Sumber daya alam adalah semua materi yang bisa didayagunakan untuk kepentingan hidup manusia di permukaan bumi.
Dalam pengelolaannya, SDA ini perlu memperhatikan prinsip berkelanjutan agar generasi masa depan dapat juga menikmati hasilnya. Distulah pentingnya memahami sumber daya alam berkelanjutan.
Sumber daya alam berkelanjutan merujuk pada pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan perlindungan lingkungan, kebutuhan generasi saat ini, dan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa sumber daya alam tidak terbatas, dan penggunaannya harus dilakukan dengan cara yang tidak merusak lingkungan alami serta mempertahankan kemampuan sumber daya tersebut untuk diperbaharui.
Sumber daya alam perlu berkelanjutan karena ada beberapa alasan penting:
1. Keberlanjutan Ekologis: Sumber daya alam berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Jika sumber daya alam dieksploitasi secara berlebihan atau tidak bertanggung jawab, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius, termasuk kehilangan habitat, kepunahan spesies, dan degradasi ekosistem. Dengan menjaga keberlanjutan sumber daya alam, kita dapat melindungi dan mempertahankan kehidupan di planet ini.
2. Ketersediaan untuk Generasi Masa Depan: Sumber daya alam adalah warisan yang kita terima dari generasi sebelumnya dan menjadi tanggung jawab kita untuk mewarisinya kepada generasi yang akan datang. Jika sumber daya alam dieksploitasi tanpa pertimbangan jangka panjang, dapat terjadi kekurangan atau kelangkaan sumber daya di masa depan. Dengan menerapkan pendekatan berkelanjutan, kita memastikan bahwa sumber daya alam tetap tersedia untuk digunakan oleh generasi mendatang.
3. Dukungan untuk Pembangunan Ekonomi: Sumber daya alam berperan penting dalam pembangunan ekonomi, seperti energi, bahan baku industri, dan air bersih. Jika sumber daya alam dikelola secara berkelanjutan, dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perekonomian. Di sisi lain, pengelolaan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, termasuk penurunan produktivitas, biaya lingkungan yang tinggi, dan ketergantungan pada sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
Batubara adalah sumber daya alam yang tidak bisa dipulihkan cepat
Perlindungan Sosial dan Budaya: Sumber daya alam juga berhubungan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Banyak komunitas bergantung pada sumber daya alam untuk mata pencaharian, makanan, obat-obatan, dan nilai budaya. Dengan menjaga keberlanjutan sumber daya alam, kita dapat melindungi kehidupan dan kebudayaan masyarakat yang tergantung pada sumber daya tersebut.
Pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
1. Konservasi: Upaya untuk melindungi sumber daya alam dengan meminimalkan pemborosan, mengurangi emisi dan limbah, serta menjaga keanekaragaman hayati.
2. Efisiensi: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dengan teknologi dan praktik yang lebih efisien, seperti penggunaan energi terbarukan dan hemat energi, penggunaan air yang efisien, dan penggunaan bahan baku yang lebih efisien.
3. Pemulihan: Mengembalikan ekosistem yang terdegradasi atau rusak ke kondisi semula melalui restorasi lingkungan dan rehabilitasi.
4. Diversifikasi: Memperluas sumber daya alam yang digunakan agar tidak terlalu tergantung pada satu jenis sumber daya alam tertentu, sehingga jika satu sumber daya alam terganggu, masih ada alternatif lain yang dapat digunakan.
5. Partisipasi masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk pemilik tanah, kelompok masyarakat setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
Dengan menerapkan pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam, diharapkan dapat mencapai keselarasan antara kebutuhan manusia dengan kesehatan lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi saat ini dan mendatang.
Teori determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa perilaku, kepribadian, dan kemampuan manusia ditentukan oleh lingkungan sekitarnya, termasuk faktor-faktor seperti iklim, geografi, dan kebudayaan. Menurut teori ini, lingkungan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap manusia dan menentukan perilaku dan kepribadian seseorang.
Teori determinisme lingkungan sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsuf Prancis bernama Jean-Jacques Rousseau, yang percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan masyarakatlah yang membuat manusia menjadi buruk. Teori ini juga terkait dengan pemikiran positivisme, yang menyatakan bahwa semua pengetahuan harus didasarkan pada observasi dan pengujian empiris.
Namun, teori determinisme lingkungan telah dikritik karena mengabaikan peran faktor-faktor genetik dalam menentukan perilaku dan kepribadian manusia. Bukti-bukti dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik juga memainkan peran penting dalam pembentukan perilaku dan kepribadian seseorang.
Teori determinisme lingkungan juga dapat menjadi alasan untuk menerapkan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada. Oleh karena itu, teori ini tidak lagi digunakan secara luas dalam psikologi dan sosiologi modern.
Contoh determinisme lingkungan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
- Seorang anak tumbuh di lingkungan yang buruk dan kurang stimulasi mental dapat memiliki kemampuan belajar yang rendah dan cenderung mengalami kesulitan dalam mempelajari keterampilan akademis.
- Lingkungan yang penuh dengan kekerasan dan konflik dapat menyebabkan seseorang menjadi agresif dan mudah terprovokasi.
- Iklim yang ekstrim dan buruk dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang.
- Kebudayaan yang menganut nilai-nilai yang kuat dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku individu dalam kelompok tersebut.
Namun, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor lain seperti genetik, pendidikan, dan pengalaman pribadi juga berperan dalam menentukan perilaku dan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, determinisme lingkungan hanya merupakan salah satu dari banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia.
Beberapa tokoh yang dianggap menganut atau berkontribusi dalam teori determinisme lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Jean-Jacques Rousseau - filsuf Prancis yang percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan masyarakatlah yang membuat manusia menjadi buruk.
2. John Locke - filsuf Inggris yang mempercayai bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman.
3. Auguste Comte - sosialis dan filsuf Prancis yang mengembangkan teori positivisme yang menekankan bahwa pengetahuan harus didasarkan pada pengamatan empiris.
4. B.F. Skinner - psikolog Amerika yang mempercayai bahwa perilaku manusia sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan sekitarnya.
5. Ivan Pavlov - ahli fisiologi Rusia yang terkenal dengan penelitiannya tentang kondisioning klasik pada anjing.
Dalam geografi, determinisme adalah teori yang menyatakan bahwa kondisi geografis seperti iklim, topografi, dan sumber daya alam suatu daerah menentukan perkembangan sejarah dan budaya masyarakat yang hidup di daerah tersebut. Teori ini mengasumsikan bahwa manusia hanya dapat beradaptasi dengan kondisi alam sekitarnya, dan lingkungan memegang peran dominan dalam menentukan kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya suatu masyarakat.
Contoh teori determinisme geografis adalah pandangan bahwa iklim panas dan lembap di Afrika Tengah menghambat perkembangan ekonomi dan teknologi pada masyarakat di wilayah tersebut, sehingga masyarakat Afrika dianggap tidak maju sebagaimana masyarakat Eropa atau Asia. Teori ini kemudian dikritik karena mengabaikan faktor-faktor budaya, politik, dan sosial yang juga memengaruhi perkembangan suatu masyarakat.
Dalam konteks geografi modern, determinisme geografis tidak lagi digunakan sebagai kerangka teoritis utama, tetapi masih menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan dalam analisis geografis.
Salah satu tokoh yang dianggap memiliki kontribusi dalam pengembangan teori determinisme geografis adalah Ellen Churchill Semple. Ia adalah seorang geografer Amerika Serikat yang hidup pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Semple mengembangkan konsep determinisme geografis dengan mengemukakan bahwa faktor-faktor geografis seperti iklim, relief, dan vegetasi dapat mempengaruhi budaya, sejarah, dan perkembangan ekonomi suatu daerah. Ia menekankan pentingnya faktor-faktor geografis dalam membentuk karakteristik masyarakat dan membantu menjelaskan fenomena seperti imperialisme dan nasionalisme.
Daya dukung lingkungan (environmental carrying capacity) adalah kemampuan lingkungan untuk menopang jumlah populasi manusia dan kegiatan manusia di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu tanpa merusak atau mengurangi kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa depan.
Daya dukung lingkungan mencakup ketersediaan sumber daya alam, kemampuan lingkungan dalam menangani limbah dan polusi, serta kemampuan lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Daya dukung lingkungan dihitung dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan lingkungan dalam menopang keberlangsungan hidup manusia di wilayah tersebut. Faktor-faktor tersebut meliputi luas wilayah, jumlah populasi, ketersediaan sumber daya alam, teknologi, perilaku manusia, dan faktor lingkungan lainnya.
Dalam mempertahankan keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan, penting untuk memperhatikan daya dukung lingkungan.
Jika populasi manusia atau aktivitas manusia di suatu wilayah melebihi daya dukung lingkungan, maka lingkungan akan mengalami kerusakan dan kemampuan lingkungan dalam menopang kehidupan manusia di masa depan akan berkurang.
Oleh karena itu, perlu adanya manajemen lingkungan yang baik dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk menjaga daya dukung lingkungan.
Tumpukan sampah dapat mencemari lingkungan
Rumus daya dukung lingkungan (environmental carrying capacity) dapat dinyatakan sebagai:
DC = (P * A * F * T) / R
DC = daya dukung lingkungan
P = jumlah populasi manusia di wilayah yang akan dihitung
A = luas wilayah yang akan dihitung
F = faktor lingkungan yang mempengaruhi daya dukung wilayah
T = faktor teknologi dan perilaku manusia yang mempengaruhi daya dukung wilayah
R = tingkat konsumsi sumber daya alam dan tingkat produksi limbah yang dapat ditangani oleh lingkungan secara alami
Penjelasan variabel:
Jumlah populasi manusia di wilayah yang akan dihitung (P): Variabel ini mencerminkan jumlah orang yang tinggal di wilayah yang akan dihitung, dan mencakup baik penduduk permanen maupun penduduk sementara.
Luas wilayah yang akan dihitung (A): Variabel ini mencerminkan luas wilayah di mana populasi manusia hidup atau bergantung pada sumber daya alam di wilayah tersebut.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi daya dukung wilayah (F): Faktor lingkungan mencakup ketersediaan air, tanah subur, iklim, dan sumber daya alam lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh populasi manusia.
Faktor teknologi dan perilaku manusia yang mempengaruhi daya dukung wilayah (T): Faktor ini mencakup teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan sumber daya alam dan perilaku manusia yang mempengaruhi cara penggunaan sumber daya alam.
Tingkat konsumsi sumber daya alam dan tingkat produksi limbah yang dapat ditangani oleh lingkungan secara alami (R): Variabel ini mencerminkan kapasitas lingkungan untuk menangani tingkat konsumsi sumber daya alam dan produksi limbah manusia.
Dalam menghitung daya dukung lingkungan, nilai DC yang diperoleh harus lebih besar dari jumlah populasi manusia di wilayah tersebut. Jika nilai DC lebih kecil dari jumlah populasi, maka wilayah tersebut dikatakan telah melebihi daya dukung lingkungannya.
Carrying capacity (daya dukung lingkungan) wilayah dapat dihitung dengan menggabungkan beberapa faktor seperti lahan, sumber daya alam, infrastruktur, populasi manusia, dan tingkat konsumsi.
Berikut adalah beberapa langkah untuk menghitung carrying capacity wilayah:
Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi carrying capacity wilayah: Ini termasuk faktor lingkungan seperti ketersediaan air, tanah subur, dan iklim; faktor ekonomi seperti infrastruktur dan ketersediaan sumber daya alam; dan faktor sosial seperti tingkat pertumbuhan populasi dan tingkat konsumsi.
Kumpulkan data yang diperlukan: Dalam langkah ini, Anda perlu mengumpulkan data yang berkaitan dengan faktor-faktor yang telah diidentifikasi. Misalnya, data ketersediaan air, produksi pangan, konsumsi energi, dan populasi.
Hitung carrying capacity wilayah: Dalam langkah ini, Anda perlu menggabungkan data-data yang telah dikumpulkan untuk menghitung carrying capacity wilayah. Carrying capacity dapat dihitung dengan membandingkan jumlah sumber daya yang tersedia dengan jumlah yang dibutuhkan oleh populasi manusia di wilayah tersebut.
Evaluasi hasil: Setelah menghitung carrying capacity wilayah, Anda perlu mengevaluasi hasilnya. Hal ini dapat meliputi mempertimbangkan sumber daya yang terbatas, tingkat pertumbuhan populasi, tingkat konsumsi, dan tingkat pemulihan sumber daya alam.
Dalam melakukan perhitungan carrying capacity wilayah, perlu diingat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi carrying capacity dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, perhitungan carrying capacity wilayah perlu diperbarui secara teratur untuk memastikan bahwa hasilnya masih relevan dengan kondisi wilayah yang sebenarnya.
Konservasi adalah upaya perlindungan terhadap sesuatu hal (sumber daya) yang terdapat pada suatu tempat. Perlindungan ini dilakukan untuk mencegah kepunahan dan kelangkaan terhadap sumber daya.
Tanah, air dan udara adalah salah satu jenis sumber daya vital bagi kehidupan yang wajib dijaga kelestariannya sesuai kaidah pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan ekologis dan generasi masa depan akan tetap bisa mendapatkan manfaat dari sumber daya.
Dalam konteks yang luas, konservasi tidak hanya diartikan sebagai menjaga atau memelihara lingkungan alam (pengertian konservasi fisik), tetapi juga bagaimana nilai-nilai dan hasil budaya dirawat, dipelihara, dijunjung tinggi, dan dikembangkan demi kesempurnaan hidup manusia.
Cara konservasi tanah, air, dan udara secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu:
1. Konservasi Tanah
a. Strip-cropping
Strip-cropping adalah salah satu cara melindungi tanah dari kerusakan. Caranya dengan budidaya tanaman pangan semusim secara berselang-seling dengan tanaman hijau pada suatu lahan.
b. Contour farming
Conturing-farming adalah cara menanam tanaman mengikuti bentuk tanah, seperti lereng. Cara ini digunakan untuk mengurangi erosi dan bahaya longsor. Contour farming ini sebenarnya hampir sama dengan cara terasering
c. Terasering
Terasering adalah cara yang hamper sama dengan contour-farming, perbedaannya sebenarnya hanya dari bentuknya. Terasering dilakukan pada tempat bentuknya lereng-lereng, sedangkan Contour-farming dilakukan pada lahan yang landai.
2. Konservasi Air
Konservasi lingkungan air berkaitan dengan menghemat penggunaan air dalam keidupan sehari- hari :
a. Jangan menggunakan air yang digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari secara berlebihan
b. Guna mengatasi kelangkaan jumlah air, buatlah sebuah sumur serapan/tanki untuk menampung air hujan yang nantinya dapat dipergunakan sebagai kebutuhan hidp sehari-hari.
c. Seperti halnya konservasi tanah, lakukan konservasi air dengan penanaman kembali pohon- pohon pada kawasan yang telah gundul. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi bahaya erosi.
Contoh bak penampungan air hujan
3. Konservasi Udara
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi kerusakan lingkungan udara beberapa diantaranya adalah :
a. Penggunaan kendaraan bermotor secara berlebihan dikurangi.
b. Pohon hijau ditanam di sisi jalan raya untuk gerakan penghijauan sehingga pohon tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk menyerap polusi.
c. Suatu kerja sama antara pelaku industri dengan pemerintah perlu dijalani. Sebagai pelaku industri tidak boleh membuat polusi udara sembarangan. Maka, membuat sebuah saluran penyaring udara. Sementara itu, pemerintah harus membuat sebuah tindakan tegas jika terjadi perusakan terhadap lingkungan udara.
Beberapa pekan lalu saya dan keluarga (istri dan dua anak saya) coba-coba liburan di akhir pekan. Karena rumah kami di Bekasi maka saya searching lokasi yang berbau alam gitu aja deh. Namanya anak geografi ya pastinya senang bermain di alam.
Lalu kami searching di google dan dapatlah lokasi pilihannya yaitu Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara. Sebenarnya dulu pernah sekali mengungjungi tempat ini tapi karena kangen aja ingin lihat hutan bakau jadi ya sudah kita pergi lagi ke sana.
Dari rumah kami berangkat pakai mobil lewat tol Jatiasih sampai dengan PIK. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 40 menitan saja karena gak macet.
Setelah sampai di lokasi mobil di parkir dan kami beli tiket. Turun dari mobil ternyata lokasinya sedang banjir rob. Lokasi parkiran pun ada yang banjir dan beberapa ruas jalan utama menuju kawasan wisata juga tergenang.
Tiket masuk 3 orang dewasa pokonya 100 ribuan gitu. Setelah itu kami masuk ke dalam dan melihat kondisi hutan mangrove Jakarta saat ini. Untuk warung-warung makan masih ada yang buka sebagian, gak semuanya karena trafik pengunjung memang sedang turun.
Ada banyak jenis vegetasi hutan bakau atua mangrove, tapi kebanyakan di PIK ini yang saya temukan adalah jenis Rhizopora sp. Ciri dari vegetasi ini adalah akarnya yang mencuat bercabang-cabang ke bawah permukaan lumpur dan menggantung.
Sampah di area hutan bakau
Beberapa spesies flora lain juga ditemukan disini seperti pandan, selain itu ada kera juga yang hidup di dahan-dahan hutan.
Nah salah satu sisi negatif yang saya temui di hutan bakau ini adalah airnya yang tercemar sehingga bau. Polutan dari limbah pabrik dan domesti penduduk ibukota mengalir sampai ke muara.
Selain itu sampah-sampah plastik juga banyak ditemukan tersangkut di akar-akar pohon. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan mengancam kelestarian ekosistem mangrove PIK Jakarta.
Hutan mangrove memiliki berbagai macam fungsi dari mulai fungsi ekologi, ekonomi, sosial dan lainnya. Hutan mangrove adalah benteng kota dari ancaman abrasi dan tsunami yang bisa saja mengancam sewaktu-waktu.
Jadi pemerintah dan masyarakat tentunya harus bersinergi untuk menjaga salah satu kekayaan hutan Indonesia ini. Semoga kedepannya ada langkah konkrit untuk menghilangkan bau polusi dan sampah-sampah yang ada di ekosistem mangrove ini.
Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah luas. Kondisi iklim dipengaruhi berbagai faktor.
Untuk melihat perkembangan iklim maka ahli iklim membagi iklim kedalam iklim makro dan mikro. Kita akan coba ulas tentang iklim mikro karena sehari-hari kita bersinggungan dengan hal ini.
Iklim mikro menurut Tromp(1980) dalam Margaretha (2007) berhubungan dengan tanaman di atas wialayah yang khas.
Iklim mikro menggambarkan kondisi iklim lingkungan sekitar yang berhubungan langsung dengan organisme hidup dekat permukaan bumi maupun pada lingkungan terbatas.
Dalam Kartasapoetra (2006), menjelaskan bahwa kondisi iklim mikro di lingkungan bervegetasi lebih baik dibandingkan dengan lapangan terbuka.
Dalam Brown dan Gillespie (1995), dinyatakan bahwa iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, yang dipengaruhi oleh radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan.
Unsur-unsur iklim mikro memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kenyamanan suatu wilayah/kawasan karena unsur-unsur iklim tersebut secara langsung mempengaruhi kegiatan manusia yang berada di dalamnya.
Menurut Miller (1970) dalam Margaretha (2007) menyatakan bahwa iklim mikro banyak dipengaruhi oleh faktor lokal diantaranya karakteristik vegetasi, badan air yang kecil seperti danau, juga aktivitas manusia dapat mengubah kemurnian pada iklim mikro diantaranya intesitas energi radiasi matahari, struktur permukaan yang bervariasi dengan warna komposit dan karakteristiknya pada permukaan bumi, distribusi daratan dan lautan serta pengaruh pengunungan atau bentuk topografi dan angin.
Ruang terbuka hijau penting pengatur iklim mikro
Suhu Udara
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur berdasarkan skala tertentu dengan menggunakan termometer. Satuan suhu yang biasa digunakan adalah derajat celcius, sedangkan di Inggris dan beberapa negara lainnya dinyatakan dalam derajat fahrenheit.
Di daerah tropis, manusia akan merasa relatif nyaman jika berada pada suhu sekitar 27-28 derajat C. Suhu udara yang cukup panas pada suatu area selain karenaradiasi matahari yang tinggi yaitu rata-rata 50%, juga karena pantulan dari perkerasan jalan, bangunan maupun pantulan perkerasan lainnya yang ada pada tapak (Laurie, 1986). Menurut Handoko (1995), suhu udara sangat erat berhubungan dengan radiasi matahari.
Pada siang hari radiasi terlebih dahulu akan memanaskan tajuk bagian atas kemudian makin ke bawah dan akhirnya lantai hutan. Pada malam hari pendinginan dimulai dari tajuk bagian atas dan akhirnya lantai hutan sehingga suhu udara terendah terdapat pada tajuk bagian atas dimana panas yang hilang relatif lebih besar daripada bagian hutan lainnya. Oleh sebab itu, tajuk hutan bagian atas merupakan suatu permukaan radiasi yang aktif.
Kelembaban Udara
Kelembaban adalah banyaknya kadar uap air yang ada di udara. Menurut Handoko (1995), kelembaban udara dapatdinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi, maupun defesit tekanan uap air.
Angka kelembaban relatif berkisar antara 0-100%, dimana 0% artinya udara kering, sedangkan 100% artinya udara jenuh dengan uap air, dimana akan terjadi titik-titik air. Keadaan kelembaban yang tertinggi ada di khatulistiwa, sedangkan yang terendah pada lintang 40 derajat C, yang curah hujannya relatif kecil (Prawirowardoyo, 1996).
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa depan.
Artinya pembangunan harus terus berlanjut dari satu generasi ke generasi selanjutnya agar kebutuhan manusia dapat terus terpenuhi dan peradaban semakin terus berjalan.
Secara garis besar, pembangunan berkelanjutan memiliki empat dimensi yaitu, dimensi ekologis, dimensi sosial-ekonomi-budaya, dimensi sosial politik dan dimensi hukum-kelembagaan.
Dari sisi dimensi ekologis, secara prinsip agar dapat terjaminnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) diperlukan : a) Keharmonisan spasial (spatial suitability) b) Kapasitas asimilasi c) Pemanfaatan berkelanjutan Syarat keharmonisan spasial adalah suatu wilayah pembangunan seperti kota dan kabupaten diharapkan tidak seluruhnya diperuntukan bagi zona pemanfaatan tapi harus pula dialokasikan sebagiannya untuk kawasan konservasi maupun preservasi.
Keberadaan kawasan konservasi dan preservasi dalam suatu wilayah pembangunan sangat vital dalam memelihara berbagai proses penunjang kehidupan seperti membersihkan limbah secara alami, siklus unsur hara dan hidrologi serta sumber keanekaragaman hayati. Dari dimensi sosial ekonomi, pola dan laju pembangunan harus dikelola sedemikian rupa sehingga total permintaannya (demand) terhadap sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan tidak melampaui kemampuan suplainya.
Kualitas dan jumlah permintaan tersebut ditentukan oleh jumlah penduduk dan standar kualitas kehidupan masyarakatnya. Secara sosial- ekonomi, konsep pembangunan berkelanjutan mensyaratkan bahwa manfaat yang diperoleh dari kegiatan pembangunan suatu daerah harus diprioritaskan untuk kesejahteraan penduduk
Sampah produk peradaban manusia merusak lingkungan
Penduduk merupakan bagian penting atau titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan, karena peran penduduk sejatinya adalah sebagai subjek dan objek dari pembangunan berkelanjutan.
Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, namun memiliki kualitas yang rendah, akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan yang semakin terbatas. Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, diperlukan komponen penduduk yang berkualitas.
Karena dari penduduk berkualitas itulah memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efisien, dan maksimal, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Sehingga harapannya terjadi keseimbangan dan keserasian antara jumlah penduduk dengan kapasitas dari daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. Konsep pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mengandung tiga elemen dasar; tidak hanya elemen tradisional 'lingkungan' tetapi juga elemen 'sosial' dan 'ekonomi' dari pembangunan yang harus disertakan.
Aspek 'manusia' kemudian menjadi salah satu isu sentral dalam pelaksanaan pembangunan perkotaan.
Di lain pihak, secara teknis konsep pembangunan berkelanjutan dalam penataan ruang perkotaan mencakup hal-hal sebagai berikut : 1. Pemanfaatan sumber daya perkotaan dengan menimbang wilayah yang lebih luas 2. Pengembangan bentuk dan struktur perkotaan yang hemat energi 3. Pemanfaatan lahan perkotaan yang menghindari kawasan peka lingkungan 4. Penggunaan prosedur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu dasar dalam penilaian usulan pembangunan kegiatan yang diduga akan memberi dampak penting terhadap lingkungan hidup perkotaan. Sumber: Modul Pengembangan Guru
Halo teman-teman kali ini kita akan mengulas materi tentang pembangunan berkelanjutan yaitu prinsip ekoefisiensi.
Prinsip ekoefisiensi adalah gabungan dari kata eco dan efficient. Ekoefisiensi adalah suatu proses menghasilkan produk melalui teknologi namun dengan mengurangi penggunan sumber daya dan dampak lingkungan yang akan terjadi.
Ekoefisensi berlaku bagi semua jenis industri baik primer, sekunder bahkan kuartener.
Penerapan konsep ekoefisiensi saat ini sangat penting dimana ketersediaan bahan baku mentah yang semakin berkurang akibat eksploitasi.
Bisnis yang menggunakan prinsip ekoefisensi akan lebih menguntungkan dan kompetitif karena mereka menggunakan sedikit bahan baku alam, air, energi, mengurangi limbah dan polusi dan lebih menekankan pentingnya daur ulang dan rekayasa produksi menggunakan teknologi terbarukan.
Aspek utama dari prinisp ekoefisiensi adalah sebagai berikut:
1. Pengurangan konsumsi energi, air dan bahan mentah.
2. Mengurangi polusi dan limbah.
3. Perluasan fungsi produk atau layanan.
4. Penggabungan prinsip siklus hidup.
5. Mempertimbangkan daur ulang sebuah produk.
6. Peningkatan intensitas layanan.
Genteng dari tanah liat lebih ramah lingkungan
Contoh-contoh kegiatan ekoefisiensi di berbagai bidang kehidupan yaitu: 1. Industri
- Membangun lokasi industri jauh dari pemukiman untuk meminimalisir kebisingan dan pencemaran.
- Membuat instalasi limbah terpadu agar tidak mencemari lingkungan.
- Menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat listrik.
2. Kehutanan
- Pelaksanaan sistem tebang pilih artinya disesuaikan umur tumbuhan yang ideal untuk ditebang.
- Melakukan reboisasi setelah penebangan kayu.
3. Rumah Tangga
- Menghindari pola hidup konsumtif dan boros.
- Menghemat listrik dan air.
- Menggunakan genteng dari tanah liat agar bisa menyerap panas dengan baik.
- Mengelola keuangan rumah tangga secara baik - Menggunakan paving block di jalan depan rumah dibaningkan aspal/beton.
4. Pertanian
- Melakukan multiple cropping.
- Tidak menggunakan pestisida.
- Mengaplikasikan hidroponik dan vertikal farming.
Deforestasi adalah fenomena penghilangan wilayah hutan untuk kepentingan tertentu yang tidak berkaitan dengan fungsi hutan.
Kegiatan deforestasi dilakukan untuk berbagai kepentingan seperti peternakan, pertanian dan perkotaan. Dalam kondisi ini maka pohon tidak akan ditanam kembali.
Data menunjukkan bahwa sekitar 2.000 pohon ditebang setiap menit. Mengejutkan karena 36 juta hektar hutan hujan lenyap setiap tahun. Apakah ini hal serius? Tentu, sangat serius dan berbahaya. Sejak revolusi industri beberapa abad lalu, setengah dari tutupan hutan dunia telah dihancurkan dan jutaan hewan dan mahluk hidup dalam ancaman kepunahan.
Meski kita telah melakukan berbagai macam pendekatan pendidikan, sosialisasi dan sebagainya namun deforestasi tetap terjadi. Masih banyak manusia yang menghilangkan hutan untuk kepentingan pribadi. Hutan ditebang untuk beberapa alasan seperti: 1. Dimanfaatkan kayu dan komponen lain untuk meubel, ekspor, kerajinan dan lainnya. 2. Untuk kepentingan pertanian seperti perkebunan sawit. 3. Membangun pemukiman transmigrasi atau industri baru. 4. Membuka area tambang batubara dan bahan galian lain. Degradasi Hutan berbeda pengertiannya dengan deforestasi. Degradasi adalah penurunan kualitas dari fungsi hutan itu sendiri. Degradasi yang berkepanjangan dapat memusnahkan hutan di masa depan.
Degradasi dapat menurunkan tingkat tutupan vegetasi, perubahan struktur dan pengurangan jumlah spesies yang ada di lingkungan tersebut. Gambar: disini
Deforestasi hutan memprihatinkan
Faktor penyebab degradasi hutan antara lain: 1. Kebakaran Di beberapa hutan tropis maupun boreal, kebakaran hutan masif bisa terjadi dalam satu waktu. Kebakaran ini bisa disebabkan oleh manusia, kecelakaan atau alamiah. Contohnya kebakaran hutan di California AS merusakan ribuan hektar lahan hutan. Kebakaran hutan berdampak pada populasi mahluk hidup yang ada di dalamnya. 2. Perubahan Iklim Iklim ekstrim dapat menyebabkan degradasi hutan dan mengeringkan saluran air di sekitarnya. Hewan-hewan bisa bermigrasi dan mengurangi kualitas ekosistem hutan. 3. Pestisida dan Penyakit Hama atau wabah penyakit bisa memicu degradasi hutan. Hutan yang terdegradasi bisa dipulihkan dengan beberapa tindakan. Milyaran hektar hutan di dunia perlu direhabilitasi dari degradasi.
Degradasi hutan juga berkaitan dengan fragmentasi hutan. Fragmentasi hutan membuat wilayah hutan yang tadinya luas menjadi terpecah-pecah sehingga ada sekat antara satu hutan dengan hutan lainnya.
Hal ini tidak baik bagi keberlangsungan flora fauna di dalamnya karena lebih baik hidup di satu lokasi tanpa batas dibandingkan hutan yang terpisah-pisah.
Deforertasi, degradasi dan fragmentasi hutan adalah masalah lingkungan yang terus terjadi dan menjadi keniscayaan.
Kebutuhan mahluk hidup yang meningkat akibat peradaban memaksa hutan menjadi korban rakusnya manusia.
Pohon adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan di planet Bumi kita. Bayangkan jika gak ada pohon, memang akan ada oksigen?.
Tentu tidak. Tapi apakah kamu pernah berfikir untuk menghitung jumlah pohon yang ada di dunia?. Gila aja, masa sampai segitunya sih?.
Namun anda jangan salah, para peneliti dari Yale University AS telah membuat suat kajian penelitian tentang estimasi jumlah pohon yang ada di dunia dan hasilnya mengejutkan.
Menurut Yale University hingga kini setidaknya ada 3 trilyun pohon di dunia ini. WOo!!!. Data tersebut menunjukan 7,5 kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya dan setiap orang di dunia secara kasar diapit oleh 422 pohon selama hidupnya. Cukup bagus bukan?.
Bagaimana orang-orang bisa tahu jumlah pohon sampai 3 trilyun?. Apa mereka hitung satu per satu?. Sebuah tim internasional menggunakan satelit dan teknologi superkomputer untuk memetakan populasi pohon di dunia dan anda bisa mendapatkan hasilnya di jurnal Nature.
Studi ini terinspirasi dari organisasi global bernama "Plant for the Planet" yang mengkampanyekan penanaman pohon di seluruh dunia untuk mengurangi efek perubahan iklim. Mereka meminta peneliti Yale University untuk memprakirakan total populasi pohon di dunia.
Pohon adalah sahabat manusia
Akan tetapi angka tadi hanyalah perkiraan kasar karena menggunakan metode citra satelit dan perkiraan luas hutan namun tidak menggunakan data lapangan alias observasi.
Para peneliti juga memastikan bahwa kawasan hutan terbesar di dunia ada di daerah tropis yaitu sekitar 43% pohon di dunia dapat ditemukan di tempat ini. Lokasi dengan kepadatan tumbuhan terbesar ada di wilayah Arktik Rusia, Skandinavia dan Amerika Utara.
Para peneliti ini berharap dengan adanya data inventarisasi pohon akan menghasilkan informasi penting tentang peran penting pohon dalam menyangga kehidupan dan keanekaragaman hayati dan penyimpan karbon.
Studi mencatat juga bahwa kerapatan pohon dan keragaman spesies menurun drastis karena jumlah manusia di planet meningkat. Faktor alam seperti kekeringan banjir, deforestasi dan insektisida juga memegang peranan penting dalam menurunya jumlah populasi pohon di dunia. Jadi apakah kamu tertarik mendata jumlah pohon yang ada di lingkungan sekitarmu?.
Kemarin, fenomena banjir bandang menerjang kota kembang Bandung terutama di Cicaheum.
Banjir bandang ini terjadi Selasa sore hari dan mengakibatkan belasan kendaraan hanyut. Ada dua faktor yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Bandung yaitu faktor cuaca ekstrim dan tata ruang.
Berdasarkan laporan analisa BMKG, didapat fakta bahwa pada Selasa kemarin terjadi pembentukkan awan Cb alias Cumulonimbus di atas Bandung bagian timur pada pukul 15.00 sehingga muncullah hujan lebat.
Pembentukkan awan konvektif di atas Bandung terjadi karena adanya anomali suhu permukaan lautdi perairan Jawa Barat yang cenderung menghangat.
Kondisi itu meningkatkan peluang pembentukkan awan-awan potensial hujan. Menurut data BMKG, Maret adalah bulan dengan curah hujan tinggi untuk Bandung hingga Mei.
Faktor diatas adalah faktor alam, jadi memang pada bulan ini Bandung dsk sudah mulai jatuh musim hujan. Kenapa di daerah lain tidak sama?.
Ya memang begitu, pola musim di tiap daerah di Indonesia beda-beda lho!. Ada lebih dari 345 pola musim hujan di Indonesia!.
Jadi masyarakat harus paham dengan hal ini. Apakah guru geografi mu sudah menjelaskan hal tersebut di sekolah?.
Banjir bandang menerjang Bandung
Oke lanjut lagi ke faktor kedua yaitu tata ruang. Bandung sudah menjadi kota yang padat penduduk dan dihuni bangunan-bangunan beton dan aspal. Minimnya saluran air di perkotaan akan menghambat laju limpasan air saat hujan.
Dan inilah yang menjadi masalah di kota-kota besar di Indonesia. Rumah-rumah di bangun di sisi sungai bahkan di atasnya, gorong-gorong sungai sempit, udah gitu banyak sampahnya (hayo siapa yang buang sampah sembarangan?).
Ketika hujan lebat terjadi di hulu maka secara gravitasi akan turun ke bawah. Bandung kota merupakan daerah cekungan, jadi jika hujan di hulu maka aliran air akan terhempas dan menuju hilir.
Nah selain itu kita lihat bahwa banjir membawa lumpur, berarti ada erosi yang intens di daerah hulu. Erosi ini pasti karena tanah di hulu sudah banyak berkurang vegetasinya akibat pembangunan. Ini adalah masalah lain yang terkait tata ruang wilayah yang buruk.
Ketidaksiapan hilir menampung laju aliran air tersebutlah yang membuat banjir bandang terjadi seperti kemarin. Jadi mari kita sama-sama melihat fenomena ini agar bisa lebih cerdas dalam mengelola lingkungan.
Bukan hanya pemerintah namun masyarakat juga harus cerdas dan jangan menyalahkan pemerintah terus. Harus kombinasi antara masyarakat dan pemerintah.
Kapan terakhir kali gotong royong membersihkan got?. Mulailah dari hal-hal kecil, stop menggerutu dan mulai beraksi.
Hutan merupakan salah satu lingkungan alami di permukaan bumi ini. Hutan dapat diklasifikasikan menurut berbagai kriteria. Ada banyak jenis hutan di Indonesia diantaranya hutan hujan, hutan musim, hutan sabana dan hutan gambut.
Sebaran keempat jenis hutan ini tidak merata di Indonesia. Hutan memiliki peranan penting terutama sebagai penghasil oksigen di muka bumi.
Hutan Hujan
Hutan hujan atau rainforest merupakan jenis hutan yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi. Ciri-ciri hutan hujan torpis diantaranya: curah hujan tinggi, banyak tumbuhan kanopi, kelembaban tinggi, sinar matahari jarang masuk sampai ke tanah.
Hutan hujan memiliki peranan penting sebagai penyimpan karbon, penyedia kayu, dan habitat flora fauna. Indonesia merupakan negara yang memilki hutan hujan terluas di dunia setelah Brasil dan Afrika Tengah.
Hutan hujan juga banyak digunakan sebagai sarana penelitian dan pendidikan. Beberapa flora endemik yang hidup di hutan hujan Indonesia diantaranya Raflesia arnoldi, Kantung Semar, Rotan dan Anggrek Hitam.
Sementara fauna yang hidup di hutan hujan Indonesia diantaranya Harimau, Macan Pohon, Orang Utan dan Cenderawasih. Sebaran hutan hujan Indonesia ada di Sumatera, Kalimantan, Sebagian Jawa dan Papua.
Hutan hujan Indonesia
Hutan Musim
Hutan musim adalah hutan yang memiliki corak khas ketika pergantian musim. Hutan musim di Indonesia banyak digunakan untuk kepentingan produksi. Ciri utama hutan musim adalah jenis vegetasi sedikit hanya satu atau dua, saat musim hujan daunnya lebat namun saat musim panas akan rontok.
Contoh tumbuhan hutan musim adalah jati, ketapang dan sengon. Hutan musim di Indonesia banyak terdapat di Jawa. Hutan musim menempati urutan kedua dalam hal luas setelah hutan hujan di Indonesia. Baca juga:Rumus GDP, GNP dan GNI
Hutan Sabana
Hutan sabana adalah suatu padang rumput yang diselingi oleh tumbuhan kayu tipe akasia. Hutan sabana memiliki luas paling sempit diantara semua jenis hutan di Indonesia. Jenis flora dan fauna di hutan sabana sangat minim karena kondisi curah hujan rendah.
Sebaran hutan sabana diantaranya di Nusa Tenggara, Madura dan Taman Nasional Baluran. Fauna khas sabana adalah kuda dan beberapa jenis rusa dan burung.
Hutan Bakau
Hutan bakau atau mangrove merupakan hutan yang cukup unik karena hanya dijumpai di batas daratan dan lautan. Mangrove hanya tumbuh di daerah tropis saja. Ciri khas mangrove adalah memiliki akar menggantung yang banyak.
Mangrove merupakan ekosistem yang berfungsi untuk mencegah abrasi laut dan rumah bagi biota perairan payau seperti ikan, kepiting, udang dan bangau. Sebaran mangrove atau bakau di Indonesia ada di pantai utara Jawa, selatan Kalimantan, Bali dan Kepulauan Riau. Baca juga: Ekosistem bioma air tawar
Hutan Gambut
Hutan gambut merupakan tipe hutan di daerah rawa. Indonesia punya total lahan gambut tropis terluas di dunia dengan total 22 juta hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua.
Hutan gambut sangat rawan terhadap kebakaran lahan dan ini menjadi masalah di Indonesia. Lahan gambut Indonesia bisa menyimpan minimal 57 miliar ton karbon.
Hutan gambut kini banyak disulap menjadi lahan perkebunan sawit sehingga rawan degradasi. Baca juga:Proses terbentuknya bahan galian
Halo teman-teman sekalian, gimana kabarnya nih?. Semoga baik-baik saja dan senantiasa produktif. Oke kali ini saya akan sedikit memberikan penjelasan tentang materi sumber daya alam.
Sumber daya alam merupakan anugerah Allah berupa segala hal di bumi ini yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup mahluk terutama manusia.
Sumber daya alam dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Kali ini saya akan bahasa klasifikasi SDA menurut lokasi keterdapatannya.
Sumber daya alam menurut lokasi keterdapatannya dibagi menjadi sumber daya alam terestrial dan marine. Sumber daya alam terestrial adalah sumber daya alam yang lokasinya ada di daratan.
Sementara sumber daya alam marine adalah sumber daya alam yang lokasinya terdapat di wilayah perairan. Kita akan coba bahasa satu persatu. Baca juga: Faktor munculnya fosil di batuan
Sumber Alam Terestrial
1. Batubara
Batu bara berasal dari endapan hutan karbon jutaan tahun lalu dan mengalami penekanan dan perubahan wujud. Batubara digunakan untuk bahan bakar atau energi di berbagai industri. Di Indonesia, endapan batu bara banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.
2. Emas, Intan, Perak
Emas, Intan dan Perak adalah salah satu bahan galian yang bermanfaat untuk perhiasan atau bahan konduktor listrik. Emas dan perak di Indonesia banyak ditemukan diantaranya di Sumatera, Papua dan Nusa Tenggara. Intan banyak terdapat di Martapura Kalimantan Selatan.
3. Tembaga
Tembaga adalah bahan galian yang banyak digunakan di industri. Tembaga sering dipakai untuk bahan pembuatan kabel atau berbagai macam alat dapur dan lainnya. Tembaga banyak terdapat di Papua.
4. Aspal
Aspal merupakan bahan pelapis jalan raya dan banyak ditemukan di Pulau Buton Sulawesi Tenggara.
5. Bauksit
Bauksit adalah bahan dasar dari logam alumunium. Alumunium sering digunakan untuk rangka pesawat dan alat-alat dapur.
6. Kapur dan Marmer
Kapur adalah bahan galian yang berasal dari koral yang terangkat ke daratan. Kapur banyak digunakan untuk bahan dasar semen. Kapur dapat berubah wujud menjadi batu marmer yang sering digunakan untuk ornamen rumah.
7. Hutan
Hutan menyediakan berbagai macam kebutuhan mulai dari kayu hingga bahan makanan.
8. Hewan Ternak
Hewan ternak banyak dibudidayakan di daratan seperti sapi, kambing, ayam, bebek dan domba.
9. Pertanian
Pertanian yang dilakukan di daratan bervariasi mulai dari padi, palawija, teh, sayuran hingga buah-buahan.
Tambak garam laut
Sumber Daya Alam Marine
1. Minyak dan Gas
Endapan minyak dan gas selai terdapat di daratan, juga banyak muncul di bawah lautan. Kita bisa lihat banyak kilang minyak lepas pantai dibangun. Daerah penghasil minyak dan gas di Indonesia diantaranya Bontang, Sorong, Dumai dan Balongan.
2. Terumbu Karang
Terumbu karang banyak terdapat di zona neritik yang masih kaya sinar matahari. Terumbu adalah rumah berbagai macam hewan laut mulai dari udang, kerang, kuda laut, ikan badut hingga penyu.
3. Mutiara
Mutiara sering dibudiayakan dengan cara ditanam di dalam kerang. Budidaya mutiara di Indonesia banyak dilakukan di Ambon Maluku.
4. Rumput Laut
Rumput laut banyak dibudidayakan di daerah pantai dengan arus tenang seperi Pantura. Rumput laut digunakan sebagai bahan dasar makanan, industri kosmetik dan obat.
5. Timah
Timah adalah sumber daya alam yang ada di lautan dalam bentuk sedimen. Tambang timah di Indonesia ada di Bangka Belitung. Timah digunakan untuk bahan dasar industri alat rumah tangga hingga untuk bahan konduktor listrik.
6. Ikan Laut
Ikan-ikan laut yang bermanfaat bagi manusia diantaranya kakap, sarden, udang, lobster, cumi hingga sotong.
7. Garam
Garam berasal dari kristalisasi air laut. Tambak-tambak garam di Indonesia banyak terdapat di Madura.
Lingkungan semain hari semakin memprihatinkan seiring bertambahnya populasi mansuia. Kerusakan lingkungan dapat terjadi akibat faktor alam dan ada juga yang dikarenakan faktor manusia.
Dalam konsep ekologi dikenal man ecological dominant, artinya manusia merupakan mahluk yang mendominasi lingkungan sehingga bisa merubah kondisi lingkungan tertentu.
Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.
1)Pencemaran Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan.
Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket.
Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O₂) di udara, menipisnya lapisan ozon (O₃), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan.
Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman.
Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.
Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran.
Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel.
Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres.
Deforestasi akibat ulah manusia
2)Degradasi Lahan
Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan.
Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.
a)Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.
b)Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang.
c)Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.
Polusi merupakan permasalahan umum kehidupan di era milenial ini. Salah satu jenis polusi yang kini menjadi ancaman nyata adalah polusi cahaya.
Polusi cahaya banyak ditemukan di daerah konsentrasi penduduk karena penggunaan lampu di malam hari seperti lampu penerangan jalan, area umum, rumah, hingga perkantoran.
Sebagian besar masyarakat pastinya tidak paham tentang dampak dari polusi cahaya. Polusi cahaya sulit didefinisikan secara jelas karena masyarakat banyak menilai cahaya sebagai sebuah keindahan dan terkait nilai estetika saja. Baca juga: Sifat fisika atmsosfer bumi Kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia
Sebenarnya dalam geografi, kegelapan tidak selalui dikaitkan dengan kualitas positif dari kaum urban. Beberapa ahli geografi banyak menjelaskan saat ini bahwa polusi cahaya memiliki efek merugikan bagi beberapa komponen lingkungan lain termasuk pengamatan astronomi.
Polusi cahaya lampu di perkotaan
Dampak Polusi Cahaya Bagi Kesehatan
Polusi cahaya memiliki pengaruh bagi kesehatan dan lingkungan, seperti menggangu kualitas tidur, meningkatkan resiko kanker, membahayakan perilaku hewan termasuk migrasi hewan.
Studi kesehatan terbaru menunjukkan ada peningkatan 110% kemungkinan kanker prostat di negara dengan tingkat polusi cahaya yang tinggi. Pencahayaan di perkotaa memang diperlukan untuk menunjang kehidupan penduduk dan meminimalisir kriminalitas, namun harus diminimalisir dampak negatif nya bagi lingkungan.
Terlalu banyak melihat lampu atau cahaya yang silau akan merusak mata dan membuat kepala pusing. Baca juga:Kunci jawaban OSK Geografi
Dampak Polusi Cahaya Terhadap Migrasi Hewan
Bagi hewan, gangguan polusi cahaya mungkin cukup signifikan dan mengancam beberapa spesies seperti burung yang bermigrasi. Migrasi burung mengalami perubahan pola karena dampak polusi cahaya di perkotaan terutama burung muda.
Spesies kelelawar di Eropa juga terpengaruh karena polusi cahaya dan membuat perilaku mereka berubah.
Konsevasi dan Polusi Cahaya
Saat ini kampanye untuk memberikan perlindungan situs warisan dunia terhadap polusi cahaya semakin gencar. Aktifis menilai beberapa tempat perlu kegelapan untuk menunjang fungsinya seperti observatorium.
Pengamatan benda langit tidak akan sempurna kalau cahaya di sekitar langit terlalu terang. Inilah mengapa observatorium saat ini banyak dibangun di daerah terpencil yang jauh dari pusat penduduk.
Polusi cahaya memang belum banyak dipahami masyarakat, namun hal ini harus menjadi perhatian karena selain merubah perilaku hewan, radiasi cahaya yang terlalu tinggi juga mempengaruhi tingkat kesehatan penduduk.
Lampu-lampu di perkotaan harus difokuskan agar tidak menyebar ke segala arah sehingga mengurangi radiasi.