Guru Geografi: Wilayah dan Pewilayahan | Blog Guru Geografi Milenial
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wilayah dan Pewilayahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wilayah dan Pewilayahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 24

Tujuan Dibangunnya Pusat Pertumbuhan Wilayah

Tujuan Dibangunnya Pusat Pertumbuhan Wilayah

Dalam sebuah negara, kehadiran pusat-pusat pertumbuhan sangat membantu terhadap tumbuh dan berkembangnya kota-kota dan kegiatan ekonomi. 

Pusat pertumbuhan wilayah adalah area yang secara geografis ditetapkan atau dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perkembangan sosial, dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Ada beberapa alasan mengapa pemerintah atau badan-badan pembangunan mendirikan atau mendukung pusat pertumbuhan wilayah:

Mengurangi Ketidaksetaraan: Salah satu tujuan utama pusat pertumbuhan wilayah adalah untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dan sosial di antara berbagai wilayah dalam suatu negara atau daerah. Dengan memberikan fokus dan investasi tambahan pada wilayah tertentu, pemerintah dapat membantu mengimbangi ketidaksetaraan antarwilayah.

Mengarahkan Investasi dan Sumber Daya: Pusat pertumbuhan wilayah berfungsi sebagai magnet untuk investasi dan sumber daya, baik dari sektor publik maupun swasta. Ini membantu mengkonsolidasikan sumber daya ekonomi dan infrastruktur yang diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan Infrastruktur: Pusat pertumbuhan wilayah sering kali menjadi pusat pembangunan infrastruktur yang signifikan, seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan fasilitas transportasi lainnya. Infrastruktur yang baik adalah kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas.

Penyediaan Layanan Dasar: Pusat pertumbuhan wilayah juga berperan dalam penyediaan layanan dasar seperti pendidikan, perawatan kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Ini membantu meningkatkan taraf hidup penduduk setempat.

Mendorong Inovasi dan Pengembangan: Pusat pertumbuhan wilayah sering menjadi pusat inovasi dan pengembangan. Mereka menarik bakat dan bisnis kreatif yang dapat mendorong perkembangan teknologi dan pengetahuan.
Ibukota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Pusat pertumbuhan wilayah dapat membantu memperkuat perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan kesempatan bisnis. Ini membantu mengurangi migrasi penduduk dari daerah tersebut ke wilayah metropolitan yang lebih besar.

Optimalisasi Sumber Daya Alam: Dalam beberapa kasus, pusat pertumbuhan wilayah dapat dikembangkan di sekitar sumber daya alam tertentu, seperti tambang atau ladang minyak. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan eksploitasi dan manfaat dari sumber daya alam tersebut.

Diversifikasi Ekonomi: Pusat pertumbuhan wilayah dapat membantu dalam upaya diversifikasi ekonomi suatu wilayah. Misalnya, jika wilayah tersebut sangat bergantung pada satu sektor ekonomi tertentu, seperti pertanian, pusat pertumbuhan dapat membantu dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Dalam prakteknya, pendekatan pembentukan pusat pertumbuhan wilayah dapat bervariasi tergantung pada kondisi sosial, ekonomi, dan politik di suatu negara atau daerah. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup penduduk di wilayah tersebut. 

Sabtu, Agustus 26

Toponomi Wilayah dan Syarat-Syaratnya

Toponomi Wilayah dan Syarat-Syaratnya

Pernahkah kalian bertanya kenapa nama lokasi atau tempat tinggal saya itu bisa bernama "Jakarta" misalnya atau apapun misalnya jika datang ke suatu lokasi maka akan ada nama-nama yang unik.

Penamaan suatu wilayah tentu tidak sembarangan karena berkaitan dengan berbagai faktor mulai dari sejarah, budaya dan lainnya. Dalam hal ini, tata nama wilayah itu dipelajari dalam toponomi.

Toponomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama-nama tempat, seperti nama-nama kota, desa, gunung, sungai, dan lain sebagainya. Nama-nama tempat ini berasal dari berbagai bahasa dan memiliki sejarah serta makna tersendiri. Syarat-syarat untuk menjadi toponomi suatu wilayah adalah sebagai berikut:


Bentuk Geografis atau Ciri Khas: Nama-nama tempat sering kali terkait dengan ciri khas geografis suatu wilayah. Misalnya, Gunung Everest dinamai berdasarkan nama George Everest, seorang penjelajah Inggris, dan "everest" sendiri merujuk pada ciri geografis gunung tertinggi di dunia.

Sejarah atau Asal Usul: Nama-nama tempat bisa berasal dari sejarah kuno, mitos, tokoh bersejarah, atau peristiwa penting. Contohnya, kota Roma dinamai berdasarkan nama pendirinya, Romulus.

Bahasa: Nama-nama tempat sering kali berasal dari bahasa lokal atau bahasa yang pernah dominan di wilayah tersebut. Misalnya, nama kota Paris berasal dari bahasa Galia kuno.

Budaya dan Tradisi: Nama-nama tempat juga bisa mencerminkan budaya dan tradisi suatu wilayah. Misalnya, kota Kyoto di Jepang memiliki nama yang berarti "Ibu Kota" dan mencerminkan statusnya sebagai ibu kota kekaisaran selama berabad-abad.

Penghargaan atau Dedikasi: Beberapa tempat dinamai sebagai penghargaan atau dedikasi terhadap seseorang atau sesuatu. Misalnya, kota Washington, D.C. dinamai untuk menghormati George Washington, presiden pertama Amerika Serikat.

Asosiasi Sejarah atau Kejadian Penting: Nama-nama tempat bisa terkait dengan peristiwa sejarah atau kejadian penting yang terjadi di wilayah tersebut. Misalnya, kota Hiroshima menjadi terkenal karena menjadi target serangan nuklir pada Perang Dunia II.

Makna atau Simbolisme: Beberapa nama tempat memiliki makna khusus atau simbolisme. Misalnya, nama kota Jerusalem memiliki makna religius dan simbolisme bagi tiga agama besar: Kristen, Islam, dan Yahudi.

Ejaan dan Pelafalan: Nama-nama tempat harus memiliki ejaan dan pelafalan yang sesuai dengan aturan bahasa lokal atau bahasa yang digunakan di wilayah tersebut.

Kesesuaian Budaya dan Norma: Nama-nama tempat harus mempertimbangkan budaya dan norma lokal. Beberapa nama mungkin dihindari karena memiliki makna atau konotasi yang tidak pantas atau sensitif dalam bahasa lokal.

Persetujuan Pemerintah dan Pihak Berwenang: Nama-nama tempat umumnya perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah atau pihak berwenang yang bertanggung jawab atas administrasi wilayah tersebut.

Kesesuaian dengan Identitas Wilayah: Nama-nama tempat sebaiknya mencerminkan identitas, karakteristik, dan kepentingan wilayah tersebut.

Perkembangan dan Evolusi: Nama-nama tempat juga bisa mengalami perubahan atau evolusi seiring waktu berdasarkan perkembangan budaya, bahasa, dan pandangan masyarakat.

Syarat-syarat ini dapat bervariasi tergantung pada budaya, sejarah, dan bahasa yang berkaitan dengan suatu wilayah. Di Indonesia sendiri aturan toponomi wilayah mengacu pada PP No 2 Tahun 2021. PP ini mengatur mengenai pengaturan penyelenggaraan Nama Rupabumi yang bertujuan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan adat istiadat serta mewujudkan tertib administrasi pemerintahan. 

Minggu, Juli 23

Definisi Wilayah Homogen/Sejenis dan Contohnya

Definisi Wilayah Homogen/Sejenis dan Contohnya

Dalam belajar geografi pasti akan erat sekali dengan istilah region atau wilayah. Di kelas 12 dalam bab pertama pasti kalian akan belajar pengertian wilayah dan jenis-jenis wilayah.

Di postingan ini saya akan bahas tentang pengertian dan contoh wilayah homogen/uniform di permukaan bumi. Simak baik-baik dan jangan lupa share ke teman!.

Wilayah homogen adalah suatu wilayah yang memiliki kesamaan atau keseragaman dalam suatu atau beberapa aspek tertentu. 

Artinya, wilayah homogen memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang serupa di seluruh wilayahnya atau di sebagian besar wilayahnya. Konsep wilayah homogen sering digunakan dalam ilmu geografi, demografi, ekonomi, dan bidang studi lainnya untuk memahami pola dan distribusi fenomena tertentu.

Contoh definisi wilayah homogen:

1. Wilayah homogen dalam hal penggunaan lahan: Suatu wilayah yang mayoritasnya digunakan untuk pertanian, tanahnya subur, dan memiliki pola penggunaan lahan yang seragam. Contoh wilayah pertanian ada di gambar berikut.
Petanian bawang

2. Wilayah homogen dalam hal iklim: Suatu wilayah dengan iklim tropis basah sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata harian yang hampir konstan di sekitar 27°C dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

3. Wilayah homogen dalam hal tingkat ekonomi: Wilayah dengan tingkat pendapatan penduduk yang relatif rendah, mayoritas mata pencaharian adalah petani, dan memiliki struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor pertanian.

4. Wilayah homogen dalam hal kepadatan penduduk: Wilayah pedesaan dengan kepadatan penduduk yang rendah, memiliki lahan pertanian yang luas, dan jarak antarpenduduk yang cukup jauh.

5. Wilayah homogen dalam hal bahasa dan budaya: Wilayah dengan mayoritas penduduk yang menggunakan bahasa dan memiliki budaya yang sama, serta memiliki tradisi dan adat istiadat yang serupa.

Wilayah homogen membantu para ahli dan perencana untuk memahami pola geografis, sosial, ekonomi, dan budaya suatu wilayah secara lebih mendalam. Pengelompokan wilayah berdasarkan kesamaan ini juga dapat membantu dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, dan pemahaman mengenai dinamika wilayah tersebut.

Senin, Juli 17

Membedakan Wilayah Formal dan Fungsional Geografi

Membedakan Wilayah Formal dan Fungsional Geografi

Dalam geografi, terdapat beberapa jenis wilayah yang umumnya diklasifikasikan menjadi wilayah formal dan wilayah fungsional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keduanya:

Wilayah Formal:

Wilayah formal adalah jenis wilayah yang ditentukan oleh ciri-ciri fisik atau budaya yang konsisten di dalamnya. Faktor-faktor yang digunakan untuk membatasi wilayah formal termasuk batas-batas administratif seperti negara, provinsi, atau kabupaten, serta ciri geografis seperti iklim, vegetasi, atau topografi. Contoh-contoh wilayah formal meliputi:

Wilayah Administratif: Seperti negara, provinsi, kabupaten, atau kotamadya yang ditentukan oleh batas administratif pemerintahan.

Wilayah Geografis: Misalnya, wilayah pegunungan, dataran tinggi, lembah sungai, atau wilayah pesisir yang memiliki ciri geografis khas.

Wilayah Ekologi: Misalnya, wilayah hutan hujan tropis, gurun pasir, atau terumbu karang yang ditandai oleh ekosistem dan spesies tertentu.

Wilayah fungsional memiliki aktifitas yang heterogen

Wilayah Fungsional:

Wilayah fungsional adalah jenis wilayah yang ditentukan oleh interaksi dan hubungan fungsional antara bagian-bagian di dalamnya. Wilayah fungsional dapat diidentifikasi berdasarkan aliran manusia, barang, informasi, atau kegiatan ekonomi lainnya. Wilayah fungsional sering kali memiliki pusat kegiatan atau simpul yang mempengaruhi wilayah sekitarnya. Contoh-contoh wilayah fungsional meliputi:

Wilayah Perdagangan: Misalnya, pusat perbelanjaan atau pasar yang menarik orang dari wilayah sekitarnya untuk berinteraksi dan melakukan kegiatan perdagangan.

Wilayah Pelayanan: Misalnya, wilayah pelayanan rumah sakit atau sekolah yang melayani penduduk dari area yang lebih luas.

Wilayah Transportasi: Misalnya, jaringan jalan tol atau jalur kereta api yang menghubungkan berbagai kota dan wilayah.

Wilayah formal dan fungsional sering kali saling terkait dan dapat tumpang tindih. Misalnya, sebuah negara (wilayah formal) dapat memiliki wilayah perdagangan yang mencakup beberapa kota dan desa (wilayah fungsional). Pemahaman tentang jenis-jenis wilayah ini membantu geografer dan ahli perencanaan untuk memahami kompleksitas dan dinamika dalam pengorganisasian ruang geografis.

Image by Noel from Pixabay

Jumat, Agustus 12

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam

Pengertian dan Contoh Wilayah Homogen/Uniform/Seragam


Dalam kajian wilayah ada istilah wilayah homogen atau seragam. Nah apa maksudnya dan seperti apa contohnya dalam kehidupan?. Kita coba bahas di postingan ini.

Konsep wilayah homogen adalah wilayah yang dilihat pada kenyataan bahwa faktor-faktor dominan pembentuk wilayah tersebut bersifat homogen alias seragam atau sama.

Sementara itu faktor yang tidak dominan mungkin saja beragam atau heterogen. Jadi konsep wilayah homogen ini lebih menekankan pada aspek kesamaan yang muncul pada unit wilayah. 

Mengapa terjadi homogenitas pada suatu wilayah?. Ini bisa disebabkan oleh faktor alamiah dan faktor artifisial atau buatan.

Contoh wilayah homogen itu adalah wilayah pesawahan misalnya. Coba kamu pandangi sawah di desa, pasti yang terlihat semuanya tanaman padi dengan warna hijau atau kuning pas panen. 

Atau coba lihat gambar peta di atas postingan, itu adalah pewilayahan di Amerika Serikat berdasarkan hasil pertaniannya. Warna sama menandakan wilayah dengan sentra hasi pertanian yang sama.

Faktor alamiah pembentuk wilayah mencakup kemampuan topografi dan kondisi iklim. Konsep ini telah dikemukakan luas dalam ilmu lingkungan. Contoh pembagian wilayah formal secara alamiah adalah pewilayahan zonasi iklim Junghuhn, fauna Indonesia atau iklim Koppen.

Sementara itu faktor artifisial wilayah homogen adalah suku, budaya, politik, perilaku sosial dan lainnya. Misalnya kita melihat pewilayahan suku bangsa di Indonesia, atau persepsi politik masyarakat.

Homogenitas wilayah pokonya melihat keseragaman aspek yang akan ditunjukkan dalam satu ruang wilayah. Faktornya tadi bisa memang alamiah ataupun buatan oleh manusia.

Wilayah homogen ini dibatasi berdasarkan keseragaman secara internal (internal uniform).Secara teori ekonomi, keserupaan dalam tingkat pendapatan per kapita merupakan kriteria yang lazim dipakai untuk menentukan kehomogenan (Adisasmita, 2005).

Adapun contoh wilayah homogen sebagai berikut:
a. Wilayah sentra penghasil buah naga di Kabupaten Banyuwangi yaitu Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Bangorejo, dan Kecamatan Purworejo. 
b. Kawasan Pantura yang merupakan daerah penghasil udang terbesar di JawaTimur yang meliputi Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan,Probolinggo, Situbondo, dan Kawasan Timur Banyuwangi.
c. Daerah tambak di Jawa Timur yaitu Gresik, Lamongan, Tuban, Sidorjo.
d. Kota Blitar, dimana tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar (Kecamatan Nglegok, Garum dan Gandusari) menjadi sentra penghasil tanaman manggis. (Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur).

Sabtu, Juli 30

Pengertian Konsep Wilayah/Region Secara Geografis

Pengertian Konsep Wilayah/Region Secara Geografis

Dalam geografi pastinya kita akan banyak membahas tentang sesuatu yang dinamakan wilayah. Lau apa sih definisi atau pengertian wilayah itu sendiri?.

Dalam bahasa Inggris, wilayah itu dinamakan region ya teman-teman. Makanya ada istilah pendekatna regional atau geografi regional.

Sebelum kita lihat berbagai definisi wilayah maka kita harus paham dulu bagaimana cara kita mengenali suatu wilayah.

Coba perhatikan dengan seksama, sekarang kamu sedang berada dimana saat membaca artikel ini?. Pastinya ada yang lagi buka di handphone sambil berbaring di kamar, atau sedang duduk di kafe atau sedang duduk di kursi kelas.

Nah pandangi sekitar kalian, pastinya akan ada suatu ruang dengan berbagai macam "item" atau elemen-elemen. Jika kamu di kamar maka kamu akan menemukan benda macam kasur, meja, lemari dan apa lah kan saya gak tahu.

Jika kamu sedang di kelas maka kamu juga pasti akan menemukan benda lain macam papan tulis, kursi, meja guru dan lainnya. 

Semuanya berbeda-beda kan?. Itulah makna utama dari definisi suatu wilayah yaitu ada suatu hal berbeda dalam ruang. Yuk sekarang kita coba lihat definisi-definisi wilayah lainnya menurut para ahli geografi.

1. UU No. 26 Tahun 2007
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait kepadanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.
2. Rustiadi, et al.
Wilayah dapat didefinisikan sebagai unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu di mana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional. Sehingga batasan wilayah tidaklah selalu bersifat fisik dan pasti tetapi seringkali bersifat dinamis.
3. Hagget, Cliff dan Frey
Wilayah diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu: (1) wilayah homogen (uniform/homogenous region); (2) wilayah nodal (nodal region); dan (3) wilayah perencanaan (planning region atau programming region). 
4. Saefulhakim, dkk 
Wilayah adalah satu kesatuan unit geografis yang antarbagiannya mempunyai keterkaitan secara fungsional.
5. Pengertian geografis wilayah
Wilayah merupakan kesatuan alam yaitu alam yang serbasama/homogen/seragam dan kesatuan manusia yaitu masyarakat serta kebudayaannya yang serba sama, yang mempunyai ciri (kekhususan) yang khas, yang dapat membedakan dengan wilayah yang lainnya.

Contoh kenampakan wilayah pertanian 
Wilayah geografis dapat mengandung wilayah geologi (geological region), wilayah tubuh tanah (soil region), wilayah vegetasi (vegetation region), wilayah bahasa (distinguistic region), wilayah ekonomi (economic region), wilayah sejarah (historical region) dan sebagainya.

Glason pada tahun 1974 juga mengklasifikasikan region/wilayah berdasarkan kemajuan level ekonominya yaitu:
1) fase pertama yaitu wilayah formal yang berkenaan dengan keseragaman/homogenitas. Wilayah formal adalah suatu wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, sosial dan politik. 
2) fase kedua yaitu wilayah fungsional yang berkenaan dengan koherensi dan interdependensi fungsional, saling hubungan antar bagian-bagian dalam wilayah tersebut. Kadang juga disebut wilayah nodal atau polarized region dan terdiri dari satuan-satuan yang heterogen, seperti desa-kota yang secara fungsional saling berkaitan. 
3) fase ketiga yaitu wilayah perencanaan yang memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi.

Senin, Juli 20

Rangkuman Geografi Kelas 12 Bab Wilayah dan Pewilayahan

Rangkuman Geografi Kelas 12 Bab Wilayah dan Pewilayahan

Wilayah atau region adalah konsep dasar geografi yang wajib dipahami seorang geografi. Belajar geografi adalah belajar mengenai segala hal yang ada pada ruang atau wilayah.

Kali ini saya akan memberikan rangkuman materi wilayah dan pewilayahan kelas 12. Silahkan dipelajari dan dipahami.

Baca juga: Rangkuman bab interaksi desa kota

1. Wilayah atau region adalah suatu unit area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik khas dan dapat dibedakan dengan unit area lainnya.
2. Konsep wilayah mencermikan adanya perubahan ekonomi dari perekonomian pertanian sederhana ke sistem industri yang kompleks.
3. Ciri wilayah antara lain memiliki karakteristik dan luas, berbeda dengan wilayah lain dan dapat ditentukan berdasarkan aspek administratif dan fungsional.
4. Wilayah dapat dikategorikan menjadi wilayah homogen, wilayah khusus dan wilayah vernakular.
5. Pewilayahan adalah pembatasan wilayah berdasarkan aspek-aspek tertentu.
6. Tujuan pewilayahan adalah mengelompokkan wilayah berdasarkan kriteria tertentu agar mudah dikenal dan dibedakan.
7. Tiga metode pewilayahan adalah generalisasi wilayah, delimitasi wilayah dan klasifikasi wilayah.
8. Ruang adalah wilayah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara termasuk ruang di dalam bumi sebagai suatu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya.
9. Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
10. Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.
11. Beberapa ahli Teori Wilayah antara lain Walter Isard, Albert Hirschman, Gunnar Myrdal, John Friedmann dan Douglass.
12. Pembangunan adalah proses perubahan menuju arah lebih baik melalui upaya-upaya yang dilakukan secara terencana.
13. Teori lokasi pertanian dikemukakan oleh Johan Heinrich Von Thunen, menyatakan tinggi rendahnya sewa tanah menjadi penentu utama pemilihan lokasi atau penggunaan tanah.
14. Teori lokasi industri dikemukkan Alfred Weber, menyatakan prinsip minimalisasi biaya menjadi dasar pemilihan lokasi industri.
15. Faktor utama lokasi industri Weber adalah faktor regional dan faktor aglomerasi.
16. Teori tempat sentral dikemukan Walter Christaller, menyatakan lokasi yang senantiasa melayani berbagai berbagai kebutuhan penduduk dan terletak pada suatu tempat yang terpusar.
17. Konsep dasar teori tempat sentral adalah range (jangkauan) dan threshold (ambang populasi minimum).
18. Teori kutub pertumbuhan dikemukakan Francois Perroux, menyatakan bahwa pertumbuan tidak muncul bersamaan tapi hasil dari adanya industri pendorong.
19. Teori pertumbuhan wilayah diantaranya teori basis sumber daya alam, teori basis ekspor, teori pertumbuhan neoklasik dan teori ketidakseimbangan pertumbuhan wilayah.
20. Faktor pertumbuhan wilayah adalah kondisi geografis dan sumber daya alam, tenaga kerja, modal, infrastruktur dan teknologi
21. Pendekatan pembangunan wilayah secara umum terbagi dua yaitu Top-Down dan Bottom-Up.
22. Rencana Tata Ruang Wilayah di Indonesia terbagi menjadi Rencana Jangka Pendek (5 tahun), Rencana Jangka Menengah (10 tahun) dan Rencana Jangka Panjang (20 tahun).
23. Minapolitan adalah konsep kota perikanan dengan pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah.
24. Tujuh wilayah pembangunan di Indonesia adalah Papua, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Bali serta Sumatera.
25. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

Baca juga:
Kunci Evaluasi Erlangga Bab Wilayah dan Tata Ruang 
Kunci Evaluasi Erlangga Bab Interaksi Desa-Kota

Peta kawasan ekonomi khusus pembangunan

Minggu, Juli 19

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Pewilayahan atau regionalisasi adalah cara mengelompokkan suatu unit wilayah yang memiliki unsur-unsur yang sama.

Lokasi, tempat di ruang permukaan bumi ini sangat banyak dan tersebar tidak merata, oleh sebab itu diperlukan suatu klasifikasi untuk memudahkan kita mengenali wilayah-wilayah tersebut beserta cirinya.

Regionalisasi dilakukan pada dasarnya untuk menyederhanakan wilayah-wilayah yang ada di permukaan bumi sehingga kita mudah mengenalinya.

Adanya kesamaan ciri karakteristik fisik misalnya akan memudahkan kita untuk memahami wilayah tersebut.

Contoh sederhana adalah pewilayahan bioma di bumi. Ada 7 bioma yang kita kenal seperti hutan hujan, hutan gugur, taiga, sabana, stepa dan tundra.

Untuk menentukan batas wilayah tersebut maka kita akan melihat vegetasi dominan yang ada di wilayah tersebut.

Wilayah hutan hujan tentu akan didominasi pohon kanopi lebat yang hijau sementara tundra akan didominasi tutupan es dengan sedikit vegetasi. Itulah contoh bagaimana pewilayahan di bumi digunakan oleh seorang geograf.

Selain itu pewilayahan sangat erat dengan kepentingan masing-masing geografi. Jika yang bersangkutan adalah fokus ke ekonomi maka tentu akan menentukan indikator ekonomi sebagai pembatas pewilayahannya.
Pewilayahan wilayah waktu di dunia

Kalau yang bersangkutan ahli biogeografi tentu indikator yang digunakan adalah flora fauna di wilayah tersebut. Jadi semuanya bersifat subjektif.

Di masa pembangunan Indonesia setelah kemerdekaan, wilayah Indonesia dibagi menjadi beberapa zona dengan satu pusat pertumbuhan dan wilayah pembangungan.

Pewilayahan tersebut pada dasarnya menunjukkan ketimpangan antar wilayah dalam hal demografi, sumber daya, pendapatan, pengangguran, migrasi, polarisasi dan lainnya.

Selain memudahkan pembangunan, tujuan pewilayahan diantaranya adalah:
1. membantu mengelompokan unit wilayah berdsarkan kriteria tertentu.
2. membantu menyusun strategi tata ruang di masa depan.
3. memisahkan wilayah yang tidak berkembang dan berkembang pesat.
4. mengetahui wilayah rawan bencana ringan hingga berat.

Semakin pesat peradaban manusia membuat ruang permukaan bumi semakin berubah karena campur tangan manusia. Kini manusia dapat dengan mudah membuat wilayah sendiri dengan cara reklamasi pantai misalnya.

Pewilayahan pada dasarnya dapat membantu manusia mengelola ruang sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, namun yang terjadi seringkali wilayah semakin maju secara ekonomi namun mengalami degradasi secara ekologi. Akibatnya bencana hidrometeorologi sering melanda wilayah-wilayah yang dimodifikasi manusia.

Inilah tantangan bagi manusia agar pengelolaaan wilayah hendakanya memadukan aspek ekologi dan ekonomi agar tidak terjadi kerusakan dan kerugian bagi manusia dan mahluk hidup lain di dalamnya. 

Baca juga: Soal Ulangan Pewilayahan + Kunci

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done