ini. 
Citra siklon tropis di bawah Indonesia
3. Mengamati sistem/pola angin permukaan.
Citra inderaja dapat mengetahui pola pergerakan angin di atmosfer contohnya angin muson, angin pasat, bahkan jetstream. Dengan melihat pola angin maka kita bisa membuat prediksi cuaca yang akan timbul di atas wilayah.

Contohnya jika terjadi erupsi gunung api kemudian pola angin mengarah ke utara maka pemerintah akan membuat prediksi wilayaht terdampak abu letusan erupsi tersebut.

4. Melakukan pemodelan meteorologi dan set data klimatologi.
Pemodelan cuaca dan iklim dapat dilakukan dengan melihat pola yang terbentuk sebelumnya, bisa dalam hitungan bulan, tahun atau puluhan tahun. Misalnya di bawah ini contoh pemodelan pola curah hujan di Indonesia di setiap pulau berdasarkan data curah hujan yang direkam satelit beberapa tahun.
Pola curah hujan di Indonesia 

Terlihat bahwa wilayah yang berada dekat pegunungan memiliki intensitas hujan tinggi dibandingkan wilayah yang jauh dari pegunungan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh udara naik yang menyebabkan terbentuknya hujan orografis.
Berbagai Definisi Penginderaan Jauh Dalam Geografi [Geografi Teknik]

Berbagai Definisi Penginderaan Jauh Dalam Geografi [Geografi Teknik]

Penginderaan jauh/inderaja atau remote sensing adalah bagian dasar dari ilmu peta dan pemetaan dasar. Inderaja adalah salah satu teknik tentang bagaimana mendapatkan gambaran objek atau fenomena di permukaan bumi tanpa kontak langsung.

Inderaja pada awalnya berkembang di bidang militer saat era perang dunia untuk kepentingan identifikasi musuh. Seiring perkembangan waktu, inderaja berkembang dan digunakan luas di berbagai bidang kehidupan.

Pembuatan peta juga diawali dengan pengumpulan data awal, salah satunya yang didapat dari hasil rekaman penginderaan jauh.

Berikut ini beberapa pengertian atau definisi penginderaan jauh dari para ahli:
Contoh perbandingan citra inderaja sebelum dan sesudah bencana
1. Menurut Lillesand dan Kiefer (1979) penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, wilayah, atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, wilayah, atau gejala yang dikaji. 

2. Menurut Colwell (1984) penginderaaan jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera. 

3. Menurut Curran (1985) penginderaan jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

4. Menurut American Society of Photogrammetry (1983) penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji. 

5. Menurut Avery (1985) penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian. 

6. Menurut Lindgren (1985) penginderaan jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. 

7. Menurut Campbell penginderaan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh. 

8. Menurut Lindgren penginderaan jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.

9. Menurut Welson Dan Bufon penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh objek, area dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek, area dan gejala tersebut. 

10. Menurut Everett dan Simonett mengemukakan bahwa hakikat penginderaan jauh sebagai suatu ilmu, karena terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi tentang permukaan bumi. 

11. Menurut Rifhi Siddiq penginderaan jauh merupakan suatu ilmu, cara, teknik mengenai upaya memperoleh mendeteksi, dan merekam suatu objek yang kemudian diinterpretasikan sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kajian geografi. 

Dari semua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengindraan jauh adalah ilmu atau seni cara merekam suatu objek tanpa kontak fisik dengan menggunakan alat pada pesawat terbang, balon udara, satelit, atu media lain seperti drone.

Produk inderaja adalah citra yang dapat berupa citra tipe foto dan citra non foto. Untuk perbedaan citra foto dan non foto silahkan baca di artikel berikut: Perbedaan Citra Foto dan Non Foto

Minggu, Desember 13

Soal UTBK Geografi Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh + Kunci

Soal UTBK Geografi Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh + Kunci

Halo guys, UTBK tinggal beberapa bulan lagi nih dan kamu tentunya udah harus siap-siap dari sekarang bukan?.

Nah bagi kamu yang sedang mengincar kursi perguruan tinggi favorit jurusan geografi, saatnya kamu berjuang maksimal.

Kali ini saya berikan contoh soal latihan UTBK materi penginderaan jauh. Jangan lupa share ke teman-teman lainnya.
Latihan UTBK Yuk!
Soal UTBK Geografi 2021 Pemanfaatan Inderaja
1. Pernyataan :
1)    Pengamatan data untuk prakiraan cuaca
2)    Pendataan dan pembangunan jaringan monorel
3)    Pengembangan wilayah untuk pemukiman transmigrasi
4)    Pengamatan data sedimentasi pada waduk/situ
Manfaat citra penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan hidrologi ditunjukkan oleh …
a. 1) dan  4)
b. 1 dan  3)
c. 2 dan  3)
d. 3) dan 4)
e. 2) dan 4)

2. Pada citra foto udara, kenampakan hutan hujan dengan hutan musim dapat dideteksi salah satunya dari unsur spasial ...
a. rona
b. bentuk
c. tekstur
d. bayangan
e. pola

3. Berikut ini kenampakan yang dapat diidentifikasi menggunakan citra penginderaan jauh, kecuali ...
a. Luas areal hutan gambut terbakar
b. Panen jagung pada satuan luas tertentu
c. Jumlah populasi sawit yang terkena hama
d. Perubahan garis pantai
e. Kedalaman sungai

4. Pernyataan berikut yang tidak tepat terkait citra inderaja adalah ….
a. Citra yang menampilkan area luas biasanya memiliki resolusi spasial tinggi
b. Citra dirgantara lebih murah untuk liputan daerah yang sama luasnya dibanding citra satelit
c. Semakin heterogen objek permukaan bumi maka tekstur pada citra akan semakin kasar
d. Skala citra dirgantara lebih besar dibandingkan skala citra satelit
e. Citra satelit dapat sangat baik memonitor perubahan fenomena di permukaan bumi karena direkam dari waktu ke waktu setiap hari.

5.  Pantulan energi gelombang elektromagnetik terbesar oleh vegetasi adalah pada spektrum ...
a. biru
b. inframerah
c. ultraviolet
d. merah
e. mikro

Kunci
1. Penginderaan jauh atau inderaja merupakan teknik mendapatkan gambaran objek di permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek tersebut. 
 
Pemanfaatan citra inderaja sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Di bidang meteorologi citra inderaja dapat digunakan salah satunya untuk pengamatan data prakiraan cuaca. 
 
Sementara di bidang hidrologi citra inderaja dapat digunakan untuk pengamatan data sedimentasi pada waduk/situ.

2. Unsur spasial citra inderaja terdiri dari rona, bentuk, pola, bayangan, tekstur, ukuran, situs, asosiasi. Tekstur adalah kekasaran visualisasi objek pada citra. 
 
Tekstur kasar mencirikan adanya heterogenitas pada kerumunan objek di permukaan bumi. Hutan hujan memiliki heterogenitas tinggi dibandingkan hutan musim, sehingga pada citra akan terlihat lebih kasar secara tekstur.

3. Citra penginderaan jauh dihasilkan dari hasil perekaman sensor. Citra akan menghasilkan gambaran objek di permukaan bumi yang dapat diidentifikasi secara visual. 
 
Identifikasi visual citra dapat menggunakan pedoman 8 unsur spasial citra meliputi  rona, bentuk, pola, bayangan, tekstur, ukuran, situs, asosiasi. 
 
Kedalaman sungai tidak dapat terekam dalam foto udara karena keterbatasan sensor inderaja dalam menembus objek di permukaan bumi sehingga dapat terpantulkan ke sensor. 
 
Kedalaman sungai hanya bisa dideteksi dengan pengukuran langsung di lapangan atau menggunakan alat sonar.

4. Citra adalah produk hasil penginderaan jauh berupa gambar yang terbagi menjadi citra foto dan citra non foto. 
 
Hasil perekaman citra sangat tergantung pada jenis gelombang elektromagnetik yang digunakan pada sensor. 
 
Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil pada tiap pikselnya disebut dengan resolusi spasial. Piksel adalah unit terkecil dari sebuah citra. 
 
Citra yang menampilkan area luas biasanya memiliki resolusi spasial yang rendah sementara citra dengan resolusi tinggi akan menampilkan objek secara detail.

5. Karakteristik pantulan vegetasi dipengaruhi oleh kandungan pigmen daun, material organik, air dan karakteristik struktural daun seperti bentuk daun dan luas daun. 
 
Pantulan spektral terbesar pada rentang spektral inframerah yaitu antara 0.65 hingga 0.76 mikrometer. Sementara itu pantulan spektral yang rendah ada pada spektrum biru dan merah yang disebabkan vegetasi menyerap banyak energi pada kedua spektrum tersebut oleh klorofil daun. 

Selasa, Juni 30

Perbedaan Geostationary Orbit dan Near Polar Orbit

Perbedaan Geostationary Orbit dan Near Polar Orbit

Kamu tentu pernah melihat peluncuran satelit ke ruang angkasa di televisi atau di youtube kan?. Nah setelah satelit tersebut diluncurkan pakai roket terus dia akan berada di mana?. Apakah satelit bisa bergerak bebas di angkasa atau ada jalur lintasannya?. Perekaman informasi oleh satelit dilakukan pada suatu jalur terbangnya. Jalur terbang satelit ini disebut dengan Orbit. Orbit dari satelit disesuaikan dengan kemampuan sensor dan tujuan perekamannya.

Orbit satelit memiliki variasi pada ketinggian, orientasi, ataupun rotasi relatifnya terhadap bumi. Berdasar pola orbitnya, satelit penginderaan jauh dikenal geostationary orbit dan near polar orbit. Perbedaan mendasar dari kedu orbit tersebut adalah pada arah pergerakan satelit tersebut. Satelit dengan pola geostationary orbit bergerak searah dengan rotasi bumi, sedangkan satelit near polar orbit bergerak tegak lurus dengan arah rotasi bumi.

1.    Geostationary Orbit
Satelit dengan orbit geostasioner memiliki ketinggian sekitar 36.000 kilometer. Kecepatan gerak rotasi sama dengan gerak rotasi bumi. Dengan ketinggian dan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi ini, maka satelit tersebut dapat mengamati suatu wilayah secara terus-menerus di setiap waktu. Satelit ini dapat mengamati berbagai perubahan yang terjadi setiap saat untuk wilayah yang diamatinya. Satelit ini seakan-akan selalu berada ditempatnya (geostasioner). Satelit yang menggunakan orbit ini biasanya adalah satelit komunikasi dan satelit cuaca. Contoh dari satelit jenis ini adalah satelit Palapa yang dimiliki Indonesia.
Orbit satelit geostasioner dan polar
2.    Near Polar Orbit
Satelit dengan orbit Near Polar mengelilingi bumi dengan arah utara – selatan tegak lurus dengan perputaran bumi, atau sebaliknya. Pada saat satelit berada pada bagian muka bumi yang berhadapan dengan matahari, sensor merekam pantulan energi matahari yang mengenai muka bumi. Pada saat satelit berada pada area bayang-bayang (malam), beberapa sensor seperti sensor termal masih dapat merekam energi yang dipancarkan oleh permukaan bumi.

Satelit penginderaan jauh sumberdaya biasanya memiliki orbit ini. Orbit ini dapat meliput sebagian besar wilayah muka bumi dalam satu periode orbit. Satelit akan merekam ulang area yang sama pada rentan waktu tertentu. Rentang waktu perekaman ulang area yang sama ini disebut sebagai resolusi temporal. Ilustrasi dari orbit near polar dapat dilihat pada Gambar 10.

Senin, Januari 6

Aplikasi PJ dan SIG Untuk Mitigasi Banjir

Aplikasi PJ dan SIG Untuk Mitigasi Banjir

Banjir adalah bencana yang sering terjadi dan memberikan dampak yang dapat merusak pada kehidupan manusia ataupun lingkungan. 

Potensi banjir akan terus meningkat sejalan dengan semakin sempitnya lahan penyerap air permukaan dan memburuknya sistem drainase. 

Perubahan iklim yang terjadi secara global meningkatkan potensi terhadap kejadian banjir. Sistem informasi geografis dan data penginderaan jauh banyak dimanfaatkan dalam kajian mitigasi bencana banjir. 

Ouma dan Tateishi (2014) menggunakan sistem informasi geografis mengkaji banjir perkotaan dengan dasar kondisi topografi dan morfometri lahan perkotaan. 

Kondisi tersebut diurai menjadi parameter elevasi, kemiringan lereng (slope), tanah, curah hujan, jaringan drainase, dan penggunaan lahan.

Data-data tersebut selanjutnya oleh Ouma dan Tateishi (2014) dianalisis melalui prosedur AHP melalui perangkat sistem informasi geografis.


Parameter analisa banjir perkotaan
Keterkaitan parameter dalam kajian ini terkait kriteria fisik dan sosio ekonomis ditunjukkan seperti pada gambar di bawah. Parameter tersebut dinilai sebagai parameter yang penting dan memberikan pengaruh terhadap kejadian banjir perkotaan. 

Data parameter elevasi, slope dan jaringan drainase diturunkan dari data DEM. Perkembangan pada saat ini, model elevasi digital dapat diturunkan dari data penginderaan jauh seperti citra satelit ASTER dan SRTM.

Elevasi dan slope memiliki peran yang penting terhadap kejadian banjir. Ketinggian tempat tidak memungkinkan terjadinya genangan. Genangan akan terjadi pada titik-titik yang memiliki elevasi rendah. 


Informasi lokasi yang memiliki elevasi rendah dapat diidentifikasi melalui data model elevasi digital (DEM).Beda tinggi tempat menghasilkan kekasaran permukaan lahan. 

Lahan yang memiliki kekasaran tinggi lebih memungkinkan terjadinya infiltrasi dibandingkan permukaan yang halus. Infiltrasi mengurangi potensi jumlah air yang jatuh menjadi air larian permukaan lahan. 

Slope berperan terhadap kontrol kecepatan air larian permukaan, arah larian, dan jumlah air larian permukaan dan bawah permukaan yang sampai ke lokasi banjir. Slope yang landai merupakan kondisi yang lebih peka terhadap banjir. 

Jenis tanah memiliki peran yang besar terhadap kemampuan infiltrasi. Tanah pasir memiliki kemampuan infiltrasi yang tinggi dibandingkan dengan tanah lempung. 

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa infiltrasi akan mengurangi jumlah air larian permukaan atau run off yang akan menjadi banjir. Curah hujan merupakan faktor utama penyebab banjir. 

Curah hujan dengan intensitas yang tinggi akan secara langsung memicu terjadinya banjir. Kepadatan jaringan drainase memberikan peran terhadap tingkat erosi permukaan pada lahan. 

Dengan demikian semakin tinggi tingkat kepadatan drainase akan memberikan potensi yang lebih tinggi terhadap hilangnya tanah permukaan. Kehilangan tanah permukaan akan mengurangi kemampuan infitrasi, terutama jika telah mencapai lapisan batuan dasar. 

Penggunaan lahan dan penutup lahan juga merupakan satu kontrol terhadap stabilitas tanah dan infiltrasi. 

Penutupan vegetasi memiliki kemampuan yang lebih besar dalam menahan air permukaan dan meningkatkan infiltrasi dibandingkan lahan dengan terbangun.

Hasil perhitungan dan analisis menggunakan AHP dan sistem informasi geografis menunjukkan sebaran area kerentanan dan risiko bencana banjir dengan akurasi yang tinggi. 

Perpaduan metode ini menghasilkan informasi potensi banjir dengan cepat dan mendekati fakta yang sebenarnya. Berdasar pada kondisi ini, perpaduan metode AHP dalam sistem informasi geografis sangat berpotensi untuk kajian mitigasi bencana banjir.

Sumber: Modul PPG Geografi

Rabu, Desember 11

Interpretasi Citra Inderaja Untuk Jaringan Transportasi

Interpretasi Citra Inderaja Untuk Jaringan Transportasi

Penginderaan jauh saat ini sudah berkembang pesat penggunaannya di berbagai bidang kehidupan. 

Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih membuat penginderaan jauh semakin vital perannya dalam membantu manusia merencanakan dan mengelola tata ruang salah satunya untuk kegiatan transportasi.

Interpretasi peta inderaja jaringan transportasi dapat dilakukan dalam konteks hubungan sistem transportasi dengan ruang. Mobilitas atau perpindahan antar ruang adalah kunci dari geografi transportasi.

Ada 3 jenis kenampakan fisik ruang yang memengaruhi sistem transportasi secara umum yaitu:
1. Topografi
Kenampakan seperti gunung dan lembah sangat memengaruhi struktur jaringan, biaya dan kelayakan sebuah proyek transportasi. 

Infrastruktur transportasi darat utama biasanya dibangun di wilayah yang memiliki hambatan fisik paling minim seperti dataran rendah, lembah, celah pegunungan.

Pembangunan infrastruktur di daerah yang kasar biasanya memerlukan biaya dan konstruksi yang sangat berbeda. 

Transportasi air dipengaruhi oleh kedalaman air dan lokasi rintangan seperti terumbu karang. 

Garis pantai memberi pengaruh pada lokasi infrastruktur. Pesawat membutuhkan lapangan udara dengan ukuran yang cukup besar untuk take off dan landing pesawat.

2. Hidrologi
Kondisi sifat, sebaran dan sirkulasi air memainkan peranan penting dalam industri transportasi. Transportasi air sangat dipengaruhi oleh adanya alur yang dapat dilayari melalui sungai, danau dan laut dangkal. 

Beberapa sungai telah menjadi rute navigasi penting seperti di daerah Kalimantan yang banyak sungai besar seperti Barito, Mahakam dan Kapuas.

Kadangkala sungai yang lebar dan terjal menjadi hambatan transportasi sehingga perlu dibangun jembatan penguhubung. Konstruksi jembatan disesuaikan morfologi di sekitarnya.

3. Iklim
Komponen utama iklim seperti suhu, angin dan curah hujan berpengaruh pada moda infrastruktur transportasi. Mobilitas barang dan penumpang dapat dibatasi
Inderaja untuk jaringan transportasi
Pengolahan citra penginderaan jauh dalam bidang transportasi diantaranya sebagai berikut:

1. Penginderaan jauh dapat digunakan dalam pengerjaan koridor dan umumnya melibatkan desain drainase, desain jalan, rencana mitigasi dan evaluasi lingkungan. 

Citra dan data dapat digunakan untuk mendukung pemodlan proyek-proyek jangka panjang.

Aplikasi khusus diterapkan ketika citra dan digunakan untuk memantau limpasan sedimen, memantau kinerja kontraktor, memantau kondisi jembatan dan trotoar selama proses konstruksi, opsi rute melalui analisa medan, analisa tata guna lahan dan penilaian lingkungan.

2. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau keadaan jembatan dengan cara membandingkan citra sebelum dan sesudah jembatan rusak.

3. Ilmu dan teknologi inderaja digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan berbagai jenis sistem transportasi. 

Hal ini dapat terjadi karena penginderaan jauh mampu mendeteksi perubahan secara rutin dan cepat.

Sabtu, November 25

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Produk dari inderaja adalah citra yang kemudian akan diinterpretasi oleh ahlinya. Bentang budaya adalah salah satu contoh fenomena yang harus diinterpretasi dalam inderaja. 

Bentang budaya adalah bangunan yang dibuat oleh manusia. Identifikasi bentang budaya pada citra diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Bangunan
Dapat dikenali melalui bentuk, ukuran dan bayangan yang muncul di citra. Pada citra, rumah akan terlihat berukuran kecil dengan pola kotak-kotak,warna genteng oranye atua merah, gedung sekolah akan relatif memanjang berbentuk persegi panjang.

 Bandara akan terlihat lebih luas dengan landasan pacu yang terlihat memanjang. Menara akan terlihat jelas jika terdapat bayangan (citra miring).

b. Jalan
Dapat dikenali dengan warna yang agak kelabu dengan bentuk memanjang dan seragam. Jalan tol terlihat lebih lebar dibanding jalan raya kota. Jalan kereta api akan lebih gelap dengan lebar sempit dan lurus. 

c. Pertanian
Persawahan akan terlihat dengan bentuk yang terpola seperti kotak-kota dengan warna hijau muda (jika diambil pada saat musim tanam). Kebun sawit akan terlihat berpola seragam dengan tajuk seperti bintang dari atas. 

Perkbunan teh akan terlihat berwarna hijau seragam dan luas dengan situs pegunungan. Tambak ikan akan terlihat berbentuk kotak-kota dengan warna agak gelap.
Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja
Contoh kenampakan pelabuhan dalam citra inderaja
d. Perumahan
Perumahan akan terlihat memiliki pola relatif seragam, ukuran sama dan bergerombol. 

e. Perkantoran
Gedung perkantoran akan terlihat beragam tapi relatif memanjang, kotak atau bulat dari atas. Selain itu disekitarnya biasanya ada taman atau jalan raya.

f. Terowongan
Dapat dikenalai dengan bentuk memanjang, lebar seragam dan memotong jalan raya atau rel kereta api.

g. Waduk
Waduk khususnya buatan dapat terlihat dari adanya pintu air yang terlihat lurus dan adanya gedung pengatur kontrol air.

h. Jembatan
Jembatan dapat dikenali dengan bentuk memanjang di atas lembah, sungai dan memotong jalan atau rel kereta.

i. Landasan pacu
Landasan pacu pesawat terbang dapat dilihat dari lebar seragam dan panjang dengan rona kelabu. Selain itu terdapat bangunan terminal di sekitarnya.

j. Pelabuhan
Pelabuhan dapat dikenali karena situsnya dekat laut dengan asosiasi kapal-kapal di sekitarnya. Bisa juga terdapat deretan peti kemas berbentuk kotak kecil memanjang.

Itulah beberapa contoh bentang budaya yang bisa terekam citra beserta ciri yang nampak didalamnya. 
Gambar: disini

Selasa, Oktober 10

Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja

Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja

Halo kawan-kawan jumpa lagi dengan blog edisi lesson plan. Kali ini saya akan sedikit cerita pengalaman belajar interpretasi citra inderaja di kelas bersama anak-anak kelas XII. 

Materi inderaja merupakan salah satu materi yang diajarkan pada mapel geografi kelas XII untuk KTSP. Dalam materi inderaja ini anak-anak harus mampu menginterpretasi sebuah citra inderaja.

Nah kadangkala kita sering bingung bagaimana membuat pelajaran inderaja agar sedikit menarik di kelas dan bukan hanya hapalan saja. Jadi saya berfikir dan mencoba membuat mereka bekerja dan belajar untuk menganalisa foto udara. 

Dari mana foto udaranya?. Ya cari aja di google banyak, lalu print sendiri. Baca juga: Soal prinsip geografi dan jawabannya

Biasanya di UN Geografi, soal inderaja sering disajikan dalam bentuk analisa objek seperti ini:

1. Diketahui ciri objek:
- rona hijau
- tekstur kasar
- asosiasi dengan sungai

Objek yang sesuai dengan ciri di atas adalah ....
a. pantai
b. pemukiman
c. pesawahan
d. hutan tropis
e. jalan raya

Jawabannya adalah hutan tropis.

Soal ini masuk dalam kategori HOTS karena siswa harus menyimpulkan objek dari ciri yang ada di soal. Nah supaya membiasakan anak untuk menganalisa maka saya buat lesson plan kali ini untuk tugas praktik interpretasi citra. Berikut langkah-langkah pembelajarannya:

1. Buka google, cari quickbird image dan download citra yang sekiranya enak dilihat dan bagus.
2. Print gambar satu persatu agar setiap anak dapat satu citra udara. Wajib print warna
3. Buat lembar kerja identifikasi objeknya, saya tampilkan di bawah.
4. Nanti setiap anak harus mencoba menginterpretasi minimal 10 objek atau terserah bapak/ibu yang nampak di citra.
5. Setelah itu hasilnya didiskusikan agar bisa dianalisa bersama-sama karena interpetasi setiap anak pasti beda-beda. 
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Lembar praktik interpretasi citra
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Citra inderaja
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Praktik inderaja sesi 2
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close