Musim Hujan dan Kemarau di Indonesia

- January 25, 2017
Berada diantara garis khatulistiwa, Indonesia adalah negara tropis dengan iklim panas, basah dan  lembab sepanjang tahun, dengan suhu tinggi sering berada di kisaran 90 F ada siang hari dan 70 F di malam hari. Temperatur yang lebih dingin tersebar di dataran tinggi. Kelembaban biasanya antara 70 dan 90 persen. Indonesia memiliki toleransi yang lebih tinggi untuk panas dan toleransi yang lebih rendah untuk cuaca dingin. Di pegunungan, apa tampak seperti hari yang hangat, Anda melihat orang Indonesia menggunakan mantel berat sementara di tempat-tempat terik mereka bahkan tidak menggunakan kipas.

Indonesia berada di wilayah selatan sabuk Taifun yang menghantam Filipina, Vietnam, China dan Jepang serta Sabuk Topan di utara Australia. Sejak Indonesia berada di wilayah khatulitiwa dan dikelilingi banyak perairan, maka iklim di Indonesia termasuk iklim laut ekuatorial atau "doldrum" atau daerah tenang. Cirinya adalah banyaknya angin lokal, badai sesekali dan dipengaruhi angin muson dan pegunungan.

Indonesia merupakan salah satu tempat terbasah di bumi. Pantai barat sumatera mendapatkan lebih dari 400 cm hujan per tahun. Tempat lain yang menerima banyak hujan seperti Borneo, Jawa, Papua dan beberapa bagian Sulawesi. Pulau lain seperti Sumba dan TImor mendapat curah hujan lebih sedikit. Suhu ditentukan oleh elevasi dan jarak ke laut. 

Perubahan suhu sangat sedikit dari musim hujan ke kemarau atau dari satu daerah ke daerah lain. Secara umum suhu turun 1 derajat per naik 90 m. Salju turun di daerah pegunungan tinggi yaitu Puncak Papua.

Musim kemarau dan hujan di Indonesia

Ada dua musim yang terjadi di Indonesia yaitu kemarau dan penghujan. Musim hujan untuk sebagian besar Indonesia terjadi di bulan September sampai Maret dan musim kemaraudari Maret atau Juni (tergantung daerah) sampai September. Tapi saat ini variasi musim sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain karena Indonesia barat, Indonesia timur dan Kalimantan dipengaruhi oleh pola angin monsun berbeda. 

Dari Nopember hingga Mei, angin musim dingin bertiup dari timur laut dan membawa uap air dari Laut Cina Selatan dan Samudera Pasifik Utara dan timur laut Indonesia sementara daerah  di selatan pegunungan mengalami musim kemarau. Dari Juni sampai Oktober angin musim panas membawa uap air dari India menuju wilayah selatan dan barat Sumater serta Jawa. Dari Jawa Tengah ke timur, angin berasal dari Ausie yang membawa sedikit awan hujan, akibatnya daerah ini kemarau dari Juni sampai Oktober.
Musim Hujan dan Kemarau di Indonesia
Pola Angin Monsun Indonesia
Musim hujan di Jawa adalah dari September sampai Maret dan musim kemarau dari Maret sampai September. Lebih jauh ke selatan variasi musim hujan berlanjut: Sumatera (September-Maret), Jawa (Oktober-April), Bali dan NT (Nopember-Mei). Hujan cenderung turun sore hari dengan waktu pendek selama musim penghujan, saat desa terlihat asri dan hijau maka hutan penuh oleh lintah dan jalan tanah di daerah terpencil menjadi sulit dilalui. 

Pada musim kemarau adalah musim jalan-jalan namun debu tanah cokelat akan menghiasi jalanan. Pola musim penghujan dapat bervariasi dari pulau ke pulau dan di pedalaman pulau. Semua dipengaruhi relief pegunungan dan angin yang bertiup dimana sisi pegunungan yang mendapatkan angin banyak mendapat hujan. Itulah pola musim kemarau dan musim penghujan di Indonesia yang unik. Menurut data literasi ada lebih dari 300 pola musim penghujan di Indonesia. Baca juga: bedanya arus rip current dan longshore current
Gambar: slideshare
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search