Guru Geografi: OSK Kebumian | Blog Guru Geografi Milenial
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label OSK Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OSK Kebumian. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 19

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 66-70]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 66-70]

Yok gas lagi pembahasan soal OSK Kebumian nomor selanjutnya. Masih semangat belajar kan?.  Jangan sungkan untuk share postingan blog saya ke grup teman-teman kelas kalian ya!.

66. [m] Pilihlah jawaban paling benar. Pasang maksimum terjadi pada waktu …
A. setiap awal bulan
B. awal bulan dan pertengahan bulan
C. setiap akhir bulan
D. pekan kedua setiap bulan
E. pekan ketiga setiap bulan

Kunci
Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami kapan pasang maksimum (pasang purnama/spring tide) terjadi. Spring tide itu saat gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari bekerja dalam satu garis lurus, yaitu saat: Bulan Baru (New Moon) → awal bulan dan Bulan Purnama (Full Moon) → pertengahan bulan

Pada dua fase ini, gaya tarik gabungan dari Bulan dan Matahari menyebabkan pasang laut mencapai ketinggian maksimum. Lihat gambar di bawah.

Evaluasi Jawaban:
A. setiap awal bulan
❌ Hanya sebagian benar — hanya mencakup saat Bulan Baru, tidak mencakup Bulan Purnama.
B. awal bulan dan pertengahan bulan
BENAR – mencakup kedua waktu terjadinya pasang maksimum: Bulan Baru dan Bulan Purnama.
C. setiap akhir bulan
❌ Salah – saat Bulan Akhir justru terjadi pasang minimum (neap tide).
D & E. pekan kedua/ketiga setiap bulan
❌ Tidak tepat secara astronomis – pasang maksimum tidak selalu bertepatan dengan pekan tertentu, melainkan bergantung pada fase bulan.

67. [e] Pengukuran sifat kedalaman perairan laut sangat berhubungan dengan sifat massa air dan massa udara. Hukum fisika yang dipergunakan sebagai dasar pengukuran kedalaman adalah Hukum Snellius. Berdasarkan hal tersebut maka pernyataan yang paling benar adalah …
A. kedalaman perairan laut akan tampak akan lebih kecil dari kedalaman sesungguhnya
B. kedalaman perairan air akan tampak sama dengan kedalaman sesungguhnya
C. kedalaman perairan laut akan tampak lebih besar dari kedalaman sesungguhnya
D. kedalaman perairan laut tidak tergantung densitas air laut
E. kedalaman perairan laut akan tergantung pada densitas air laut 

Kunci
Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami apa itu Hukum Snellius dan bagaimana hukum ini digunakan dalam pengukuran kedalaman laut. Hukum ini berkaitan dengan pembiasan gelombang (terutama cahaya atau gelombang suara) saat berpindah dari satu medium ke medium lain yang berbeda kerapatannya (densitas).

Dalam konteks laut, pengukuran kedalaman menggunakan gelombang bunyi (sonar) yang dipantulkan dari dasar laut ke permukaan.

A. Kedalaman perairan laut akan tampak lebih kecil dari kedalaman sesungguhnya
❌ Ini terjadi jika pengukuran hanya pakai cahaya di air, tapi dengan sonar (yang umum dipakai), ini kurang tepat.
B. Kedalaman perairan air akan tampak sama dengan kedalaman sesungguhnya
❌ Tidak benar, karena kecepatan gelombang dipengaruhi densitas — pembiasan pasti ada.
C. Kedalaman perairan laut akan tampak lebih besar dari kedalaman sesungguhnya
❌ Juga bisa tidak akurat tergantung kondisi medium.
D. Kedalaman perairan laut tidak tergantung densitas air laut
❌ SALAH – Hukum Snellius justru bergantung pada perbedaan densitas antar medium.
E. Kedalaman perairan laut akan tergantung pada densitas air laut
BENAR – karena kecepatan gelombang dan sudut pembiasan dipengaruhi oleh densitas medium, maka pengukuran kedalaman dengan prinsip Hukum Snellius sangat bergantung pada densitas air laut.

Hubungan antara kedalaman laut dan densitas air laut erat kaitannya dengan cara kita mengukur kedalaman menggunakan gelombang (biasanya gelombang bunyi atau sonar), dan bagaimana densitas air laut memengaruhi kecepatan rambat gelombang tersebut.

Kecepatan gelombang bunyi dipengaruhi oleh densitas (massa jenis) dan suhu air laut. Faktor yang memengaruhi kecepatan gelombang bunyi dalam air laut:
- Suhu: makin hangat → makin cepat
- Densitas: makin tinggi → makin lambat
- Tekanan (kedalaman): makin dalam → makin cepat karena tekanan tinggi

Jadi, jika densitas berubah (karena variasi salinitas atau suhu), maka kecepatan bunyi juga berubah, dan ini akan mempengaruhi akurasi perhitungan kedalaman.

Jika kamu mengasumsikan air laut bersifat homogen, tapi ternyata densitasnya lebih tinggi → kecepatan bunyi lebih lambat → waktu tempuh lebih lama → kedalaman terhitung jadi lebih dalam dari yang sebenarnya.

68. [e] Gelombang laut dari laut dalam ke laut dangkal sampai ke pantai akan mengalami perubahan yang disebabkan …
A. adanya perbedaan temperatur laut
B. adanya perbedaan kedalaman perairan laut
C. adanya perbedaan kecerahan air laut
D. adanya perbedaan densitas air laut
E. adanya perbedaan salinitas air laut

Kunci:

Gelombang laut yang bergerak dari laut dalam ke laut dangkal akan mengalami perubahan karena kedalaman air semakin berkurang. Perubahan yang terjadi antara lain:
1. Panjang gelombang memendek
2. Tinggi gelombang meningkat
3. Kecepatan gelombang menurun

Bentuk gelombang menjadi lebih curam dan akhirnya pecah (breaking waves) saat mendekati pantai

Hal ini terjadi karena dasar laut mulai memengaruhi pergerakan gelombang — inilah fenomena yang disebut shoaling.

Jadi, kedalaman perairan adalah faktor utama yang menyebabkan perubahan karakteristik gelombang laut dari laut dalam ke laut dangkal. Ilustrasi shoaling di bawah:


69. [m] Pilihlah jawaban paling benar. Gelombang dari laut dalam ke pantai akan mengalami gejala

A. orbital gelombang
B. pecah gelombang
C. panjang gelombang
D. refleksi gelombang
E. pendangkalan gelombang 

Kunci
Saat gelombang laut merambat dari laut dalam ke arah pantai (laut dangkal), gelombang mengalami perubahan akibat dasar laut. Gelombang akan:

- Melambat karena dasar laut menahan geraknya
- Menjadi lebih tinggi (menumpuk energi ke atas)
- Menjadi lebih curam
Akhirnya pecah (breaking waves)

Gejala ini disebut pecah gelombang, yaitu saat puncak gelombang jatuh ke depan karena kehilangan keseimbangan akibat gesekan dengan dasar laut.

Istilah lain dalam opsi jawaban:
1. Orbital gelombang: terjadi di laut dalam, partikel air bergerak melingkar.
2. Panjang gelombang: justru memendek saat menuju pantai.
3. Refleksi gelombang: terjadi saat gelombang memantul dari permukaan keras seperti tebing.
4. Pendangkalan gelombang: istilah ini tidak umum digunakan secara ilmiah, yang tepat adalah proses shoaling.

70. [h] Pasang surut merupakan gerakan naik turunnya air laut yang disebabkan oleh gerakan massa air laut akibat …
A. adanya gerakan massa air laut di Bumi yang disebabkan oleh angin
B. adanya gaya gravitasi Matahari yang dominan dan lebih besar daripada Bulan
C. adanya gaya gravitasi Bulan yang dominan dan lebih besar daripada Matahari
D. adanya gerakan air laut di Bumi karena arus laut
E. adanya gerakan massa angin yang membangkitkan angin 

Kunci
Pasang surut laut terjadi karena tarikan gravitasi antara Bulan dan Bumi, serta pengaruh tambahan dari Matahari. Meskipun gaya gravitasi Matahari lebih besar secara total, pengaruh pasang surut dari Bulan lebih dominan karena:

- Bulan lebih dekat ke Bumi dibandingkan Matahari.
- Gaya pasang surut bergantung pada perbedaan gravitasi di antara sisi dekat dan jauh dari Bumi terhadap benda langit, dan efek ini jauh lebih kuat dari Bulan.]

Karena itu, Bulan menjadi penyebab utama pasang surut, sementara Matahari hanya memperkuat atau memperlemah pasang saat fase bulan baru atau purnama (pasang purnama/spring tide dan pasang perbani/neap tide).

Jawaban: C. adanya gaya gravitasi Bulan yang dominan dan lebih besar daripada Matahari.

Lanjut: Soal No 71-75 (on progress)

Sabtu, Mei 17

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 61-65]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 61-65]

Lanjut lagi berikut pembahasan kunci jawaban soal OSK Kebumian nomot selanjutnya dengan topik masih seputar dinamika meteorologi

Mau gabung kelas pendalaman OSN saya, hanya 150 K saja: DAFTAR

61. [m] Cermati grafik yang diberikan, pada lintang berapakah yang paling sering turun hujan?

A. 0°
B. 20° LU atau 20° LS
C. 50° LU atau 50° LS
D. 60° LU atau 60° LS
E. > 80° LU atau LS 

Pembahasan:
Untuk menjawab soal ini, mari kita cermati grafik yang menunjukkan:
Garis tebal solid = Curah hujan (Precipitation)
Garis tipis solid = Penguapan (Evaporation)
Garis putus-putus = Selisih Evaporasi – Presipitasi (E - P)
Garis titik-titik = Salinitas

Analisis:
1. Daerah dengan curah hujan (Precipitation) tertinggi terlihat pada lintang 0° (ekuator).
2. Terlihat, pada lintang 0°, grafik curah hujan mencapai puncak tertinggi dibandingkan lintang lainnya.
3. Sesuai dengan fakta bahwa daerah ekuator (0°) merupakan zona konvergensi antar-tropik (ITCZ) yang memang banyak mengalami hujan konvektif sepanjang tahun.

62. Cermati grafik yang disajikan dalam soal. Berdasarkan grafik tersebut, kesimpulan apakah yang kita peroleh tentang salinitas air laut?
A. Salinitas air laut menjadi tinggi karena terjadi banyak presipitasi sedangkan evaporasinya sedikit.
B. Salinitas air laut menjadi tinggi karena presipitasi sedikit dan evaporasinya juga sedikit.
C. Salinitas air laut menjadi rendah karena terjadi banyak presipitasi sedangkan evaporasinya sedikit.
D. Salinitas air laut menjadi rendah karena presipitasi banyak dan evaporasinya juga banyak
E. Salinitas air laut menjadi rendah atau tinggi tidak terkait dengan presipitasi dan evaporasinya. 

Kunci:
Konsep yang harus dipahami:
1. Presipitasi (curah hujan) tinggi → salinitas rendah
Karena air tawar masuk ke laut → mengencerkan garam.

2. Evaporasi tinggi → salinitas tinggi
Karena air menguap, garam tertinggal → meningkatkan konsentrasi garam.

Analisis grafik:
Lintang 0° (ekuator): Presipitasi tinggi, Evaporasi sedang → Salinitas rendah
Lintang 20° LU/LSPresipitasi rendah, Evaporasi tinggi → Salinitas tinggi
Lintang tinggi (60°–80°)Presipitasi tinggi, Eavporasi rendah → Salinitas rendah

Cek jawaban:
A. Salinitas air laut menjadi tinggi karena terjadi banyak presipitasi sedangkan evaporasinya sedikit.
❌ SALAH – banyak presipitasi seharusnya menurunkan salinitas.
B. Salinitas air laut menjadi tinggi karena presipitasi sedikit dan evaporasinya juga sedikit.
❌ SALAH – evaporasi harus tinggi agar salinitas meningkat.
C. Salinitas air laut menjadi rendah karena terjadi banyak presipitasi sedangkan evaporasinya sedikit.
BENAR – ini sesuai dengan kondisi di lintang tinggi dan ekuator.
D. Salinitas air laut menjadi rendah karena presipitasi banyak dan evaporasinya juga banyak.
❌ KURANG TEPAT – evaporasi banyak justru cenderung meningkatkan salinitas.
E. Salinitas air laut menjadi rendah atau tinggi tidak terkait dengan presipitasi dan evaporasinya.
❌ SALAH – sangat terkait erat.

63. [m] Definisi gelombang laut paling benar adalah …
A. Gerakan naik-turun muka air laut
B. Gerakan perpindahan massa air laut dari satu titik ke titik lain
C. Gerakan naik-turunnya muka air sebab interaksi gravitasi Bumi-Bulan-Matahari
D. Gerakan naik-turunnya muka air laut ke pantai
E. Gerakan orbital air laut karena interaksi antara muka air laut dengan angin 

Kunci
Gelombang laut adalah gerakan orbital partikel air laut yang disebabkan oleh energi dari angin yang bertiup di atas permukaan laut.
Partikel air tidak berpindah tempat secara horizontal, tetapi bergerak dalam lintasan melingkar (orbital). Energi gelombanglah yang bergerak ke depan, bukan massa airnya.

A. Gerakan naik-turun muka air laut
❌ Kurang lengkap – hanya menyebut efek visual, tidak menjelaskan penyebab atau mekanisme.
B. Gerakan perpindahan massa air laut dari satu titik ke titik lain
❌ SALAH – gelombang tidak memindahkan massa, tapi energi. Yang memindahkan massa adalah arus laut.
C. Gerakan naik-turunnya muka air sebab interaksi gravitasi Bumi-Bulan-Matahari
❌ SALAH – ini definisi dari pasang surut laut (tide), bukan gelombang.
D. Gerakan naik-turunnya muka air laut ke pantai
❌ Kurang tepat – ini hanya efek dari gelombang, bukan definisinya.
E. Gerakan orbital air laut karena interaksi antara muka air laut dengan angin
BENAR – ini definisi yang paling tepat secara fisik dan ilmiah.

64. [m] Fenomena sebaran temperatur air laut di suatu perairan secara vertikal pada kedalaman mulai permukaan sampai bawah secara gradual disebut ….
A. Haloklin
B. Termoklin
C. Termohalin
D. Haloklin atas
E. Termostat

Kunci
A. Haloklin
❌ Bukan suhu, tapi perubahan kadar garam (salinitas) secara vertikal di laut.
B. Termoklin
BENAR – adalah lapisan transisi di laut di mana suhu air berubah drastis dengan bertambahnya kedalaman. Biasanya antara lapisan permukaan yang hangat dan lapisan dalam yang dingin.
C. Termohalin
❌ Gabungan dari “termo” (suhu) dan “halin” (salinitas), biasanya digunakan dalam konteks sirkulasi termohalin, bukan distribusi suhu vertikal.
D. Haloklin atas
❌ Tidak umum dipakai dan tetap berkaitan dengan salinitas, bukan suhu.
E. Termostat
❌ Istilah ini tidak digunakan dalam oseanografi; lebih dikenal dalam konteks alat pengatur suhu.

65. [e] Fenomena gaya pasang surut laut pada dasarnya menggunakan rumus dasar yaitu …
A. Hukum ke-1 Newton
B. Hukum ke-2 Newton
C. Hukum ke-3 Newton
D. Hukum Gravitasi Newton
E. Hukum Snellius 

Kunci
Pasang surut laut itu Terjadi karena gaya gravitasi antara Bumi, Bulan, dan Matahari. Gaya tarik menarik ini menyebabkan permukaan laut naik dan turun secara periodik.

A. Hukum ke-1 Newton (Inersia)
❌ Tidak relevan langsung dengan gaya tarik gravitasi.
B. Hukum ke-2 Newton (F = ma)
❌ Ini berkaitan dengan percepatan akibat gaya, bukan sebab pasang surut secara spesifik.
C. Hukum ke-3 Newton (Aksi-reaksi)
❌ Tidak menjelaskan gaya tarik antar benda langit.
D. Hukum Gravitasi Newton
✔️ Inilah hukum yang menjelaskan gaya tarik antar Bumi, Bulan, dan Matahari yang menjadi faktor utama pembentuk pasang surut laut, rumusnya:
E. Hukum Snellius
❌ Terkait dengan pembiasan cahaya, bukan gravitasi atau laut.

Jumat, Mei 16

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 56-60]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 56-60]

Halo teman-teman sekalian kita coba lagi gas bahas kunci pembahasan osk kebumian 2024. Jangan lupa terus pantengin blog ini.

Daftar bimbingan kelas OSN Kebumian saya, only 150 ribu saja: DAFTAR

56. [e] Lapisan dari sebuah perairan yang dapat ditembus sinar Matahari dan cukup intensitasnya sehingga organisme dapat berfotosintesis disebut zona….
A. litofotik
B. eufotik
C. afotik
D. fotik
E. bifotik 

Pembahasan: B
Zona eufotik (euphotic zone) adalah lapisan perairan yang dapat ditembus cahaya Matahari dengan cukup intensitas untuk mendukung fotosintesis. Di zona ini, cahaya masih cukup terang untuk digunakan oleh fitoplankton dan organisme fotosintetik lainnya dalam menghasilkan energi.
Berikut penjelasan pilihan lainnya:
A. Litofotik: Tidak dikenal dalam ekologi perairan.
C. Afotik: Zona yang tidak mendapatkan cahaya sama sekali, sehingga fotosintesis tidak bisa terjadi.
D. Fotik: Merujuk pada zona yang terkena cahaya, namun tidak semua bagian fotik cukup terang untuk fotosintesis — bagian teratasnya adalah zona eufotik.
E. Bifotik: Istilah ini tidak umum dalam ilmu oseanografi atau ekologi perairan.

57. [m] Pada fenomena gelombang laut di laut dalam yang biasanya diukur adalah …
A. Kecepatan gelombang
B. Periode gelombang
C. Kecepatan dan periode gelombang
D. Tinggi gelombang dan periode gelombang
E. Panjang gelombang dan kecepatan gelombang 

Kunci:
D. Tinggi gelombang dan periode gelombang
Penjelasan:

Dalam kajian gelombang laut di laut dalam (deep water waves), dua parameter utama yang sering diukur adalah:
- Tinggi gelombang (wave height) – Jarak vertikal dari puncak gelombang ke lembah gelombang.
- Periode gelombang (wave period) – Waktu yang dibutuhkan satu gelombang untuk melewati titik tetap.

Kedua parameter ini sangat penting karena mereka memengaruhi energi gelombang, interaksi dengan struktur laut, serta dampaknya terhadap kapal dan pantai.
Parameter lain seperti kecepatan dan panjang gelombang bisa dihitung dari tinggi dan periode gelombang menggunakan rumus fisika gelombang.

58. [e] Apabila dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut air laut, maka tipe pasang surut tersebut dinamakan ..
A. Tipe Pasang Surut Campuran
B. Tipe Pasang Surut Harian Ganda
C. Tipe Pasang Surut Semi Diurnal
D. Tipe Pasang Surut Harian Ganda
E. Tipe Pasang Surut Diurnal 

Kunci
Jawaban yang benar adalah:

C. Tipe Pasang Surut Semi Diurnal

Penjelasan:
Tipe pasang surut ditentukan berdasarkan jumlah pasang dan surut yang terjadi dalam satu hari (24 jam). Berikut jenis-jenisnya:

  • Tipe Diurnal (Harian Tunggal): Terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dalam 24 jam.

  • Tipe Semi Diurnal (Harian Ganda): Terjadi dua kali pasang dan dua kali surut, dengan tinggi yang relatif sama, dalam 24 jam.

  • Tipe Campuran: Terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari, tetapi tinggi dan waktunya berbeda-beda secara signifikan.

Dalam soal disebutkan dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari tanpa disebutkan perbedaan tinggi, maka ini sesuai dengan Tipe Semi Diurnal.


59. [m] Salah satu sifat fisik air laut adalah densitas air laut. Pengertian densitas air laut yang paling benar adalah …

A. Jumlah kandungan garam dalam air laut
B. Jumlah kandungan garam-garam yang terlarut dalam air laut
C. Jumlah kandungan zat padatan dalam air laut
D. Indeks jumlah total zat garam yang terlarut dalam laut air laut
E. Indeks jumlah total dalam larutan laut air laut 

Kunci
Densitas (massa jenis) air laut adalah ukuran massa per satuan volume air laut, biasanya dinyatakan dalam kg/m³. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga faktor utama:
- Suhu (semakin rendah suhu, densitas meningkat),
- Salinitas (semakin tinggi salinitas, densitas meningkat),
- Tekanan (semakin besar tekanan, densitas meningkat, terutama di laut dalam).

Jadi, densitas tidak hanya mencerminkan kandungan garam saja, tetapi semua zat padat terlarut, termasuk garam-garam dan zat lainnya.

Oleh karena itu, definisi yang paling tepat adalah: C. Jumlah kandungan zat padatan dalam air laut.

60. [m] Densitas air laut terutama akan dikontrol oleh…
A. Salinitas dan kandungan padatannya
B. Salinitas dan temperaturnya
C. Temperatur dan kandungan pandatannya
D. Salinitas dan kandungan ionnya
E. Temperatur dan kandungan ionnya 

Kunci
Densitas (massa jenis) air laut terutama dipengaruhi oleh dua faktor utama:
- Salinitas – semakin tinggi salinitas (kandungan garam), maka densitas air laut akan semakin besar.
- Temperatur (suhu) – semakin tinggi suhu, densitas akan menurun karena air mengembang saat dipanaskan.

Faktor ketiga yang juga berpengaruh (meskipun tidak disebut dalam opsi soal) adalah tekanan, namun pengaruh ini lebih terasa di kedalaman laut.

Opsi lainnya:
Kandungan padatan atau ion sudah termasuk dalam salinitas secara umum.

Tapi yang utama dan paling berpengaruh secara langsung terhadap densitas adalah salinitas dan temperaturJadi, jawaban yang tepat adalah: B. Salinitas dan temperaturnya.

Lanjut: Soal No 61-60 (on progress)

Minggu, Mei 11

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 46-50]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 46-50]

Kembali lagi kita lanjutkan pembahasan kunci OSK Kebumian tahun sebelumnya. Pastikan untuk selalu pantengin blog ini.

Untuk dapatkan akses try out berkala OSK Kebumian, silahkan join kelas pendalaman OSN Kebumian saya di link berikut: DAFTAR

46. [e] Fenomena ENSO dapat diidentifikasi menggunakan indeks berikut, kecuali …
A. SOI
B. Nino 3.4
C. MJO
D. MEI
E. ONI 

Pembahasan:
ENSO (El Niño–Southern Oscillation) adalah fenomena iklim global yang melibatkan interaksi antara atmosfer dan laut di wilayah Samudra Pasifik tropis. Untuk memantau dan mengidentifikasi ENSO (baik El Niño maupun La Niña), digunakan beberapa indeks iklim berikut:

SOI (Southern Oscillation Index)
-  Mengukur perbedaan tekanan atmosfer antara Tahiti dan Darwin.
-  Nilai negatif = El Niño, nilai positif = La Niña.

Nino 3.4
- Mengukur suhu permukaan laut (SST) di wilayah Pasifik tengah (5°N-5°S, 170°W-120°W).
- Wilayah ini sangat sensitif terhadap ENSO.

MEI (Multivariate ENSO Index)
- Indeks gabungan dari berbagai parameter atmosfer dan laut (SST, angin, tekanan, dll).

ONI (Oceanic Niño Index)
- Rata-rata anomali SST di wilayah Nino 3.4 selama 3 bulan berturut-turut.
- Sering digunakan sebagai indikator resmi status ENSO.

Indeks yang BUKAN untuk ENSO:
MJO (Madden-Julian Oscillation)
Merupakan fenomena intra-musiman (berkala 30–60 hari), berupa gangguan tropis bergerak dari barat ke timur. Memengaruhi hujan tropis, tetapi berbeda mekanisme dari ENSO.

Berikut tabel perbandingan ENSO dan MJO

47. [m] Pada saat El Nino, terjadi perubahan kondisi atmosfer seperti …
A. Penguatan angin pasat
B. Peningkatan suhu permukaan laut dibandingkan kondisi normal di Samudera Pasifik Tropis Barat
C. Peningkatan tekanan permukaan laut dibandingkan kondisi normal di Darwin
D. Semakin banyak awan konvektif di sepanjang Australia/Indonesia
E. Kemiringan termoklin meningkat di sepanjang basin 

Kunci
Saat El Niño, terjadi anomali dalam sistem laut–atmosfer Pasifik tropis yang mencakup perubahan suhu permukaan laut (SST), tekanan udara, pola angin, dan konveksi.

Detail Pilihan Jawaban:
A. Penguatan angin pasat
Salah. Justru saat El Niño, angin pasat melemah, bahkan bisa berbalik arah.
B. Peningkatan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik Tropis Barat
Salah. El Niño ditandai oleh pemanasan di Pasifik tengah dan timur, sementara bagian barat biasanya mendingin atau normal.
C. Peningkatan tekanan permukaan laut di Darwin
Benar. El Niño menyebabkan tekanan naik di wilayah barat Pasifik (seperti Darwin, Australia), dan turun di timur Pasifik. Ini membalik pola normal tekanan.
D. Semakin banyak awan konvektif di sepanjang Australia/Indonesia
Salah. El Niño mengurangi pembentukan awan konvektif dan curah hujan di wilayah ini → menyebabkan kekeringan.
E. Kemiringan termoklin meningkat di sepanjang basin
Salah. Saat El Niño, kemiringan termoklin berkurang karena air hangat bergerak ke timur, membuat termoklin mendatar.

✅ Maka, jawaban benar adalah C. Peningkatan tekanan permukaan laut di Darwin

48. [e] Angin siklonik yang berputar cepat mengelilingi suatu area kecil bertekanan rendah yang intens disebut …
A. Siklon tropis
B. Squall line
C. Supercell
D. Tornado
E. Virga

Kunci
Tornado adalah angin siklonik sangat cepat yang berputar kuat mengelilingi pusat bertekanan rendah yang sangat kecil dan intens, biasanya berbentuk corong dan menyentuh tanah.
A. Siklon tropis
istem tekanan rendah juga, tapi berskala besar, terbentuk di atas laut tropis. Kecepatannya tinggi tapi ukurannya jauh lebih besar dari tornado.
B. Squall line
Garis badai petir memanjang, bukan sistem angin berputar kecil.
C. Supercell
 Badai petir besar dan kuat, bisa memunculkan tornado, tapi bukan tornado itu sendiri.
E. Virga
Fenomena hujan yang menguap sebelum menyentuh tanah, tidak berhubungan dengan angin siklonik.

49. [e] Masuk dalam kategori Enhanced Fujita berapakah, jika angin tornado mencapai kecepatan 63–97 knots, dan dapat mematahkan ranting serta memecahkan jendela kaca?
A. F0
B. F1
C. F2
D. F3
E. F4
 
Kunci
Skala Enhanced Fujita (EF Scale) menggunakan skala enam tingkat (EF0 hingga EF5) untuk menilai intensitas kerusakan akibat tornado, di mana setiap tingkat mewakili perkiraan kecepatan angin dan jenis kerusakan yang terjadi. Skala ini menggantikan Skala Fujita asli pada tahun 2007, dengan memberikan rentang kecepatan angin yang lebih rinci berdasarkan pengamatan kerusakan. Skala EF menetapkan peringkat berdasarkan 28 indikator kerusakan dan delapan tingkat kerusakan, sehingga memungkinkan korelasi yang lebih akurat antara kecepatan angin dan kerusakan yang ditimbulkan. Perhatikan tabel di bawah, silahkan dihapalkan.

Skala Fujita Tornado

Jadi jawaban yang tepat lebih ke opsi A yaitu F01.

50. [m] Berikut ini adalah tipe-tipe presipitasi, kecuali …
A. Drizzle
B. Salju
C. Grauple
D. Hail
E. Derecho 

Kunci
Presipitasi adalah segala bentuk air yang jatuh dari atmosfer ke permukaan Bumi, baik dalam bentuk cair maupun padat. Perbedaan wujud presipitasi ini dipengaruhi kondisi perubahan suhu di atmosfer sekitarnya.

E. Derecho
Bukan jenis presipitasi, melainkan fenomena angin kencang yang menyebar luas dan bergerak cepat, sering terkait dengan garis badai. Menyebabkan kerusakan seperti tornado, tapi bukan hujan atau salju.

Berikut ini tabel lengkap jenis hujan:


Jumat, Mei 9

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 41-45]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 41-45]


Di postingan ini kita akan bahas kembali kunci soal OSK Kebumian tahun lalu, silahkan disimak dengan seksama ya!.

Untuk gabung kelas pendalaman OSN Kebumian saya cek 👉 DAFTAR (150 ribuan aja per siswa)

41. [h] Dari ke-4 pernyataan berikut, manakah yang tepat menggambarkan kondisi fisis lapisan Mesosfer?
1. Lapisan atmosfer yang terekspos langsung terhadap radiasi matahari
2. Lapisan tempat meteor terbakar saat memasuki atmosfer Bumi
3. Temperatur menurun terhadap ketinggian
4. Temperatur naik terhadap ketinggian
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 1 dan 4

Pembahasan:
Pernyataan yang tepat mengenai kondisi fisis lapisan mesosfer adalah: C
Lapisan tempat meteor terbakar saat memasuki atmosfer Bumi
Temperatur menurun terhadap ketinggian

Mesosfer adalah lapisan atmosfer yang terletak di atas stratosfer dan di bawah termosfer, kira-kira pada ketinggian 50–85 km. Di lapisan ini, suhu menurun seiring bertambahnya ketinggian, menjadikannya lapisan paling dingin di atmosfer. Meteor umumnya terbakar di mesosfer karena gesekan dengan partikel-partikel udara (densitas udara di mesosfer tinggi) yang meskipun tipis, cukup untuk menghasilkan panas.
 
Pernyataan lain salah karena:
Pernyataan 1: "Lapisan atmosfer yang terekspos langsung terhadap radiasi matahari"
Pernyataan ini lebih tepat menggambarkan termosfer, bukan mesosfer. Di termosfer, radiasi matahari sangat kuat sehingga suhu bisa naik drastis hingga 2.000°C atau lebih. Mesosfer justru tidak langsung terkena radiasi matahari dan merupakan salah satu lapisan terdingin karena penurunan suhu terhadap ketinggian.

Pernyataan 4: "Temperatur naik terhadap ketinggian"
Ini terjadi di stratosfer dan termosfer, bukan mesosfer. Di mesosfer, suhu justru menurun seiring naiknya ketinggian.

42. [e] Partikel gas yang berperan dalam menyerap radiasi UV di lapisan Stratosfer yaitu …
A. CH4
B. O3
C. N2
D. CO
E. Ar 

Pembahasan
Tentunya adalah B. O₃ (ozon)

O₃ (ozon) adalah partikel gas utama di lapisan stratosfer yang menyerap radiasi ultraviolet (UV) dari matahari, terutama UV-B dan UV-C. Ozon terkonsentrasi dalam lapisan ozon yang berada pada ketinggian sekitar 15–35 km di stratosfer. Proses penyerapannya sangat penting untuk melindungi makhluk hidup di Bumi dari bahaya radiasi UV yang dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan DNA, dan gangguan ekosistem.

Mengapa opsi lain salah:
A. CH₄ (metana) → Gas rumah kaca, tetapi tidak menyerap UV secara signifikan.
C. N₂ (nitrogen) → Gas paling banyak di atmosfer, stabil dan tidak menyerap UV secara langsung.
D. CO (karbon monoksida) → Terlibat dalam reaksi kimia di atmosfer, tetapi tidak menyerap UV.
E. Ar (argon) → Gas mulia yang inert, tidak menyerap UV.

43. [m] Wilayah sumber massa udara Continental Polar (cP) adalah …
A. Wilayah antisiklon kontinental di Siberia dan utara Kanada
B. Wilayah utara Kanada dan Greenland
C. Wilayah samudera tropis yang hangat
D. Wilayah Benua Asia dan Afrika
E. Benua Australia pada saat musim dingin

Kunci
Massa udara Continental Polar (cP) adalah massa udara:
Dingin dan kering. Terbentuk di daratan lintang tinggi (sub-polar hingga polar), di atas wilayah yang luas dan bersuhu rendah,Sumber utamanya berasal dari antisiklon besar di daerah kontinental seperti Siberia (Asia) dan utara Kanada (Amerika Utara)

Alasan opsi lain salah:
B. Wilayah utara Kanada dan Greenland
SALAH SEBAGIAN – Utara Kanada benar, tapi Greenland tidak sepenuhnya kontinental (lebih bersalju, es, dan kutub), biasanya diasosiasikan dengan Arctic (cA) bukan cP.
C. Wilayah samudera tropis yang hangat
❌ Ini adalah sumber mT (maritime Tropical) – hangat dan lembap, bukan cP.
D. Wilayah Benua Asia dan Afrika
❌ Terlalu umum dan Afrika tidak menghasilkan massa udara cP, karena iklimnya lebih tropis atau subtropis.
E. Benua Australia pada saat musim dingin
❌ Ini menghasilkan massa udara cA (continental Antarctic) atau cT (continental Tropical) tergantung musim, tapi bukan cP khas.

Perhatikan distribusi massa udara berikut:



44. [h] Pilihlah pernyataan yang benar dari 5 pernyataan berikut, yang menggambarkan kondisi stabilitas atmosfer. (Catatan: Γ = lapse rate, e=environmental, d = dry adiabatic, m = moist adiabatic)
1. Pada saat kondisi stabil absolut, nilai Γe lebih rendah dari Γd dan Γm
2. Pada saat kondisi stabil absolut, nilai Γe lebih tinggi dari lapse rate udara basah dan Γm
3. Pada saat kondisi tidak stabil bersyarat, nilai Γe sama dengan Γd dan Γm
4. Pada saat kondisi tidak stabil absolut, nilai Γe lebih rendah dari Γd dan Γm
5. Pada saat kondisi tidak stabil absolut, nilai Γe lebih tinggi dari Γd dan Γm

Jawaban:
A. 1 dan 3
B. 1 dan 4
C. 1 dan 5
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4 

Kunci
C. 1 dan 5

Penjelasan Stabilitas Atmosfer dan Lapse Rate (Γ):
Γe = Environmental lapse rate (laju penurunan suhu lingkungan terhadap ketinggian)
Γd = Dry adiabatic lapse rate ≈ 9.8°C/km
Γm = Moist adiabatic lapse rate ≈ 5–6°C/km (lebih kecil dari Γd karena pelepasan panas laten)

Interpretasi Tiap Kondisi:
1. Kondisi stabil absolut:
Suatu massa udara yang naik (kering atau basah) akan lebih dingin daripada lingkungannya → tidak akan terus naik.
✅ Ini terjadi jika: Î“e < Γm < ΓdPERNYATAAN 1 BENAR

2. Kondisi tidak stabil absolut:
Massa udara yang naik, kering atau basah, akan lebih hangat dari lingkungan dan terus naik.
✅ Ini terjadi jika:
Γe > Γd > ΓmPERNYATAAN 5 BENAR

3. Kondisi tidak stabil bersyarat:
Stabil untuk udara kering, tapi tidak stabil untuk udara jenuh (basah).
Ini terjadi jika:
Γm < Γe < ΓdPERNYATAAN 3 SALAH

Jadi simpulannya:
  1. ✅ BENAR

  2. ❌ SALAH → Pada kondisi stabil absolut, Γe lebih kecil, bukan lebih tinggi dari Γm.

  3. ❌ SALAH → Pada kondisi tidak stabil bersyarat, Γe berada di antara Γm dan Γd, bukan sama.

  4. ❌ SALAH → Γe lebih tinggi dari Γd dan Γm saat tidak stabil absolut.

  5. ✅ BENAR

45. [e] Tipe inversi yang disebabkan oleh pendinginan udara permukaan pada malam hari disebut inversi ..
A. Frontal
B. Radiatif
C. Dryline
D. Subsidens
E. Konveksi 

Pembahasan:
Inversi suhu (temperature inversion) terjadi saat suhu udara meningkat dengan ketinggian, berlawanan dengan kondisi normal (suhu menurun dengan ketinggian). Salah satu tipe yang paling umum adalah:

Inversi Radiatif (Radiation Inversion) dengan ciri:
- Terjadi pada malam hari, terutama saat langit cerah dan angin lemah
- Permukaan bumi kehilangan panas melalui radiasi inframerah
Udara di dekat permukaan menjadi lebih dingin, sementara udara di atasnya tetap lebih hangat
- Terjadi inversi suhu dekat permukaan

Opsi jawaban lain salah karena:
A. Frontal
➤ Terjadi di perbatasan antara dua massa udara berbeda; bukan karena pendinginan malam hari.
C. Dryline
➤ Fenomena batas antara massa udara kering dan lembap; tidak berkaitan dengan inversi malam hari.
D. Subsidens
➤ Terjadi karena penurunan (subsidence) udara di atmosfer atas yang menghangat secara adiabatik — bukan karena permukaan mendingin.
E. Konveksi
➤ Justru terjadi saat udara hangat naik, bukan menciptakan inversi.

Lanjut: Soal No 46-50 

Rabu, Mei 7

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 36-40]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 36-40]

Di postingan ini kita akan coba bahas kembali kunci jawaban soal OSK Kebumian nomor selanjutnya. Topik masih seputar meteorologi dan klimatologi.

Link kelas pendalaman OSN Kebumian: DAFTAR (ONLY 150 K Per Siswa)

36. [h] Fenomena cuaca manakah yang temasuk dalam skala mikroskopis gerakan atmosfer?
A. Angin monsoon
B. Angin baratan
C. Sirkulasi Sel Hadley
D. Jet stream
E. Dust devils 

Pembahasan:
Skala mikroskopis dalam gerakan atmosfer merujuk pada fenomena cuaca yang terjadi dalam skala ruang sangat kecil (hanya beberapa meter hingga ratusan meter) dan waktu yang singkat (beberapa menit). Contoh khasnya adalah dust devils, yaitu pusaran angin kecil yang terbentuk di permukaan tanah akibat pemanasan lokal yang kuat.

Sementara itu, opsi lainnya termasuk dalam skala yang jauh lebih besar:
1. Angin monsoon: skala regional (makroskopis)
2. Angin baratan (westerlies): skala planet
3. Sirkulasi Sel Hadley: skala global/planet
4. Jet stream: skala sinoptik. Skala sinoptik adalah skala cuaca yang terjadi pada wilayah hingga ribuan kilometer dan berlangsung selama beberapa hari.

37. [m] Manakah di antara pilihan di bawah ini yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi pola angin pada semua skala?
A. Rotasi Bumi
B. Distribusi tekanan atmosfer
C. Kondisi topografi lokal
D. Konsentrasi Ozon di atmosfer
E. Perbedaan suhu antara Ekuator dan Kutub 

Pembahasan:
Pola angin dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang berlaku di berbagai skala (mikroskopis, lokal, regional, hingga global), di antaranya:

1. Rotasi Bumi → menghasilkan gaya Coriolis yang membelokkan arah angin.
2. Distribusi tekanan atmosfer → angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah.
3. Kondisi topografi lokal → memengaruhi arah dan kecepatan angin di daerah tertentu.
4. Perbedaan suhu antara Ekuator dan Kutub → menciptakan sirkulasi global seperti Sel Hadley.

Konsentrasi ozon di atmosfer lebih berpengaruh terhadap penyerapan sinar UV dan pemanasan stratosfer, bukan faktor utama dalam pembentukan atau pengaruh langsung terhadap pola angin pada semua skala. Jadi D jawabannya.

38. Angin Santa Ana yang terjadi pada Oktober 2023 di California, berkontribusi terhadap …
A. Peningkatan curah hujan
B. Penurunan suhu secara drastis
C. Peningkatan risiko kebakaran hutan
D. Pembentukan badai tropis
E. Pendinginan global 

Pembahasan:
Angin Santa Ana adalah angin kering dan panas yang bertiup dari pedalaman menuju pesisir California, biasanya terjadi pada musim gugur, termasuk Oktober. Angin ini:
1. Berkecepatan tinggiSangat kering
2. Meningkatkan suhu
3. Menurunkan kelembapan

Kondisi tersebut sangat ideal untuk mempercepat penyebaran api, sehingga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kebakaran hutan di wilayah California.

39. Apa peran viskositas udara dalam pembentukan lapisan batas atmosfer?
A. Meningkatkan kecepatan angin pada tingkat permukaan
B. Mempercepat proses konveksi dalam atmosfer
C. Mengurangi transfer materi di atmosfer
D. Menstabilkan lapisan atmosfer sehingga mencegah pembentukan awan
E. Menyebabkan turbulensi dan pencampuran vertikal dalam atmosfer 

Pembahasan:
Viskositas udara adalah ukuran kekentalan atau hambatan terhadap aliran udara. Dalam konteks lapisan batas atmosfer (atmospheric boundary layer), viskositas udara berperan penting karena:

Di dekat permukaan bumi, gesekan antara udara dan permukaan memperlambat angin. 
Hal ini menciptakan gradien kecepatan angin secara vertikal, yang dapat menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini menyebabkan pencampuran vertikal udara, termasuk uap air, polutan, dan panas.

Inilah dasar dari pembentukan lapisan batas atmosfer, yaitu lapisan paling bawah dari atmosfer yang dipengaruhi langsung oleh permukaan bumi dalam skala waktu satu jam atau kurang.

Pilihan lainnya kurang tepat:
A: Viskositas justru menahan kecepatan angin, bukan meningkatkannya.
B: Konveksi lebih dipicu oleh pemanasan diferensial, bukan viskositas.
C: Viskositas memperlambat gerakan molekuler, tapi dalam konteks ini, turbulensi justru meningkatkan transfer materi.
D: Stabilitas atmosfer dipengaruhi oleh gradien suhu, bukan viskositas secara langsung.

40. [m] Lapisan Ekman dalam konteks atmosfer merujuk pada …
A. Lapisan tempat pengaruh gesekan tidak lagi penting
B. Lapisan tempat tekanan atmosfer adalah yang paling tinggi
C. Lapisan tempat aliran fluida dipengaruhi oleh Coriolis dan gesekan
D. Lapisan tempat konduksi panas maksimum
E. Lapisan tempat perubahan suhu yang tajam dalam atmosfer 

Pembahasan:
Lapisan Ekman adalah bagian dari atmosfer (dan juga lautan) di mana gaya Coriolis dan gesekan secara bersama-sama memengaruhi arah aliran fluida (udara atau air). Dalam konteks atmosfer:

1. Lapisan ini terdapat di bagian bawah troposfer, terutama dalam lapisan batas atmosfer.
2. Aliran udara di lapisan ini tidak lagi sejajar dengan isobar, tetapi berbelok karena adanya kombinasi gaya gesekan (friksi dari permukaan bumi) dan efek Coriolis akibat rotasi Bumi.
3. Fenomena ini menciptakan sirkulasi spiral Ekman, terutama terlihat jelas dalam sistem angin dekat permukaan seperti dalam angin geostrofik yang terganggu oleh permukaan.

Ilustrasi perubahan gerak massa air karena Eckman transport di bawah. Sumber: https://www.enso.info/bild/ekman_transport.jpg

Pilihan lain:
A: Justru di luar lapisan Ekman pengaruh gesekan mulai berkurang.
B: Tidak relevan, tekanan tertinggi ada di permukaan, bukan ciri lapisan Ekman.
D: Konduksi bukan dominan di atmosfer (konveksi lebih penting).
E: Perubahan suhu tajam terjadi di tropopause, bukan ciri khas lapisan Ekman.

Lanjut: Soal No 41-45 (on progress)

Sabtu, Mei 3

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 26-30]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 26-30]


Di postingan ini kita lanjutkan pembahasan kunci OSK Kebumian nomor selanjutnya. Pastikan untuk selalu pantengin blog ini.

Untuk ikut kelas OSN Kebumian via telegram silahkan check out: DAFTAR

Topik soal selanjutanya seputar dinamika meteorologi dan klimatologi.

26. [m] From the composition of gases in the earth's atmosphere, which gas has the lightest molecular weight?
A. Helium (He)
B. Hydrogen (H2)
C. Neon (Ne)
D. Water vapour (H2O)
E. Nitrogen (N2) 

Pembahasan:
Berikut adalah massa molekul relatif (Mr) dari masing-masing gas:
- Hydrogen (H₂) = 1 × 2 = 2 g/molpaling ringan
- Helium (He) = 4 g/mol
- Neon (Ne) = 20 g/mol
- Water vapour (H₂O) = (2×1) + 16 = 18 g/mol
- Nitrogen (N₂) = 14 × 2 = 28 g/mol

👉 Maka Hidrogen (H₂) memiliki massa molekul paling ringan di antara semua pilihan.

27. [e] Pusaran udara dari awan cumulonimbus atau awan cumuliform yang turun ke daratan disebut fenomena …
A. Tornado
B. Siklon tropis
C. Hurricane
D. Front
E. Jet stream 

Pembahasan:
Jawabannya Tordano. Tornado adalah pusaran udara yang sangat kuat yang terbentuk dari awan cumulonimbus dan menyentuh permukaan tanah. Fenomena ini biasanya terjadi dalam kondisi cuaca ekstrem, dengan angin sangat kencang yang bisa menghancurkan bangunan.

Pilihan lain (dan alasannya salah):
B. Siklon tropis → sistem badai besar di atas lautan tropis, bukan pusaran dari cumulonimbus yang langsung turun ke daratan.
C. Hurricane → istilah lain dari siklon tropis di wilayah Atlantik dan timur Pasifik.
D. Front → pertemuan dua massa udara berbeda suhu, bukan pusaran.
E. Jet stream → arus udara cepat di atmosfer atas, bukan fenomena permukaan.

28. [e] Apakah penyebab utama terjadinya tornado?
A. Pemanasan global
B. Pebedaan tekanan udara
C. Aktivitas vulkanik
D. Gerakan tektonik
E. Perubahan fase air 

Pembahasan:
Tornado terbentuk akibat perbedaan tekanan udara yang ekstrem, terutama ketika:
- Udara hangat dan lembap dari permukaan naik dengan cepat,
- Bertemu dengan udara dingin dan kering dari atas atmosfer,
- Terjadi ketidakstabilan atmosfer dan geseran angin (wind shear)
- Memicu pusaran (mesosiklon) yang dapat berkembang menjadi tornado.

Opsi jawaban lain salah karena:
A. Pemanasan global → mungkin memengaruhi iklim jangka panjang, tapi bukan penyebab langsung tornado
C. Aktivitas vulkanik → bisa sebabkan awan panas, bukan tornado.
D. Gerakan tektonik → terkait gempa bumi, bukan fenomena atmosfer.
E. Perubahan fase air → berperan dalam pembentukan awan, bukan langsung menyebabkan tornado.

29. [e] Skala apa yang digunakan untuk mengukur kekuatan tornado sejak tahun 2007?
A. Skala Beaufort
B. Skala Fujita
C. Skala Mercalli
D. Skala Safir-Simpson
E. Skala Enhanced Fujita 

Pembahasan:
E. Skala Enhanced Fujita
Sejak tahun 2007, Amerika Serikat dan beberapa negara lain mulai menggunakan Enhanced Fujita Scale (EF Scale) untuk mengukur kekuatan tornado. Skala ini merupakan versi yang lebih akurat dari Skala Fujita lama, dengan mempertimbangkan kerusakan pada berbagai jenis bangunan dan struktur.

Sementara itu:
A. Skala Beaufort → mengukur kecepatan angin secara umum (terutama di laut).
B. Skala Fujita → digunakan sebelum 2007.
C. Skala Mercalli → mengukur intensitas gempa berdasarkan dampaknya.
D. Skala Safir-Simpson → mengukur kekuatan siklon tropis/hurricane, bukan tornado.

30. [e] Jenis awan manakah yang paling tidak memungkinkan menghasilkan presipitasi adalah …
A. Cumulonimbus
B. Nimbostratus
C. Altostratus
D. Cirrocumulus
E. Stratus 

Pembahasan:
Cirrocumulus adalah awan tinggi (terbentuk di atas 6.000 meter) yang tipis dan kecil-kecil seperti sisik ikan, dan hampir tidak pernah menghasilkan presipitasi (hujan atau salju) yang mencapai permukaan tanah.

A. Cumulonimbus → awan hujan paling kuat, menghasilkan hujan lebat, petir, bahkan badai.
B. Nimbostratus → awan tebal dan gelap, biasanya menghasilkan hujan terus-menerus.
C. Altostratus → awan menengah, dapat menghasilkan hujan ringan.
E. Stratus → awan rendah, bisa menghasilkan gerimis ringan atau kabut, tapi tetap berpotensi presipitasi.


Sumber:; https://scied.ucar.edu/

Lanjut: Soal No 31-35 

Jumat, Mei 2

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 21-25]

Pembahasan Soal OSK Kebumian 2024 [No 21-25]

Lanjut kita bahas kembali kunci osk kebumian tahun 2024 untuk para pejuang OSN Kebumian tahun 2025.

Untuk join kelas bimbingan OSN Kebumian saya silahkan checkout disini: DAFTAR

21. Gerakan massa tanah atau batuan pada sebuah lereng dapat dicegah dengan tindakan berikut ini, yaitu … 
A. Menambah kemiringan lereng atau menambah kadar air lereng 
B. Menurunkan kemiringan lereng semaksimal mungkin 
C. Menurunkan kemiringan lereng atau menurunkan kadar air lereng 
D. Meningkatkan kemiringan lereng sekaligus menurunkan kadar air lereng
E. Mengurangi kemiringan lereng sekaligus meningkatkan kadar air lereng

Pembahasan:
Gerakan massa tanah (mass wasting) seperti longsor biasanya terjadi karena ketidakstabilan lereng yang dipicu oleh:
1. Kemiringan lereng yang terlalu curam,
2. Kandungan air yang tinggi (karena hujan, rembesan, atau irigasi tidak terkontrol)

Untuk mencegah atau mengurangi risiko tersebut, dua pendekatan efektif adalah:
Mengurangi kemiringan lerenguntuk menurunkan gaya gravitasi yang menarik tanah ke bawah,
Mengurangi kadar air dalam tanahagar tidak terjadi pelumasan atau peningkatan tekanan air pori yang membuat tanah menjadi labil.

Jadi, opsi C adalah solusi paling rasional dan teknis

22. [m] Gempa bumi disebabkan oleh adanya rambatan gelombang seismik yang pada dasarnya adalah gelombang yang terbentuk saat ada energi yang dilepaskan. Pernyataan yang tidak benar tentang gelombang seismik adalah …
A. terdapat gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave).
B. gelombang P dan S adalah gelombang badan. Gelombang tersebut merambat di dalam tubuh Bumi.
C. yang merupakan gelombang permukaan adalah gelombang Love dan Rayleigh.
D. saat batuan dirambati oleh gelombang Rayleigh, partikel batuan akan bergerak menyerupai gerakan partikel air pada gelombang laut.
E. saat batuan dirambati oleh gelombang S, partikel batuan akan mengalami kompresi dan dilatasi secara bergantian. 

Pembahasan:
Jawaban yang benar: E. saat batuan dirambati oleh gelombang S, partikel batuan akan mengalami kompresi dan dilatasi secara bergantian.

Pernyataan E adalah tidak benar, karena:
Gelombang S (secondary wave) atau gelombang geser tidak menyebabkan kompresi dan dilatasi, melainkan: Partikel batuan bergerak tegak lurus terhadap arah rambat gelombang, seperti gerakan naik-turun atau samping, tergantung arah rambatnya.

Kompresi dan dilatasi adalah ciri khas gelombang P (primary wave) yang merambat lebih cepat dan merupakan gelombang longitudinal.

Sementara pernyataan lainnya adalah benar:
A: Gelombang seismik dibagi menjadi gelombang badan dan permukaan.
B: Gelombang P dan S termasuk body wave dan merambat di dalam tubuh Bumi.
C: Gelombang Love dan Rayleigh adalah gelombang permukaan.
D: Gerakan gelombang Rayleigh mirip gerakan elips partikel air di gelombang laut.

23. [m] Sebagian besar kerusakan akibat gempa bumi disebabkan oleh gelombang … 
A. gelombang mikroseismik 
B. gelombang primer 
C. gelombang permukaan 
D. gelombang sekunder 
E. gelombang makroseismik

Pembahasan:
Sebagian besar kerusakan akibat gempa bumi disebabkan oleh gelombang permukaan (surface waves), karena:
Gelombang permukaan (Love dan Rayleigh) merambat di permukaan Bumi, tempat bangunan dan infrastruktur berada. Walaupun kecepatannya lebih lambat dari gelombang badan (P dan S), amplitudonya lebih besar dan durasi guncangannya lebih lama, sehingga daya rusaknya jauh lebih tinggi. Gelombang ini bisa menyebabkan getaran mendatar dan vertikal yang kuat.

Pernyataan lain:
A: Mikroseismik adalah gelombang seismik kecil dan tidak menyebabkan kerusakan.
B: Gelombang P (primer) adalah gelombang tercepat, tapi daya rusaknya kecil.
D: Gelombang S (sekunder) lebih merusak dari gelombang P, tapi masih kalah dari gelombang permukaan.
E: Gelombang makroseismik bukan istilah yang umum dalam seismologi.

24. [e] Panas bumi termasuk di dalam energi yang terbarukan dan menjadi salah satu sumber energi yang akan dikembangkan saat ini di Indonesia. Energi panas bumi memiliki hal-hal yang menguntungkan dan juga yang tidak menguntungkan. Hal-hal berikut termasuk yang bersifat positif, kecuali …
A. Dapat diandalkan, ramah lingkungan (terbarukan dan berkelanjutan), memiliki potensi besar.
B. Menghasilkan limbah, dalam kasus tertentu menyebabkan gempa bumi.
C. Sistem panas bumi dapat menyediakan pemanasan dan pendinginan dengan memanfaatkan perbedaan antara suhu permukaan dan suhu bawah tanah.
D. Panas bumi tidak menimbulkan gas rumah kaca yang signifikan.

Pembahasan:
Pernyataan B termasuk hal negatif dari energi panas bumi, sehingga tidak termasuk hal yang bersifat positif, sesuai dengan kata kunci “kecuali” pada soal.

A. Benar (positif):
Energi panas bumi adalah sumber energi terbarukan dan berkelanjutan, tidak bergantung pada cuaca, dan memiliki potensi besar di Indonesia karena letak geologisnya.
B. Tidak positif:
Beberapa tantangan panas bumiLimbah seperti air panas dan gas terlarut dapat dihasilkan dan perlu pengelolaan. Gempa bumi kecil (induced seismicity) bisa terjadi akibat rekahan atau rekahan buatan (enhanced geothermal systems), terutama saat injeksi cairan ke bawah tanah.
C. Benar (positif):Sistem geothermal heating and cooling memanfaatkan perbedaan suhu antara permukaan dan bawah tanah, efisien dan hemat energi.
D. Benar (positif): Emisi gas rumah kaca dari panas bumi sangat rendah dibandingkan bahan bakar fosil, menjadikannya lebih ramah lingkungan.

25. [h] Dalam mengukur kelerengan suatu daerah, seorang pengamat dapat menggunakan kompas geologi yang memiliki klinometer untuk memperoleh data derajat maupun persen kemiringan suatu lereng. Dalam melaksanakan hal tersebut, pengamat perlu “menembak”,dengan alat tersebut, suatu obyek yang berada di puncak lereng. Pada gambar diperlihatkan beberapa cara dalam memperoleh data derajat sesungguhnya suatu lereng. Cara yag benar terdapat pada gambar …. (arah tembak pengamatan ditunjukkan oleh garis lurus).

A. A
B. B
C. C
D. D
E. E 

Pembahasan:
Untuk mengukur kelerengan (slope) suatu lereng dengan kompas geologi atau klinometer, prinsip dasarnya adalah: Mengukur sudut antara garis pandang horizontal dan arah kemiringan lereng sejati (true slope).
Ciri-ciri teknik pengukuran yang benar:
1. Arah bidikan tegak lurus terhadap kontur lereng.
2. Pengamat mengarahkan alat ke bagian atas (puncak) lereng, dari bagian bawah lereng.
3. Garis pandang sejajar dengan arah lereng alami, bukan tegak lurus tanah atau horisontal saja.

Di gambar coba lihat, arah pandangan garis harus dari mata lalu ke pucuk pohon. Jadi gambar B yang sesuai untuk mengukur kemiringan lereng.

Lanjut: Soal No 26-30 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done