Perbedaan GNP, GDP dan GNI

- May 01, 2017
Kita tentu tahu bahwa semua negara di dunia ini harus kuat dalam hal ekonomi agar masyarakatnya makmur. Lantas, bagaimana para ekonomi dapat mengukur tingkat produksi ekonomi nasional. Ada beberapa perhitungan untuk mengukur total produksi sebuah negara yaitu Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (Gross National Product) dan Pendapatan Nasional (Gross National Income) yang merupakan peningkatan dari GDP.

Pendapatan Domestik Bruto atau PDB adalah total nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri pada tahun  atau kuartal tertentu. PDB sama dengan semua belanja pemerintah, konsumen dan investasi ditambah nilai ekspor dikurangi nilai impor. PDB mencakup pendapatan yang dihasilkan orang asing saat berada di dalam negeri. PDB tidak termasuk pendapatan penduduk yang sedang berada di luar negeri.

Pendapatan Nasional Bruto atau GNI adalah PDB ditambah pendapatan yang dibayarkan ke negara oleh negara lain untuk hal-hal seperti bunga dan dividen.

Produk Nasional Bruto atau GNP adalah total nilai pasar semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam negeri. GNP mencakup pendapatan dalam negeri dari barang dan jasa yang diproduksi dan dijual ke luar negeri dan investasi luar negeri. GNP tidak termasuk penghasilan warga asing sementara di dalam negeri.

GDP dan GNI mengacu pada pendapatan ekonomi di dalam batas negara sementara GNP mengacu pada output ekonomi oleh penduduk negara tersebut.

Sejak awal 90an, para ekonom dan pajabat negara pada dasarnya menganggap PDB sebagai indikator utama output ekonomi suat negara. PDB berfungsi sebagai ukuran utama untuk mengidentifikasi dan mengukur fase siklus bisnis ekonomi seperti resesi, depresi, pemulihan, dan ekspansi. Resesi ekonomi misalnya biasanya didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut penurunan PDB.
Perbedaan GNP, GDP dan GNI
Peta Ranking GDP di Dunia
Menghitung GNP, GDP dan GNI
Dengan definisi diatas maka ada beberapa pendekatan yang umum digunakan untuk menghitung nilainya. Pendekatan pengeluaran yang digunakan GDP misal diambil dari jumlah agregat konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor netto. Pada prinsipnya pendekatan pemasukan dan pengeluaran harus mencapai angka sama dengan menjumlahkan upah, harga sewa, bunga, keuntungan biaya non pendapatan dan dalam beberapa kasus pendapatan luar negeri. 

Pada kenyataannya pendekatan yang berbeda biasanya menghasilkan hasil yang sedikit berbeda karena dalam semua kasus angka komponen adalah perkiraan yang dan tidak diketahui secara pasti dan komponen tersebut direvisi dalam waktu berbeda pula.

Bagi para pebisnis umumnya pendekatan yang paling mungkin adalah dengan menggunakan rumus berikut:

GDP = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor - impor
GNP = GDP + Penerimaan Pendapatan Bersih dari aset luar negeri - pendapatan warga negara asing di dalam negeri
GNI = GDP + pembayaran oleh warga negara asing ke negara tersebut untuk hal seperti investasi (bunga dan dividen), pembayaran yang dibayar diluar negeri

Gambar: statisticstimes.com
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search