Guru Geografi: Geografi Sejarah | Materi Geografi, Soal TKA, OSN, Kebumian
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 11

Timeline Sejarah Perkembangan Geografi di Indonesia dari Era VOC

Timeline Sejarah Perkembangan Geografi di Indonesia dari Era VOC


Pasti mahasiswa geografi atau anak-anak seringkali bertanya, sebenarnya sejak kapan ilmu geografi itu berkembang di Indonesia?. Di postingan ini kita akan bahas kronologi lahirnya geografi di nusantara kita.

Jadi ilmu geografi pertama kali masuk ke Indonesia melalui penjelajah dan pedagang Eropa dan Belanda memainkan peran besar dalam perkembangan ilmu geografi selama masa kolonial. Cornelis de Houtman merupakan agen Belanda yang memulai studi geografis Indonesia untuk kepentingan VOC.

Ekspedisi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mengumpulkan data geografis untuk perdagangan. Peta-peta awal yang dibuat oleh Belanda menjadi dasar bagi pemetaan wilayah Nusantara. VOC memerlukan data geografis untuk memetakan potensi sumber daya yang nantinya akan dikeruk untuk kepentingan monopoli perdagangan.

Di masa pergerakan nasional, istilah geografi awalnya dikenal dalam bahasa Belanda yaitu Aardrijskunde yang artinya studi tentang bentang permukaan bumi. Kata Aardi sendiri dalam bahasa Belanda merupakan serapan dari bahasa Arab Ardi yang artinya bumi, tanah, lahan, lingkungan. 

Setelah masa kolonial berakhir dan diganti pendudukan Jepang maka istilah tadi dirubah menjadi Ilmu Bumi agar menggunakan bahasa yang tidak ada kaitannya dengan Belanda dan lebih mencitrakan pribumi.

Setelah kemerdekaan, fokus pada pembangunan nasional membutuhkan data geografis yang akurat. Lembaga penelitian geografi mulai didirikan dengan Prof. Dr. R. Soetomo menjadi pelopor berdirinya Institut Geografi Indonesia.

Departemen Geografi Universitas Indonesia kemudian didirikan pada 1950 disusul peluncuran program studi geografi di beberapa universitas lainnya. 

Di era orde baru, pemetintah gencar melakukan pembangunan dan teknologi geospasial terus dikembangkan dengan dibuatkan hukum agraria dan tata kelola lahan. Prof. Dr. Budi Harsono adalah tokoh sentral dalam pembuatan blueprint tata kelola lahan di Indonesia.

Lalu selanjutnya dilakukan pembentukan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) pada tahun 1969. Era reformasi membawa kebebasan akademis yang lebih besar dan peningkatan kolaborasi internasional dan fokus pada isu-isu lingkungan, perubahan iklim, dan mitigasi bencana.

Bakosurtanal kemudian dirubah menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG) pada tahun 2011 dan penggunaan teknologi satelit dan penginderaan jauh untuk pemantauan lingkungan dan bencana semakin intens.

Saat ini teknologi satelit inderaja semakin canggih dipadukan dengan Big Data membuat kajian geospasial menjadi penting dan strategis untuk pembangunan wilayah. Analisis keruangan kini semakin lebih komprehensif dengan bantuan ilmu pengindeaan jauh dan Sistem Informasi Geografi.

Itulah perjalanan geografi di nusantara sebagai sebuah ilmu yang kini terus berkembang untuk berkontribusi dalam pembangunan wilayah di nusantara. Cek pembahasan via video di kanal youtube Guru Geografi.

Rabu, Juli 19

Tahap-Tahap Sejarah Perkembangan Geografi

Tahap-Tahap Sejarah Perkembangan Geografi

Sejarah perkembangan geografi melibatkan evolusi pemahaman manusia tentang dunia fisik dan manusia di sekitarnya. Disiplin geografi sendiri telah ada sejak zaman kuno dan mengalami perubahan signifikan sepanjang sejarahnya. Berikut adalah uraian tentang perkembangan geografi dari masa ke masa:

Zaman Kuno:

Pada zaman kuno, geografi sering kali terkait dengan pemetaan wilayah dan penjelajahan. Peradaban Mesir Kuno, Babilonia, Yunani, dan Romawi telah membuat peta-peta awal yang berfokus pada pemerintahan, perbatasan, dan fitur fisik. Herodotus, seorang sejarawan Yunani kuno, juga dikenal sebagai "Bapak Sejarah", menggabungkan catatan geografis dalam karyanya yang mencakup topografi, iklim, dan budaya.

Abad Pertengahan:

Pada Abad Pertengahan, pengetahuan geografis berkembang melalui perjalanan dan penjelajahan. Pelaut Arab seperti Ibn Battuta melakukan perjalanan jauh dan mengumpulkan pengetahuan tentang tempat-tempat yang dikunjunginya. Peta-peta dari periode ini sering kali memiliki kekurangan dan bias yang signifikan.

Zaman Penjelajahan:

Zaman penjelajahan pada abad ke-15 dan ke-16 membawa perubahan besar dalam geografi. Penjelajahan oleh penjelajah seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan membawa penemuan-penemuan baru dan pemetaan wilayah yang lebih akurat. Selama periode ini, juga muncul pemikiran ilmiah yang signifikan, seperti teori Bumi bulat oleh Eratosthenes.

Zaman Pencerahan:

Pada abad ke-18, geografi berkembang sebagai disiplin ilmiah yang terpisah. Ahli geografi seperti Alexander von Humboldt memainkan peran penting dalam mempromosikan pengamatan ilmiah dan metode penelitian. Karya-karya seperti "Kosmos" karya Humboldt menyediakan pemahaman terperinci tentang hubungan antara manusia dan lingkungan alam.

Abad ke-19:

Pada abad ke-19, geografi berkembang lebih jauh dengan penelitian ekspedisi, pemetaan yang lebih akurat, dan perluasan studi tentang interaksi manusia dengan lingkungan alam. Para geografer seperti Carl Ritter dan Friedrich Ratzel memperkenalkan konsep-konsep seperti determinisme lingkungan dan teori keturunan geografis.

Abad ke-20:

Pada abad ke-20, perkembangan teknologi seperti fotografi udara, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG) membantu geografi mengembangkan metode penelitian yang lebih maju. Disiplin ini juga terbagi menjadi sub-bidang seperti geografi fisik, geografi manusia, dan geografi regional.

Era Modern:

Pada era modern, geografi semakin mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan sistem navigasi satelit (GPS) memungkinkan pemetaan dan pemantauan yang lebih akurat. Geografi juga telah berkontribusi pada pemahaman tentang perubahan iklim, urbanisasi, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan lingkungan lainnya.

Perkembangan geografi terus berlanjut hingga saat ini, dengan fokus pada masalah global seperti perubahan iklim, urbanisasi yang cepat, pemanfaatan sumber daya alam, dan dinamika sosial-ekonomi dalam skala lokal, regional, dan global.


Rabu, September 21

Sejarah Imperialisme dan Kolonialisme: Jalur Sutra (Silk Road)

Sejarah Imperialisme dan Kolonialisme: Jalur Sutra (Silk Road)

Peta jalur sutra

Kolonialisme dan imperialisme tidak terlepas dari kegiatan perdagangan yang telah dilakukan manusia sejak beribu tahun lalu. Salah satu jalur perdagangan kuno terkenal adalah silk road atau jalur sutra.

Jalur Sutra bukanlah jalan yang paten atau arah rutenya tunggal. Istilah Jalur Sutra merujuk pada jaringan rute yang digunakan oleh para pedagang selama lebih dari 1.500 tahun, sejak dinasti Han di Tiongkok membuka perdagangan pada 130 SM sampai 1453 M, ketika Kekaisaran Ottoman menutup perdagangan dengan Barat. 

Ahli geografi dan penjelajah Jerman Ferdinand von Richthofen pertama kali menggunakan istilah ”jalan sutra” pada tahun 1877 M untuk menggambarkan jalur barang yang dilalui dengan baik antara Eropa dan Asia Timur. 

Istilah silk road ini juga berfungsi sebagai metafora untuk pertukaran barang dan ide antara budaya yang beragam. Meskipun jaringan perdagangan sering disebut sebagai Jalur Sutra, beberapa sejarawan lebih menyukai istilah Rute Sutra karena lebih mencerminkan banyak jalur yang diambil oleh para pedagang.

Jalur Sutra membentang sejauh kurang lebih 6.437 kilometer (4.000 mil) melintasi beberapa lanskap paling tangguh/ekstrim di dunia, termasuk Gurun Gobi dan Pegunungan Pamir. Dengan tidak adanya satu pemerintah untuk melakukan pemeliharaan, jalan-jalan biasanya dalam kondisi buruk. 

Perampok di Jalur Sutra adalah hal biasa. Untuk melindungi diri, para pedagang bergabung bersama dalam karavan dengan unta atau hewan angkut lainnya. Hanya sedikit orang yang menempuh seluruh rute, sehingga menimbulkan sejumlah perantara dan pos perdagangan di sepanjang jalan.

Komoditas yang diperdagangkan di Jalur Sutra antara lain sutra, emas, giok, teh dan rempah-rempah. Hanya barang-barang mewah yang diperdagangkan. Cina menyuplai sutra ke Asia Barat dan wilayah Mediterania, sementara rempah-rempah diperoleh dari Asia Selatan.

Tidak hanya terkait perdagangan, kota-kota di sepanjang jalur ini juga tumbuh menjadi pusat pengetahuan, budaya dan seni. Orang-orang dari berbagai latar belakang suku, budaya berinterkasi satu sama lain sehingga muncul penyebaran agama misalnya baik Hindu, Buddha, Islam ke berbagai penjuru belahan bumi.

Salah satu pengelana Jalur Sutra yang paling terkenal adalah Marco Polo (1254 M – 1324 M). Lahir dari keluarga saudagar kaya di Venesia, Italia, Marco bepergian dengan ayahnya ke China (saat itu Cathay) ketika dia baru berusia 17 tahun. 

Mereka melakukan perjalanan selama lebih dari tiga tahun sebelum tiba di istana Kubilai Khan di Xanadu pada tahun 1275 M. Marco tinggal di istana Khan dan dikirim dalam misi ke bagian-bagian Asia yang belum pernah dikunjungi oleh orang Eropa. Sekembalinya dari sana, Marco Polo menulis tentang petualangannya, dan membuat peta rute perjalanannya.

Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya Jalur Sutra dalam sejarah peradaban dunia. Agama dan ide menyebar di sepanjang Jalur Sutra sama lancarnya dengan transfer komoditas barang. Kota-kota di sepanjang rute tumbuh menjadi kota multikultural. 

Pertukaran informasi memunculkan teknologi dan inovasi baru yang akan mengubah dunia. Kuda-kuda yang diperkenalkan ke China berkontribusi pada kekuatan Kekaisaran Mongol, sementara bubuk mesiu dari China mengubah sifat perang di Eropa dan sekitarnya. 
Sisa kota kuno di Irak, dilalui jalur sutra

Penyakit juga menyebar di sepanjang Jalur Sutra. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wabah Black Death, yang menghancurkan Eropa pada akhir 1340-an M, kemungkinan menyebar dari Asia di sepanjang Jalur Sutra. 

Zaman Penjelajahan memunculkan rute yang lebih cepat antara Timur dan Barat, tetapi bagian dari Jalur Sutra terus menjadi jalur penting di antara beragam budaya. Saat ini, sebagian dari Jalur Sutra terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Kamis, Juli 28

Perbedaan Konsep Kolonialisme dan Imperialisme Kuno dan Modern

Perbedaan Konsep Kolonialisme dan Imperialisme Kuno dan Modern

Kolonialisme dan imperialisme identik dengan penjajahan tapi secara makna adalah dua hal yang memiliki persamaan dan perbedaan. Kolonialisme berasal dari kata latin "colonia" artinya tanah jajahan.

Kolonialisme adalah suatu paham terkait penguasaan suatu negara/bangsa atas bangsa/negara lain dalam rangka memperluas kekuasaannya, namun masih tetap berhubungan dengan negara asalnya.

Imperialisme berasal dari "imperator" artinya memerintah, "imperium" diartikan sebagai usaha sebuah bangsa/negara/kerajaan dengan daerah jajahan luas.

Kolonialisme bertujuan untuk menguras habis kekayaan negara lain untuk nantinya diangkut ke negara induknya.

Sementara itu imperialisme bertujuan menanamkan pengaruh di semua bidang kehidupan pada negara tujuan.

Imperialisme terbagi dua yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. 
a. Imperialisme kuno
Di jaman ini sebuah negara penjajah mencari tanah jajahan karena didorong motif 3G (gold, glory, gospel). Gold artinya mencari kekayaan sumber daya alam, glory artinya mencari kejayaan dan gospel artinya menyebarkan agama Katolik dan Protestan. Contoh imperialisme model ini dilakukan oleh Portugis, Spanyol, Romawi.

b. Imperialisme modern
Imperliasme model ini dilakukan setelah Revolusi Industri di Inggris. Tujuan imperialisme modern adalah menjadikan wilayah jajahan sebagai pusat pemasaran kegiatan industri. Imperialisme model ini dilakukan pertamakali oleh Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan Italia
Peta sebaran koloni negara barat

Berikut ini perbandingan antara kolonialisme dan imperialisme dalam berbagai aspek.
Parameter Kolonialisme Imperialisme
Definisi Satu negara mengontrol penuh negara jajahan Satu negara secara informal maupun formal politik dan ekonomi mendominasi negara jajahan
Sejarah Mulai abad ke 15 saat Eropa mulai mengkoloni Afrika dan Asia Mulai dikenal luas sejak era Romawi namun telah ada sejak peradaan masa lalu
Pergerakan Manusia Orang dari negara induk pindah ke negara koloni tapi tetap loyal terhadap kebijakan negara induk Tidak secara fisik pindah tapi dari jarak jauh mengontrol mekanisme politik dan ekonomi tanah jajahan
Tipe Pencaplokan semua hal yang dimiliki negara jajahan Menyebar pengaruh, menanamkan ekonomi baru dari negara induk
Etimologi dari kata "colony" artinya petani dari kata "imperium" artinya memerintah
Contoh Eropa mengontrol India, Brasil, Australia, Aljazair Amerika mengontrol Puerto Rico dan Filipina, Cina mengontrol Vietnam

Selasa, Juni 21

Sejarah, Makna Filosofis Asal Mula Bendera Merah Putih Indonesia

Sejarah, Makna Filosofis Asal Mula Bendera Merah Putih Indonesia


Mungkin masyarakat Indonesia sebagian besar sampai saat ini masih belum tahu sejarah mengapa bendera Indonesia itu merah putih, kok tidak warna warni seperti Italia, Jerman, Perancis atau seperti Amerika Serikat ada garis-garis dan lainnya.

Ternyata warna merah putih itu memiliki makna filosofis dan historis yang saling berkaitan satu sama lain, tidak bisa terpisahkan.

Nah saya coba berikan ringkasan sejarah mengenai asa usul bendera merah putih Indonesia yang sakral. Lahirnya bendera merah putih tidak terlepas dari sejarah janji kemerdekaan dari Jepang tahun 1944.

Jadi warna bendera itu memiliki makna filosofis, tidak asal tiba-tiba lahir begitu saja. Indonesia memilih merah putih karena merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kesucian.

Jadi merah putih melengkapi satu sama lain seperti jiwa dan raga. Indonesia sudah sangat lama dijajah bangsa asing dan dengan perjuangan darah dan segenap tulang tubuh mati-matian keluar dari belenggu tersebut.

Ternyata warna merah putih juga berdasarkan catatan sejarah, pernah digunakan oleh berbagai kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Bugis dan lainnya sebagai panji kerajaan dan dibawa saat perang.

Istri Soekarno yaitu Fatmawati adalah orang pertama yang menjahit bendera pusaka Merah Putih Indonesia dan dikibarkan saat proklamasi 17 Agustus 1945.

Kekalahan Jepang di Perang Pasifik membuat mereka tersudut setelah bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. Lalu Jepang kemudian memberikan janji kemerdekaan dan direspon oleh Soekarno, Hatta dan founding father lain.

Selanjutnya diadakanlah sidang tidak resmi oleh Chuo Sangi In (Badan pembantu pemerinah pendudukan Jepang). Sidang dihelat pada 12 September 1944 dipimpin langsung oleh Soekarno dengan agenda pembahasan tentang bendera dan lagu kebangsaan Indonesia.

Bendera Merah Putih berbahan katun halus hasil jahitan Fatmawati (setara dengan jenis primissima untuk batik tulis halus) dengan panjang 300cm dan lebar 200cm akhirnya berhasil dibuat. Pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bendera merah putih tersebut dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud

Hingga sekarang bendera merah putih menjadi lambang resmi negara Indonesia. Itulah sedikit sejarah singkat bendera merah putih Indonesia, jadi kita harus menghormati perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan darah dan kesucian mereka demi tegaknya negara Indonesia.

Oh..iya bagi yang sekarang sedang mencari bendera buat 17 Agustusan atau keperluan lain, silahkan cek promonya di shopee berikut >> Promo Bendera Merah Putih

Minggu, Maret 6

Pengertian Sejarah Secara Etimologi dan Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Secara Etimologi dan Menurut Para Ahli

Semua orang secara awam pasti tahu bahwa sejarah itu bercerita mengenai masa lalu. Akan tetap pandangan perspektif sejarah menurut etimologi dan para ahli bisa memiliki perbedaan.

Berikut ini beberapa pengertian secara secara etimologi dan pandangan para ahli sejarah. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman jika bermanfaat.

Pengertian Sejarah menurut Etimologi.
a. Dalam bahasa Inggris, kata Sejarah berasal dari kata Historia yang berarti masa lampau; masa lampau umat manusia. 
b. Dalam bahasa Arab sejarah disebut dengan sajaratun (syajaroh) yang berarti pohon dan keturunan, maksudnya disaat kita membaca silsilah raja-raja akan tampak pohon dari yang terkecil sampai berkembang menjadi besar, maka hal tersebut sejarah diartikan sebagai silsilah keturunan raja-raja yang berarti peristiwa pemerintahan keluarga raja di masa lampau. 
c. Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut dengan historia yang berarti belajar. Sehingga arti sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi di masa lampau dalam kehidupan umat manusia. 
d. Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut dengan geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi di masa lampau kehidupan umat manusia. 

Pengertian Sejarah dalam arti luas dan sempit.
Pengertian sejarah menurut bahasa terbagi dua yaitu pengertian sejarah dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, pengertian sejarah adalah kejadian atau peristiwa. Sedangkan pengertian sejarah dalam arti luas adalah suatu peristiwa manusia yang memiliki akar dalam realisasi diri dengan kebebasan dan keputusan daya rohani. 

Dalam bahasa Indonesia, sejarah memiliki 3 arti yaitu sejarah adalah silsilah atau asal usul, sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau dan sejarah adalah ilmu pengetahuan dan cerita

Pangliman Besar Jenderal Sudirman
Pengertian Sejarah Menurut Para ahli
a. R.Mohammad Ali: Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali adalah keseluruhan perubahan dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi atau ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau. 
b. Ibnu Khaldun: Menurut Ibnu Khaldun yang mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu. 
c. Moh. Yamin, SH: Sejarah menurut Moh. Yamin, SH adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan
d. Roeslan Abdulgani: Pengertian sejarah menurut Roeslan Abdulgani adalah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan masuks untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres di masa depan. 
e. W.H.Walsh: Pengertian sejarah menurut W.H.Walsh adalah pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia. Catatan tersebut meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti. 
f. Patrick Gardiner: Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia. 
g. J.V.Bryce: Menurut J.V. Bryce bahwa pengertian sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia. 
h. Thomas Carlyle: Pengertian sejarah menurut Thomas Carlyle adalah peristia masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang yang dikenal. Mereka adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-rang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah. 

Itulah beberapa pengertian secara baik secara etimologi dan pandangan para ahli, semoga mencerahkan para pembacanya.

Selasa, Agustus 10

Arti Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Seni dan Ilmu

Arti Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Seni dan Ilmu

Sejarah adalah ilmu yang bercerita tentang masa lalu dan sangat penting dipelajari sebagai panduan hidup di masa depan. Sejarah dapat dimaknai sebagai sebuah peristiwa, kisah, seni dan ilmu.

Pengklasifikasian tersebut berguna untuk memberikan gambaran bahwa sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu tapi memiliki aspek penting lain.

1. Sejarah sebagai peristiwa
Artinya peristiwa di masa lalu menjadi materi penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Suatu peristiwa di masa lalu dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah jika memenuhi syarat:
a. Objektif, artinya peristiwa tersebut didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.
b. Unik, artinya tidak ada peristiwa lain yang sama dan terjadi pada waktu bersamaan.
c. Penting, artinya peristiwa memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Meski semua kejadian atau peristiwa pada masa lalu merupakan bagian dari sejarah, sejarawan tidak begitu saja mampu merekonstruksi rangkaian peristiwa tersebut. Sejarawan harusmencoba meneliti, menelusuri awal mula kejadian suatu peristiwa atau mencari faktor-faktor penyebab kejadian tersebut.

Sejarawan juga harus mampu mengembangkan pembahasan peristiwa sejarha berdasarkan data dan fakta yang kuat.

2. Sejarah sebagai kisah
Sejarah mempelajari kisah dan pengalaman di masa lalu. Melalui kia sejarah maka akan terlihat gerak dinamis yang terjadi di bumi dengan manusia sebagai objeknya. Sejarah sebagai kisah dapat memberikan contoh teladan bagi manusia untuk berpikir dan bertindak. 

Sejarah sebagai sebuah kisah merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap suatu peristiwa. Pelaku sejarah adalah seorang pendongeng sejarah itu sendiri. Untuk menyusun kisah sejarah maka diperlukan fakta-fakta dari berbagai sumber sejarah yang diperoleh dengan serangkaian penelitian sejarah.

3. Sejarah sebagai seni
Sejarah dapat bermakna seni yang menitikberatkan pada nilai estetika karena sejarah menghasilka berbagai macam produk-produk baik yang bersifat konkrit atau abstrak. Sejarah adalah pengetahuan tentang rasa, tidak hanya mempelajari segala yang bergerak dan berubah dalam ruang dan waktu namun juga melihat elemen unsur keindahan.

Berbagai produk seni sejarah seperti candi, manuskrip, babad, arca, punden berundak adalah karya seni hasil sejarah yang menjadi bagian dari fakta sejarah.

4. Sejarah sebagai ilmu
Sebagai ilmu artinya peristiwa sejarah memerlukan penelitian yang sistematis dan metode yang unik untuk mendapatkan bukti-bukti kejadian tersebut. Sejarawan perlu menggunakan metode-metode sejarah untuk menggali dan menemukan fakta sesungguhnya dari sebuah kejadian di masa lalu agar hasilnya objektif dan tidak terlalu melenceng dari kejadian aslinya.
Situs megalitik Gunung Padang memiliki nilai seni tingkat tinggi

Sabtu, Juli 31

Faktor Pesatnya Penyebaran dan Perkembangan Islam di Indonesia

Faktor Pesatnya Penyebaran dan Perkembangan Islam di Indonesia

Populasi penduduk Islam di Indonesia saat ini adalah yang terbesar di dunia dengan menyentuh angka 200 juta jiwa lebih atau 88% dari total populasi Indonesia.

Mengapa Islam sangat cepat diterima oleh penduduk Indonesia dan menyebar ke seluruh pelosok?. Tentunya ini menjadi sebuah pertanyaan bagi ahli sejarah.

Sebelum agama luar masuk ke Indonesia, masyarakat lokal kita lebih dulu menganut kepercayaan baik itu dinamisme maupun animisme. Sisa-sisa kepercayaan tersebut masih ada pada masyarakat tradisional di beberapa daerah seperti Sunda Wiwitan contohnya.

Agama luar yang pertama masuk ke nusantara adalah Hindu lalu disusul oleh Buddha, ini ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Buddha beserta peninggalan-peninggalannya.

Lalu Islam datang pertamakali menurut catatan sejarah adalah di wilayah Sumatera, dengan ditemukan batu nisan Sultan Malik Al Saleh yang sama persis dengan nisan di wilayah Gujarat India. Ini menandakan bahwa Islam dibawa pertama kali oleh pedangan dari Gujarat. Setelah itu muncul lagi teori Mekah dan Persia.

Inti ajaran Islam pada dasarnya adalah sama hanya berbeda tradisi tertentu saja tergantung dari wilayah mana datangnya. Tidak diketahui persis sejak kapan Islam mulai masuk ke nusantara namun ahli sejarah berpendapat Islam dibawa sejak abad ke 7 yang didapat dari catatan pelancong dari Cina.

Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan agama Islam bisa cepat diterima oleh masyarakat di nusantara. Berikut ulasannya:
Makam Sultan Malik Al Shaleh 


1. Syarat Masuk Islam Mudah
Untuk masuk Islam seseorang hanya diminta untuk mengucapkan kalimat syahadat saja dua kali, tentunya ini menjadi kemudahan tersendiri dan tidak bertele-tele. Masyarakat kita lebih senang dengan sesuatu yang simple dan tidak memberatkan. Itulah mengapa Islam cepat menyebar ke semua kalangan masyarakat.

2. Tidak Ada Kasta
Sebelumnya masyarakat nusantara mengenal sistem kasta karena pengaruh Hindu Buddha, dimana hal ini membuat masyarakat terkotak-kotak dan tidak bisa beralih status sosial. Islam tidak memiliki pandangan kasta karena setiap manusia itu sama di mata Tuhan. Untuk mencapai sesuatu maka syariat utamanya adalah usaha dan tawakal.

3. Ibadah Mudah
Ritual ibadah dalam Islam sangat mudah dan murah seperti sholat lima waktu, puasa dan lainnya. Beda halnya dengan ibadah di agama lain sebelumnya yang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Hal ini yang dipandang masyarakat menjadi kemudahan dalam menjalankan agama Islam.

4. Tasawuf
Beberapa ajaran Islam juga mengenal istilah tasawuf yang berasal dari wilayah Persia. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Aliran ini dikenal juga sebagai sufisme. 

Tasawuf merupakan ajaran memurnikan jiwa agar sampai kepada sang Pencipta. Hal ini mirip dengan ritual kepercayaan sebelumnya yang dianut masyarakat nusantara sehingga masyarakat cepat menangkap dan masuk ke dalam ajaran Islam tersebut.

5. Media Penyebaran
Islam mudah dikenal masyarakat juga karena kreatifitas para penyebar agama Islam itu sendiri. Islam masuk ke masyarakat melalui media seperti kesenian-kesenian yang dimodifikasi menjadi sarana dakwah. 

Selain itu berbagai macam karya sastra seperti hikayat, pantun menjadi bagian dari strategi menyebarkan agama Islam ke masyarakat. Hal ini mempermudah terhadap penyebaran agama Islam karena adanya keselarasan antara budaya masyarakat dengan Islam itu sendiri.

Masyarakat nusantara pada dasarnya suka mendengarkan cerita-cerita, sehingga para wali penyebar Islam menggunakan media cerita tersebut untuk menyebarkan Islam. Cerita disesuaikan dengan ajaran dan filosofi agama Islam.

6. Mengajarkan Kedamaian
Islam hadir membawa pesan damai dan dibawa dengan penuh kedamaian ke dalam masyarakat. Hal ini yang disambut baik oleh penduduk yang sebelumnya sering terlibat perang saudara atau perang antar kerajaan memperebutkan wilayah.

Sabtu, Maret 13

Teori Gujarat, Teori Mekkah, Teori Persia Tentang Masuknya Islam ke Nusantara

Teori Gujarat, Teori Mekkah, Teori Persia Tentang Masuknya Islam ke Nusantara

Agama Islam pada dasarnya lahir di Mekkah Saudi Arabia lewat perantara Nabi Muhammad SAW. Agama Islam kemudian lambat laun berkembang pesat hingga ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia.
 
Di Indonesia sendiri agama Islam berkembang sangat cepat hingga menjadi agama mayoritas hingga kini. Lalu seperti apa sejarah masuknya Islam ke nusantara?. Ada tiga teori utama yaitu Teori Gujarat, Teori Mekkah dan Teori Persia.
 
1. Teori Gujarat
Teori Gujarat didukung oleh Snouck Hurgronje, W.F Sutterheim dan B.H.M Vlekke. Islam diperkirakan masuk ke nusantara pada abada ke XIII dan dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat, India.
 
Dua bukti yang mendukung teori Gujarat adalah batu nisan Sultan Malik Al Saleh dan catatan Marcopolo. Batu nisan Sultan Malik Al Saleh yang merupakan sultan Samudera Pasai (wafat pada tahun 1297) bercorak Gujarat.

Sementara itu tulisan Marcopolo seorang penjelajah asal Venezia Italia menyatakan bahwa saat itu ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan melihat banyak penduduk disana beragama Islam serta peran pedagang India dalam penyebaran agama tersebut.
Makam Sultan Malik Al Shaleh
2. Teori Mekkah
Teori Mekkah didukung oleh Buya Hamka dan J.C van Leur dimana Islam diperkirakan masuk ke nusantara pada abad ke VII dan dibawa langsung oleh para pedagang Arab. Buktinya adalah adanya pemukiman Islam di Baros pada tahun 674, sebelah pantai barat Sumatra.

Teori ini menyanggah teori Gujarat yang meyakini bahwa Islam berkembang di Samudera Pasai menganut mahzab Syafi'i, yaitu mahzab besar di Mesir dan Mekkah kala itu. Sementara di Gujarat bermahzab Hanafi pada masa yang sama.

Disamping itu sultan-sultan Pasai menggunakan gelar al-malik dimana gelar itu lazim digunakan di Mesir. Bukti lainnya bahwa Islam datang sebelum abad 13 adalah makam seorang wanita di Gresik yang tertulis nama Fatimah binti Maimun dengan angka 1082 dan temuan sejumlah makam Islam di Tralaya Jawa Timur dengan menggunakan tahun Saka.

3. Teori Persia
Teori Persia didukung oleh Husein Djajadiningrat, menyatakan agama Islam dibawa oleh para pedagang Persia sekitar abad ke 13. Bukti teori ini adalah adanya upacara Tabot yaitu peringatan terhadap wafatnya cucu nabi Husein bin Ali setiap 10 Muharram atau 1 Asyura. 

Upacara Asyura adalah ritual di daerah Persia yang menganut Syiah. Teori manakah yang benar?. Tentu tidak ada yang tahu pasti, yang jelas Islam nampaknya sudah berkembang sejak abad ke VII namun mulai pesat menyebar ke penjuru nusantara seiring mundurnya kerajaan bercorak Hindu Buddha dan semakin maraknya pedagang timur tengah yang masuk ke nusantara.

Minggu, Maret 1

Sejarah Pertempuran Puputan Margarana di Bali

Sejarah Pertempuran Puputan Margarana di Bali

Setelah proklamasi kemerdekaan, Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu di bawah NICA. 

Melihat Indonesia sudah memerdekakan diri, Belanda menyusun konsep baru untuk negara jajahannya. Belanda yang ingin membentuk negara persemakmuran dibekas koloninya. 

Salah satunya Negara Indonesia Timur (NIT) yang meliputi wilayah Bali. Dalam rangka pembentukan negara baru ini, pada Mei 1946, Belanda sempat membujuk I Gusti Ngurah Rai untuk bergabung dan menjadi tentara bagi negara NIT yang akan dibentuk.

Ngurah Rai adalah mantan anggota KNIL yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda menjadi perwira di korps Projada. Ngurah Rai adalah perwira yang berpengaruh bukan karena kompetensinya saja tapi juga karena darah biru yang dimilikinya. 


Alasan itulah yang membuat Belanda mencoba memengaruhinya, akan tetapi bujukan Belanda ini ditolak mentah-mentah oleh Ngurah Rai. 

Bahkan Ngurah Rai melalui suratnya, meminta Belanda untuk meninggalkan Pulau Bali karena menganggu keamanan dan ketentraman Pulau Bali. Ngurah Rai dengan tegas memilih ikut kepada Republik Indonesia dan keputusan dari pimpinan di Jawa.
I Gusti Ngurah Rai
Dalam menghadapi pasukan Belanda yang sudah mendarat di Bali, maka Ngurah Rai meminta bantuan pasukan dari Jawa. Agar pasukan Jawa dapat sampai dengan selamat di Bali, maka Ngurah Rai mencoba menarik perhatian pasukan Belanda dengan cara bergerak ke arah timur Bali. 

Perjalanan pasukan ke arah Gunung Agung ini beberapa kali mendapat upaya penyergapan oleh Belanda, akan tetapi dapat dipatahkan oleh pasukan Ciung Wanara seperti pertempuran di Tanah Arun, pada tanggal 9 Juli 1946 yang dimenangkan oleh pasukan Ciung Wanara pimpinan Ngurah Rai.

Pertempuran yang terjadi di Indonesia pasca kemerdekaan membuat Inggris mencoba mendamaikan Belanda dan Indonesia. Akhirnya melalui diplomasi, Inggris berhasil mendudukan Belanda dan Indonesia dalam perjanjian Linggarjati. 


Perjanjian yang berlangsung di Kuningan, Jawa Barat ini berlangsung dengan alot dan menghasilkan keputusan yang mengejutkan bagi sebagian pejuang Indonesia. 

Pada perjanjian ini Belanda mengakui Jawa, Madura, dan Sumatra sebagai wilayah kekuasaan Indonesia secara de Facto. Pengakuan ini adalah pilihan sulit bagi sebagaian pejuang terutama mereka yang berjuang di Indonesia timur. 

Perjanjian ini berarti juga menyerahkan wilayah timur Indonesia dalam kekuasaan Belanda kembali.

Kekecewaan ini dirasakan juga oleh masyarakat Bali, yang wilayahnya tidak menjadi bagian Republik Indonesia pasca perjanjian Linggarjati. Sebagai Komandan Resimen Sunda Kecil, Ngurah Rai berniat akan mempertahankan wilayah Bali dari Belanda. 


Setelah melakukan Long March ke arah timur Pulau Bali, Pasukan Ngurah Rai kembali ke arah barat Pulau Bali. Dalam perjalanan tersebut mereka singgah di desa Marga, di wilayah Tabanan.

Pada 18 November 1946, pasukan Ciung Wanara melakukan penyerangan ke tangsi Polisi NICA di Tabanan. Penyerbuan ini berhasil merampas senjata dan amunisi dari Belanda. 


Penyerbuan ini membuat Belanda marah, ditambah kepala Polisi NICA, yang bernama Wagimin ikut membelot dan bergabung dengan pasukan Ciung Wanara. Setelah melakukan pelucutan senjata, Ngurah Rai bersama pasukannya kembali ke desa Marga.

Belanda segera melakukan pencarian terhadap pasukan Ciung Wanara ke desa-desa. Akhirnya, Belanda berhasil menemukan pasukan Ciung Wanara yang sedang berada di desa Marga, Belanda segera mengepung desa tersebut. Ngurah Rai yang mengetahui pergerakan tentara Belanda ini segera menyebar pasukanya ke ladang jagung. 


Belanda mulai melakukan serangan kepada pasukan Ciung Wanara, tepat didepan garis pertahanan pasukan tersebut. Dengan mudah pasukan Belanda dapat dipukul mundur dan menewaskan banyak pasukan Belanda. Belanda segera melakukan gerakan mundur hingga ke desa Tunjuk.

Belanda yang kalah dalam serangan pertama, mengerahkan semua kekuatannya di Bali untuk datang membantunya. Pengepungan ini dihadapi oleh Ngurah Rai dengan melebarkan pertahanannya, agar dapat memukul mundur dengan segera. 


Ribuan pasukan Belanda segera melakukan penyerangan terhadap pasukan Ngurah Rai yang berjumlah 96 orang. Belanda mencoba mendesak pasukan Ngurah Rai dengan cepat, bahkan pergerakan pasukan ini masih dibantu oleh pesawat pengebom yang didatangkan langsung dari Makasar.

Pasukan Ciung Wanara yang sudah mulai terdesak ini akhirnya mulai meneriakkan “puputan”. Dalam adat Hindu Bali, Puputan merupakan suatu perang suci yang akan dilakukan hingga titik darah pengahabisan. 


Dengan semangat yang berkobar, pasukan Ciung Wanara melawan gempuran tentara NICA dari darat dan dari udara dengan semangat pantang menyerah. Pasukan NICA hanya mampu mengepung dan menembaki dari garis pertahanannya.

Pada sore hari tidak terdengar lagi perlawanan dari pasukan Ciung Wanara. Seluruh pasukan Ciung Wanara yang berjumlah 96 orang gugur, termasuk juga Ngurah Rai. Akan tetapi, Belanda kehilangan lebih dari 400 tentara yang tewas dalam pertempuran ini.


Kekalahan pasukan Ciung Wanara yang dipimpin Oleh Ngurah Rai mempermudah usaha Belanda dalam membentuk Negara Indonesia Timur. Dengan terbentuknya negara-negara federasi di kawasan nusantara membuat Belanda kembali memainkan politik “adu dombanya”. 


Akan tetapi, negara Indonesia Timur ini harus bubar setelah pada tahun 1950, Republik Indonesia kembali bersatu. Untuk menghormati Ngurah Rai dan Pasukan Ciung Wanara yang gugur dalam puputan Margarana, pemerintah Indonesia membangun sebuah monumen, Taman Pujaan Bangsa.

Rabu, Januari 29

Perbedaan Ciri Historiografi Tradisional, Kolonial dan Nasional

Perbedaan Ciri Historiografi Tradisional, Kolonial dan Nasional

Tahapan akhir dalam penelitian sejarah adalah historiogafi. Historiografi terbentuk dari dua akar kata, yaitu history (sejarah) dan graph (tulisan). 

Jadi Historiografi artinya adalah tulisan sejarah, baik itu yang bersifat ilmiah (problem oriented) maupun yang tidak bersifat ilmiah (no problem oriented). 

Problem oriented artinya karya sejarah ditulis bersifat ilmiah dan berorientasi kepada pemecahan masalah (problem solving). 

Sedangkan no problem oriented adalah karya tulis sejarah yang ditulis tidak berorientasi kepada pemecahan masalah dan ditulis secara naratif.

Secara lebih luas Louis Gottschalk menyebutkan arti Historiografi sebagai berikut :
1. Historiografi merupakan bentuk publikasi
2. Historiografi merupakan sebagai hasil karya, baik berupa tulisan maupun bacaan
3. Historiografi merupakan proses penulisan sejarah
4. Historiografi merupakan kerja keilmuan di bidang sejarah


Historiografi sejarah biasanya memiliki subjektifitas tinggi karena interpretasi ada pada penulis itu sendiri. Oleh sebab itu sering terdapat catatan sejarah dalam versi berbeda tergantung siapa penulis dan sumber datanya.
Relief cerita sejarah nenek moyang di Candi Borobudur
Penulisan sejarah dalam perkembangannya seiring dengan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia, baik melalui upaya-upayanya maupun setelah mendapat pengaruh dari kebudayaan lain dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ada 3 jenis historiografi yaitu:

a. Historiografi Tradisional
Historiografi Tradisional merupakan penulisan sejarah yang berasal dari masa tradisional, yakni masa kerajaan kerajaan kuno. Sifat Historiografi tradisonal sebagai berikut :
- Religio sentris/Istana sentris
- Religio Magis
- Raja/pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan kharisma (bertuah, sakti)
- Regio sentris (kedaerahan)
    
b. Historiografi Kolonial

Historiografi Kolonial merupakan penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan. Sifat pokok Historiografi kolonial antara lain :
- Eropa sentris/Belanda sentris
- Permasalahan yang dibahas adalah aktivitas Bangsa Belanda
- Aktivitas rakyat tanah jajahan (Indonesia) hampir diabaikan sama sekali
 

Contoh Historiografi Kolonial : Indonesian Trade and Society karangan J.C. Van Leur, Indonesian Sociological Studies karangan Schrieke

c. Historiografi Modern/Nasional

Historiografi nasional merupakan penulisan sejarah yang mengungkapkan kehidupan bangsa Indonesia. Sifat Historiografi Nasional antara lain :
- Indonesia sentris
- Sesuai dengan cara pandang bangsa Indonesia
- Mengandung Character and nation building (pembangunan karakter bangsa)
- Disusun oleh orang orang Indonesia sendiri


Jadi alur sejarah kehidupan masyarakat Indonesia bisa dilihat dari mulai masa kerajaan kemudian masuk ke masa penjajahan kolonialimse lalu era kemerdekaan. 

Jumat, Agustus 30

Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56

Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56

Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah awal mula terbentuknnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Lalu bagaimana sejarah singkat peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945?. Jadi ketika itu setelah Jepang menyerah kepada sekutu karena diserang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. 

Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia.

Perjuangan untuk memproklamirkan kemerdekaan nyatanya tidak berjalan mulus, ada perbedaan pendapat dalam pelaksanaan serta waktu proklamasi. 

Perbedaan pendapat ini terjadi antara golongan pemuda yaitu Sukarni, Adam Malik, Kusnaini, Syahrir, Soedarsono, Soepomo dan kawan-kawan yang agresif untuk melaksanakan proklamasi secepat mungkin.

Perbedaan itu memuncuak dengan diamankannya Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok Karawang agar menghindari pengaruh Jepang. 

Setelah diadakan pertemuan di Pejambon Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945 dan diperoleh kepastian bahwa Jepang telah menyerah maka Dwitunggal Soekarno-Hatta setuju untuk dilaksanaka proklamasi kemerdekaan di Jakarta.

Untuk menyiapkan proklamasi itu maka pada tengah malam Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda di Oranye Nassau Boulevard (Jl. Imam Bonjol no 1) dimana telah berkumpul disana B.M Diah, Bakri, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, Chaerul saleh dkk untuk menegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak ukut campur tangan terkait proklamasi.

Setelah diperoleh kepastian maka Seokarno-Hatta mengadakan pertemuan pada larut malam dengan Ahmad Soebardjo, Soekarno, Chaerul Saleh, B.M Diah, Sayuti Melik, Dr. Buntaran, Iwa Kusumasumantri dan beberapa anggota PPKI untuk merumuskan redaksi naskah proklamasi. Pada pertemuan itu akhirnya konsep punya Soekarno yang diterima lalu diketik Sayuti Melik.

Di pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta tepat pada Jumat Legi, jam 10 pagi waktu Indonesia barat (waktu 11.30 Jepang) Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan naskah proklamasi dengan khidmat dengan isi proklamasi berikut:
Pembacaan proklamasi oleh Soekarno 17 Agustus 1945
PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang menggenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945

Atas Nama Bangsa Indonesia
Soekarno Hatta

Sabtu, Juli 20

Ciri Kehidupan Zaman Praaksara

Ciri Kehidupan Zaman Praaksara

Zaman sekarang tulisan udah banyak dimana-mana ya guys mulai dari tulisan Arab, Indonesia, Sansekserta, dan lainnya. 

Tapi tahu gak bahwa sebelum mengenal tulisan, perabadan manusia ada yang dikenal sebegai peradaban praaksara. 

Emejing banget kan dan gak kebayang gimana dulu manusia berkomunikasi tanpa tulisan.

Praaksara berasal dari kata pra dan aksara. Pra berarti ‘sebelum’ dan aksara adalah ‘tulisan’. 

Praaksara  adalah  zaman  ketika  manusia  belum  mengenal  aksara  atau  tulisan.  Dengan demikian, zaman praaksara adalah zaman ketika manusia belum mengenal tulisan.

Selain istilah  praaksara,  dikenal  juga  istilah  yang  serupa  untuk  menggambarkan  masa  ketika suatu bangsa belum mengenal tulisan, yaitu nirleka. Kata nirleka berasal dari kata nir yang artinya ‘tanpa’  dan leka  artinya ‘tulisan’.

Jadi, nirleka  adalah  zaman  sebelum  mengenal tulisan. Sebelum  dikenal  dengan  istilah  praaksara,  gambaran  mengenai  perkembangan kehidupan  dan  budaya  manusia  sebelum  mengenal  tulisan  disebut  dengan  prasejarah. 

Akan tetapi, penamaan prasejarah dinilai kurang tepat karena jika dilihat dari segi bahasa, pengertiannya sudah tidak relevan.
Artefak kebudayaan Mesir kuno
Pra artinya ‘sebelum’ dan sejarah artinya ‘sejarah’. Jadi, jika diartikan, prasejarah adalah masa sebelum adanya sejarah yang berarti bahwa sebelum ada aktivitas kehidupan manusia, sedangkan pada masa manusia belum mengenal tulisan, sudah  memiliki  sejarah  dan  membentuk  suatu  kebudayaan.

Dengan  alasan  tersebutlah, para ahli sepakat mengganti istilah prasejarah menjadi praaksara. Para  ahli  sepakat  untuk  memberikan  batasan  pada  kedua  zaman,  antara  zaman praaksara  dan  zaman  sejarah.  

Batasan  yang  dipakai,  yaitu  mulai  adanya  tulisan  untuk mengacu  pada  zaman  sejarah  yang  kemudian  memunculkan  persepsi  bahwa  zaman praaksara  adalah  zaman  sebelum  mengenal  tulisan  dan  zaman  sejarah  adalah  zaman setelah adanya tulisan.

Seperti yang telah dijelaskan masa praaksara adalah zaman belum mengenal tulisan. Lalu, bagaimanakah  pola  kehidupan  manusia  praaksara  dapat  kita  ketahui?

Berikut  adalah sumber informasi yang digunakan untuk penelitian zaman praaksara.
a. Fosil
Fosil  adalah  sisa  tulang-belulang  binatang  atau  sisa  tumbuhan  zaman  purba  yang telah membatu karena proses kimiawi dan tertanam di dalam lapisan tanah selama ratusan bahkan ribuan tahun.
b. Artefak
Artefak adalah benda-benda hasil kecerdasan manusia praaksara seperti perkakas, senjata,  atau  perhiasan  yang  dipakai  oleh  manusia  praaksara  sebagai  penunjang kehidupannya.

Untuk mengetahui usia dari fosil atau artefak, digunakan cara berikut ini.
1.) Kimiawi
Melalui cara kimia, fosil atau artefak diteliti unsur-unsur kimia yang dikandungnya.
2.) Tipologi
Melalui  cara  tipologi  dapat  diketahui  umur  fosil  atau  artefak  dengan  cara mengelompokkan  benda  temuan  ke  dalam  kelompok  yang  sejenis.  Semakin sederhana bentuk benda akan ditentukan semakin tua usia benda tersebut.
3.) Stratigrafi
Melalui stratigrafi, usia fosil atau artefak dapat diketahui dengan cara meneliti lapisan tanah tempat ditemukannya fosil atau artefak tersebut. Lapisan tanah atas berumur lebih muda dibandingkan lapisan tanah di bawahnya.

Kapan Berakhirnya Zaman Praaksara?
Berakhirnya zaman praaksara atau dimulainya zaman sejarah pada setiap bangsa memiliki perbedaan.   Hal   tersebut   tergantung   kepada   peradaban   masing-masing.   

Salah   satu contohnya  adalah  bangsa  Mesir  yang  sudah  mengenal  tulisan  sekitar  4000  SM.  

Artinya pada  saat  itu,  bangsa  Mesir  memasuki  zaman  sejarah,  sedangkan  di  Indonesia,  zaman sejarah dikenal bermula sejak ditemukannya Prasasti Yupa yang merujuk pada munculnya Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur sekitar abad ke-5 M.

Senin, Mei 13

Periodisasi Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo, Moh. Yamin, H.J. de Graaf

Periodisasi Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo, Moh. Yamin, H.J. de Graaf

Periodisasi  adalah  pembabakan  waktu yang  merupakan  salah  satu  bentuk  penulisan sejarah dalam rangka memahami rangkaian peristiwa sejarah. 

Catatan periodisasi bersifat subjektif  dalam  kerangka  penulisannya.  Subjektif  artinya  tergantung  terhadap  tulisan sejarawan. 

Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo periodisasi dibuat berdasarkan derajat integrasi  yang  pernah  dicapai  Indonesia  pada  masa  lampau  yang  dipengaruhi  oleh faktor  ekonomi  yang  mampu  memengaruhi  perkembangan  politik,  kultur,  budaya,  dan perkembangan  sosial  di  Indonesia  sehingga  kita  dapat  membuat  periodisasi  yang  kita bedakan menjadi dua, yakni pengaruh Hindu dan pengaruh Islam.

Pembabakan   pada   masa   itu   dinamakan   sebagai   masa   kerajaan.   Hal   tersebut disebabkan  karena  masyarakat  pada  saat  itu  masih  bersifat  istana  sentris  atau  berpusat kepada  raja.  Berikut  adalah  contoh  periodisasi  sejarah  Indonesia  menurut  beberapa tokoh.
Candi Borobudur mahakarya sejarah bangsa Indonesia
1. Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo
a. Prasejarah
b. Zaman Kuno
1.) Masa kerajaan-kerajaan tertua
2.) Masa Sriwijaya (dari abad VII – XIII atau XIV)
3.) Masa Majapahit (dari abad XIV – XV)
c. Zaman Baru
1.) Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore (sejak abad XVI)
2.) Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX)
3.) Masa pergerakan nasional (abad XX)
4). Masa Republik Indonesia (sejak tahun 1945)

2. Mohammad Yamin 
a. Zaman Prasejarah sampai tahun 0
b. Zaman Protosejarah, tahun 0 sampai abad ke-4
c. Zaman Nasional, dari tahun abad ke-4 sampai abad ke-6
d. Zaman Internasional, yaitu abad ke-16 sampai kira-kira tahun 1900
e. Abad Proklamasi mulai kira-kira tahun 1900

3. H.J. de Graaf
Dalam  buku  yang  berjudul Geschiedenis  van  Indonesia  tahun  1949,  H.J.  de  Graaf menuliskan periodisasi sejarah Indonesia sebagai berikut.
a. Orang Indonesia dan Asia Tenggara (sampai 1650) yang meliputi:
1.) zaman Hindu;
2.) zaman penyiaran Islam dan berdirinya kerajaan Islam.
b. Bangsa Barat di Indonesia (1511-1800)
c. Orang Indonesia pada zaman VOC (1600-1800)
d. Organisasi VOC di luar Indonesia
e. Orang  Indonesia  dalam  lingkungan  Hindia  Belanda  (sesudah  1800)  diakhiri dengan pemerintahan Ratu Wilhelmina.

Tujuan periodisasi sejarah adalah sebagai berikut.
a. Memudahkan pembaca untuk mengerti peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa  lampau  yang  dikelompokkan  dan  disederhanakan  menjadi  kesatuan sehingga memudahkan pengertian.
b. Melakukan penyederhanaan terhadap peristiwa-peristiwa masa lampau. 
c. Menguraikan   peristiwa-peristiwa   sejarah   secara   kronologis   sehingga   akan memudahkan dalam upaya pemecahan suatu masalah.

Jumat, Mei 10

Perbedaan Fungsi Intrinsik dan Ekstrinsik Sejarah

Perbedaan Fungsi Intrinsik dan Ekstrinsik Sejarah

Kegunaan,  manfaat, atau  fungsi  sejarah  adalah  sebagai  sumber  pengetahuan.  Sejarah merupakan wadah untuk mengetahui peristiwa sejarah dengan berbagai permasalahannya. 

I Gede Widja mengemukakan sejarah bukan sekadar uraian cerita kehidupan masa lampau. 

Lebih jauh  lagi,  sejarah memiliki beberapa  kegunaan  sejarah  yang  dimaksud  adalah kegunaan  edukatif,  kegunaan inspiratif, dan kegunaan  rekreatif. 

Secara khusus, fungsi sejarah terbagi atas dua bagian, yaitu fungsi intrinsik dan fungsi ekstrinsik. 

Fungsi Intrinsik 
Ada  tiga  fungsi  sejarah  secara  intrinsik,  yaitu  sejarah  sebagai  ilmu,  sejarah  sebagai alat untuk mengetahui peristiwa masa lampau, dan sejarah sebagai profesi.
a. Sejarah  sebagai  ilmu  diartikan  bahwa  sejarah  adalah  keilmuan  yang  sangat terbuka. Siapa pun dapat menjadi seorang sejarawan selama ia menggunakan tata aturan metodologi dalam   keilmuan  sejarah.  

Artinya  sejarawan   tidak selalu  dari  seseorang  yang  memiliki  latar  belakang  keilmuan  sejarah  dalam pendidikannya.

b. Sejarah  sebagai  alat  untuk  mengetahui   peristiwa   masa   lampau. Artinya peristiwa  masa  lampau  dapat  dilihat  dari  bagaimana  proses  penyampaian tradisi  manusia  pada  masa  lampau.  

Ketika  manusia  yang  belum  mengenal tulisan proses penyampaian tradisi tersebut melalui lisan (tradisi lisan) seperti mitos, legenda,  hikayat,  cerita  rakyat, yang dalam kebenarannya sangat  sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah. P

ada manusia yang sudah mengenal tulisan, pengetahuan terkait dengan masa lampau didapat melalui informasi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

c. Sejarah sebagai profesi. Artinya banyak profesi yang berkaitan dengan sejarah, misalnya guru sejarah, penulis sejarah, peneliti sejarah, dan sebagainya.
Bandung Lautan Api
Fungsi Ekstrinsik
Kuntowijoyo menjelaskan mengenai manfaat atau fungsi sejarah secara ekstrinsik antara  lain sebagai latar belakang, sebagai rujukan, sebagai pendidikan moral,sebagai  pendidikan penalaran, sebagai pendidikan politik, sebagai  pendidikan kebijakan, sebagai pendidikan perubahan, dan sebagai pendidikan masa depan. 

a. Sejarah sebagai Pendidikan Moral 
Sejarah  sangat  erat  kaitannya  dengan  moral. Hal tersebut  dikarenakan  peristiwa sejarah mengajarkan benar dan salah, baik dan buruk, berhak dan tidak berhak, cinta dan benci, pahlawan dan pengkhianat, beradab dan biadab, dan lain-lain. 

Tolak  ukur  moralitas  tersebut  menunjukkan  sejarah  bersentuhan  langsung dengan pendidikan moral. 

Misalnya, sejarah tentang bagaimana perjuangan bangsa Indonesia pada masa  revolusi  yang  mengajarkan  tentang  kedermawanan  dan  keberanian rakyat  Indonesia,  yang  dicontohkan  oleh  rakyat  Indonesia  di  pedesaan  yang mengorbankan  harta  bendanya  ketika  masa  sulit.  

Serta  para  pejuang  yang berani  dalam  berjuang  untuk  merebut  dan  mempertahankan  kemerdekaan Indonesia. 

b. Sejarah sebagai Pendidikan Penalaran 
Dengan mempelajari sejarah secara kritis dan menulis sejarah secara ilmiah, seseorang dapat  meningkatkan  daya  nalarnya.  Hal  tersebut  disebabkan  oleh  beberapa  hal sebagai berikut.

1.) Sejarah sebagai ilmu yang menjelaskan latar belakang terjadinya suatu peristiwa yang biasanya tidak terjadi hanya karena satu faktor saja, melainkan beberapa faktor yang saling berkaitan yang sering disebut dengan kekuatan sejarah.
2.) Sejarah bersifat kronologis dan diakronis yang artinya dalam sebuah peristiwa sejarah  sangat  memerhatikan  waktu.  Artinya  fungsi  sejarah  dapat  dikatakan juga sebagai cara untuk mendidik seseorang untuk memerhatikan waktu dalam menjalani kehidupannya. 
3.) Sejarah erat kaitannya dengan data atau fakta, artinya sejarah harus dituliskan berdasarkan  fakta.  Akan  tetapi,  tidak  semua  sumber  sejarah  memuat  fakta sejarah  dan  tidak  semua  fakta  yang  ditemukan  adalah  fakta  sejarah.  Artinya sejarah bermanfaat untuk melatih dan mendidik kita untuk memiliki daya nalar yang dilandasi oleh sikap kritis.

c. Sejarah sebagai Pendidikan Politik
Suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau erat kaitannya juga dengan pendidikan politik karena peristiwa tertentu biasanya menyangkut tindakan politik atau kegiatan yang bersifat politik. 

d. Sejarah sebagai Pendidikan Kebijakan
Sejarah  mengajarkan  tentang  kebijakan  atau  kebijaksanaan  dari  peristiwa  yang terjadi  pada  masa  lampau.  

Artinya  peristiwa  masa  lampau  dapat  dijadikan  sebagai rujukan  atau  acuan  bagi  seseorang  untuk  menghadapi  kehidupan  di  masa  yang akan datang. 

e. Sejarah sebagai Pendidikan Perubahan
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari manusia dengan segala perubahannya karena pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah meskipun tingkatan waktunya pun berbeda  dari waktu ke  waktu. Perubahan pun terjadi  karena disengaja atau  tidak disengaja. 

f. Sejarah sebagai Pendidikan Masa Depan
Sejarah mengajarkan kita untuk bersikap kritis pada peristiwa masa lampau. Jika kita belajar sejarah secara kritis maka bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dengan bertolak pada kejadian di masa lalu. Sejarah kelam hendaknya dikubur dan jangan diulangi lagi dan diganti menjadi sejarah baru yang lebih baik.

Kamis, Mei 9

Konsep Diakronis dan Sinkronis Sejarah dan Contoh Soal

Konsep Diakronis dan Sinkronis Sejarah dan Contoh Soal

Pengertian Diakronis Secara etimologis, diakronis berasal dari  bahasa Yunani, yaitu dia dan khronos. 

Dia memiliki makna ‘melewati’ atau ‘melintas’, sedangkan khronos diartikan sebagai ‘perjalanan waktu’. 

Dengan  demikian, diakronis  dapat  diartikan  sebagai  peristiwa  yang  dalam  prosesnya melewati  atau  melintasi  perjalanan  waktu  karena  subjek  dalam  sejarah  berhubungan dengan  segala  sesuatu  dalam  sudut  pandang  waktu.  

Sejarah  sangat  mementingkan waktu proses sehingga sejarah selalu membicarakan mengenai satu peristiwa dari sudut pandang ruang dan waktu. Dalam ilmu sejarah, berpikir diakronis memiliki makna pemahaman terhadap suatu peristiwa  dengan  cara  penelusuran  pada  masa  lampau.  

Suatu  peristiwa  sejarah  tidak berdiri  sendiri,  tetapi  pasti  diiringi  oleh  peristiwa  sebelumnya  atau  yang  sering  disebut dengan  sifat  kausalitas  (sebab-akibat).  Dalam  kata  lain,  berpikir  diakronis  harus  bisa menjelaskan  peristiwa  secara  kronologis  dan  kausalitas.  

Jadi, pola berpikir  diakronis sangat mementingkan proses terjadinya suatu peristiwa.Dalam  menggunakan pendekatan diakronis, sejarawan  bertujuan  menganalisis dampak perubahan  variabel  pada  sesuatu sehingga  memungkinkan  sejarawan  untuk menafsirkan  sebab peristiwa  tertentu lahir dari peristiwa sebelumnya. 

Bahkan, hingga bagaimana peristiwa tertentu  berkembang/berlanjut.  

Contohnya dalam menjelaskan peristiwa detik-detik Sumpah Pemuda,  Oktober  1928  harus  dijelaskan  pula  peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya. Pendekatan  diakronis  adalah  salah satu yang menganalisis perubahan suatu peristiwa dari waktu ke waktu, yang memungkinkan seseorang untuk menilai bagaimana suatu  perubahan  itu  terjadi  sepanjang  masa.  

Selain  itu,  cara  berpikir diakronis dalam mempelajari sejarah artinya sejarah itu memanjang dalam waktu,  sedangkan  ilmu-ilmu sosial biasanya bersifat sinkronis yang artinya melebar dalam ruang. 
Pembacaan Proklamasi oleh Soekarno
Cara  berpikir sinkronis adalah memahami peristiwa dengan mengabaikan aspek perkembangannya,  dengan lebih memperluas ruang dalam suatu peristiwa. 

Cara berpikir sinkronis  sangat  memengaruhi  kelahiran  sejarah  baru  yang  sangat  dipengaruhi perkembangan ilmu-ilmu sosial. Pengaruh tersebut dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu konsep, teori, dan permasalahan. 

Sebagai  contoh  berpikir  sinkronis  adalah  Proklamasi  Kemerdekaan  Indonesia  17 Agustus 1945 yang  dijelaskan dengan menggunakan aspek sosial, ekonomi, dan politik. 

Cara berpikir  sinkronis  dalam  mempelajari  sejarah,  yaitu  meneliti  gejala-gejala  yang meluas dalam ruang, tetapi dalam waktu yang terbatas. Kedua ilmu ini (sejarah dan ilmu sosial) saling berhubungan. 

Contoh soal USBN sejarah konsep diakronis dan sinkronis cek di link berikut: Soal Sejarah USBN
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close