Ciri-Ciri Wilayah Suburban atau Fringe

- February 25, 2017
Di sekitar pusat kota biasanya ada wilayah dengna bermacam-macam tata guna lahan terutama untuk pemukiman penduduk. Pertumbuhan kota ke arah luar melahirkan wilayah pinggiran kota yang dalam kamus geografi disebut suburan, suburbia atau fringe. (Sub artinya bawah, urbis artinya kota). Baca juga: Geografi negara Inggris Raya

Memang pada masa Romawi, karena kota itu diabtas oleh benteng yang tinggi maka daerah di luar kota akan berada di luar benteng. Lebih ke luar lagi dinamakan rus atau pedesaan. Rus ini merupakan awal dari kata rural atau wilayah pedesaan.

Dalam bahasa Inggris dipakai juga istilah fringe untuk suburbian atau dalam bahasa Indonesia artinya wilayah pinggiran. Karena perkembangan kota dan pedesaan sendiri melahirkan urbanisasi maka muncul wilayah antara kota dan desa yang dinamakan rural-urban fringe yang hakikatnya dapat sebagai bagian dari kota maupun desa. 
Wilayah Suburban atau Fringe
Kondisi Daerah Suburban
Kurtz dan Eicher mengajukan lima definisi dari rual-urban fringe dari berbagai refensi yaitu:
a. Kawasan dimana pola penggunaan lahan rural dan urban saling bertemu atau mendesak ke batas kota.
b. Rural-urban fringe meliputi semua suburban, kota satelit dan teritorial lain yang berlokasi langsung di luat kota dimana tenaga kerja terlibat di bidang non agraris.
c. Suatu kawasan yang lokasinya di luar perbatasan kota yang resmi namun masih ada di dalam jarak melaju (commuting distance).
d. Kawasan di luar kota yang penduduknya berkiblat ke kota.
e. Suatu kawasan pedesaan yang terbuka dan dihuni oleh penduduk yang bekerja di kota.
f. Suatu daerah dimana bertemu mereka yang bekerja di kota atau di desa.

Jika kembali ke tahun 1940 an, masalah rural-ruban fringe masih sederhana sekali. Secara geografis cukup dikatakan bahwa wilayah suburbia itu non mans lands. Ada pendekatan lain juga dari Nichols yaitu jika penduduknya agraris maka masuk rural namun jika non agraris masuk urban, sesederhana itukah?.

Ciri-Ciri Sub Urban
Ada empat faktor tumbuhnya wilayah pinggiran menurut geograf Whynne-Hammond: Pertama, meningkatnya pelayanan transportasi kota seperti moda trem, bis kota, kereta dan lainnya yang memudahkan orang untuk bertempat tinggal jauh dari tempat kerjanya. Ditambah lagi setelah tumbuhnya pasar kendaraan bermotor pribadi maka terjadilah eksploitasi wilayah suburban. Sekarang lahan-lahan kosong di pedesaan menjadi kawasan perumahan penduduk pindahan dari kota. Harga murah juga menjadi pertimbangan utama. 

Kedua, bertambahnya penduduk suburban karena adanya rus urbanisasi atau penduduk baru dari wilayah di sekitarnya. Ketiga, meningkatknya taraf hidup atau kesejahteraan penduduk suburban, memungkinkan orang mendapatkan rumah yang lebih bagus entah itu menyewa atau membeli sendiri. 

Baca juga:
Geografi negara Perancis
Geografi negeri kincir angin Belanda

Keempat adalah maraknya fasilitas kredit rumah murah yang melancarkan jual beli rumah murah. Masyarakat dengan penghasilkan pas-pasan pun kini bisa membeli rumah dengan cepat lewat jalur kredit. 

Secara spasial, suburban ini terletak di agricultural hinterland namun secara ekologis merupakan daerah yang menjadi sasaran invasi penduduk baru serta bangunan baru. Dapat disimpulkan bahwa suburban ini dibangun tanpa rencana sehingga terkesan semrawut. Ini karena pertumbuhan di kutub pertumbuhan sangat pesat sehingga manusia tidak memikirkan daerah pinggiran ini. Baca juga: Terbentuknya gurun pasir di bumi

Daerah suburban ini juga sering mejadi incaran kaum elit yang sudah tidak bisa membeli lahan di pusat kota sehingga beralih ke daerah pinggiran. Batas pasti untuk daerah suburban ini masih imajiner namun secara kasat mata bisa dilihat dari berbagai aspek seperti adanya pemukiman yang berdempetan dengan sawah misalnya atau ada perkampungan yang dibelakangnya ada tembok batas pagar pemukiman mewah misalnya. 
Gambar; domain.com
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search