Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung

- April 10, 2017
Angin pada dasarnya adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekana minimum. Jika angin behembus biasa saja tentu tidak akan menimbulkan bencana malah akan memberikan kesejukan, namun jika angin berhembus sangat kecang maka bisa mengakibatkan bencana. Angin siklon dan angin puting beliung adalah contoh angin yang bersifat merusak. Lalu apa bedanya kedua jenis angin tersebut?.

Siklon adalah sebuah massa udara bertekanan rendah dan berputar berlawanan arah jarum jam di bumi bagian utara dan searah jarum jam di bagian bumi selatan. Istilah siklon ini bervariasi dalam bentuk berbagai cuaca seperti siklon tropis, siklon ekstratropis dan tornado/taifun.
Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung
Angin Siklon dari Citra Satelit
Siklon adalah penyebab utama terbentuknya angin tornado atau angin puting beliung. Dari atas satelit cuaca, sikon dapat terlihat sebagai pusaran besar berwarna putih kelabu. 

Siklon, tornado, puting beliung dan water spout sama-sama merupakan pusaran udara atmosfer. Namun ukuran diameter tornado dan puting beliung sama-sama berkisar di angka ratusan meter, sedangkan ukuran diameter siklon dapat mencapai ratusa kilometer. Tornado terjadi di atas daratan, sedangkan siklon tropis di atas lautan luas atau samudera. 

Siklon tropis yang memasuki daratan akan melemah dan kemudian mati. Puting beliung merupakan sebutan lokal untuk tornado skala kecil yang terjadi di Indonesia, dan water spout merupakan tornado yang terjadi di atas perairan, (dapat berupa danau maupun laut).
Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung
Puting Beliung di Surabaya
Angin puting beliung di Indonesia biasa terbentuk karena betemunya massa udara panas dan massa udara dingin. Puting beliung di Indonesia sering menyebabkan kerusakan rumah, rubuhnya papan reklam ehingga pohon tumbang. Berikut ini tabel perbandingan antara angin siklon dengan puting beliung. 

Daerah Pertumbuhan
Siklon = di lautan, diatas lintang 10 LU/LS
Puting beliung = banyak di atas daratan

Periode
Siklon = selatan ekuator Indonesia (Desember-April), utata ekuator Indonesia (Mei-Nopember)
Puting beliung = tidak tentu tergatung kondisi udara

Arah Gerakan
Siklon = menjauhi Indonesia
Puting beliung = tergantung arah gerakna awan Cumulonimbus

Waktu Terjadi
Siklon = tidak tentu
Puting beliung = dominan siang - sore hari

Kecepatan 
Siklon = minimal 63 km/jam dan bisa lebih dari 100 km/jam
Puting beliung = 30 -40 knot, sangat singkat

Lama waktu
Siklon = 1- 3 hari
Puting beliung = maksimal 10 menit

Sifat 
Siklon = merusak hebat
Puitng beliung = hanya merusak atap rumah, pohon atau reklame

Luas kerusakan
Siklon = mencapai lebih dari 1000 km persegi
Puting beliung = sekitar 5 - 10 km 

Gambar: fishweather.com, suarasurabaya.net
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search