News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vulkanologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 12

Perbedaan Erupsi Efusif, Eksplosif dan Campuran

Perbedaan Erupsi Efusif, Eksplosif dan Campuran

Erupsi gunung api umumnya sering terjadi pada lubang kepundan atau kawah gunung api (erupsi sentral). 

Pada erupsi ini, magma keluar ke permukaan bumi melalui sebuah pipa kepundan. Luapan magma melalui pipa kepundan ini memiliki sifat erupsi yang berbeda-beda. 

Berdasarkan sifatnya erupsi sentral dapat dibedakan menmjadi tiga jenis yaitu erupsi efusif, eksplosif dan erupsi campuran.

(1) Erupsi Efusif

Pada erupsi ini magma keluar dari lubang kepundan tanpa disertai ledakan. Hasil dari erupsi ini adalah hanya lava. 

Erupsi efusif murni menghasilkan gunung berapi yang berbentuk perisai atau aspit. Lava yang dikeluarkan bersifat cair encer sehingga dapat mengalir jauh dan menutupi daerah yang cukup luas. Erupsi yang demikian banyak ditemukan di Kepulauan Hawai.

Bahkan kepulauan tersebut memang terbentuk oleh hasil erupsi semacam itu yang muncul di permukaan Samudera Pasifik. Gunung api tersebut antara lain Mauna loa, Kilauea, Mauna Lea, dan sebagainya. 

Hawaii terbentuk di zona hot spot dimana terdapat sebuah saluran tempat keluar magma di dasar lautan.
Erupsi Kilauea Hawaii
(2) Erupsi Eksplosif
Erupsi pada umumnya ditandai dengan ledakan yang keras. Bahan-bahan yang dihasilkan terutama adalah piroklastika dan bentuk gunung berapi yang dihasilkan tidak tinggi, yaitu hanya menyerupai tanggul yang melingkari kawah maka gunung berapi ini disebut maar. 

Jika dasar dan dinding-dinding terdiri dari batuan yang impermeable, maka kawah tersebut dapat terisi oleh air. 

Akibatnya terbentuklah ranu, telaga atau situ. Di Jawa terdapat beberapa ranu, misalnya Ranu Klakah, Ranu Pakis, Telaga Manjer, dan lain-lain.
 

(3) Erupsi Campuran
Erupsi campuran terjadi jika terjadi erupsi yang bersifat efusif dan eksplosif secara silih berganti. 

Erupsi menghasilakan gunung berapi strato, yaitu gunung api yang strukturnya berlapis-lapis, terdiri dari lava yang membeku berselang seling dengan bahan piroklastika. Menurut perkiraan 99% gunung api yang ada di dunia terdiri dari tipe strato.

Dilihat dari jumlah gunung api yang masih aktif di dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah yang terbanyak. 


Persebaran gunung api di dunia, termasuk Indonesia dapat dilihat pada Peta Persebaran Gunung Api di Dunia

Jumat, Juli 26

Penyebab Erupsi Freatik Gunung Tangkubanperahu

Penyebab Erupsi Freatik Gunung Tangkubanperahu

Pada sore hari pukul 15.48 Gunung Tangkubanperahu mengalami erupsi yang mengakibatkan ratusan wisatawan panik dan harus dievakuasi. 

Kolom abu vulkanik teramati hingga 200 m dari puncak kawah. Lalau apa penyebab erupsi Tangkubanperahu tadi sore dan mengapa baru kali ini terjadi setelah lama terlelap?.

Erupsi gunung Tangkubanperahu pada tanggal 26 Juli sore termasuk kategori erupsi freatik, bukan magmatik. Erupsi freatik adalah erupsi tanpa lava seperti gunung Krakatau yang melontarkan lava pijar dari mulut kawah.

Erupsi freatik adalah ciri umum aktivitas gunung api. Erupsi ini dihasilkan oleh tanah yang dipanaskan oleh magma lalu berubah menjadi ledakan uap. Saat magma memanaskan air tanah atau permukaan maka akan terjadi ledakan air uap, batu dan abu menjadi erupsi freatik atau ultravulkanian.

Erupsi freatik dapat membentuk kawah rendah yang disebut maar. Ledakan freatik dapat menghasilkan hidrogen sulfida dan karbon dioksida.

Jika konsentrasi karbon dioksida yang dihamburkan cukup besar maka akan membuat sesak napas sementara hidrogen sulfida berlebihan akan membuat keracunan.
Proses erupsi freatik gunung api
Ada tiga jenis bahaya erupsi freatik diantaranya:
1. Gas beracun seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Emisi gas akibat letusan freatik telah menyebabkan banyak kematian di dunia.
2. Abu piroklastik yang ditandai dengan gas, cairan atau partikel yang bergerak cepat berbahaya dan merusak.
3. Partikel jatuhan seperti batu sangat berbahaya bagi penduduk dan mahluk lain yang hidup disekitar ledakan.

Jadi erupsi freatik adalah tanda aktivitas kegunungapian yang normal namun harus tetap diwaspadai karena material letusannya tetap berbahaya bagi manusia. 

Gunung Tangkubaperahu sudah cukup lama tertidur dan sekarang baru menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi harus dipantau terus perkembangannya kedepan. 

Jadi jika terjadi erupsi saat berwisata, jangan panik dulu dan ikuti arahan dari pengawas/petugas pariwisata.

Kamis, Desember 14

Fenomena Pra dan Post Vulkanisme

Fenomena Pra dan Post Vulkanisme

Vulkanisme adalah gejala yang berkaitan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi ke atas. Magma merupakan cairan panas pijar yang panas dan menghasilkan tekanan. 

Tekanan ini membuat magma mendesak naik menerobos lapisan kulit bumi dan muncullah gunung api. Gunung api tersebar secara tidak merata di permukaan bumi dan mayoritas berada di zona subduksi lempeng. Baca juga: Bedanya bukit dengan gunung

Berdasarkan aktivitasnya, gunung api dapat dibagi kedalam 3 tipe yaitu gunung api aktif, gunung mati dan gunung istirahat.
1.Gunung aktif yaitu gunung api yang masih bekerja dan kawahnya mengeluarkan asap secara periodik. Pada gunung aktif ini sering terjadi gempa dan letusan. Contoh gunung api aktif di Indonesia adalah Sinabung dan Agung.
2. Gunung mati yaitu gunung api yang diketahui tidak meletus atau tidak menunjukkan aktivitas vulkanik sama sekali. Contohnya adalah Gunung Patuha dan Gunugn Sumbing.
3. Gunung istirahat yaitu gunung api yang sewaktu waktu bisa meletus kemudian beristrihat dalam waktu cukup lama. Contohnya Gunung Galunggung dan Gunung Ciremai.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Gunung Sinabung kini paling aktif di Indonesia
Gejala yang berkaitan dengan gunung api dikenal sebagai gejala pra dan post vulkanisme. Gejala pra vulkanisme adalah gejala atau fenomena yang terjadi sebelum gunung api meletus. 

Contoh fenomena pra vulkanisme antara lain adanya gempa tremor hingga terjadi letusan. Fenomena post vulkanisme adalah peristiwa yang muncul pada lingkungan gunung api yang sudah mati atau telah meletus. Contohnya adalah sebagai berikut:

1. Fumarol
Fumarol adalah sumber uap dan gas yang terdapat di sekitar gunung api. Fumarol terdiri atas:
- solfatara, yaitu sumber gas belerang yang dicirikan dengan bau menusuk. Contohnya ada di Tangkubanperahu dan Ijen.
- mofet, yaitu sumber gas karbon dioksida dan bersifat berbahaya. Contohnya di Kaldera Kelud.
- sumber uap air terdapat di kawah gunung api seperti Kawah Domas.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Makdani kawah Domas
2. Makdani
Makdani adalah mata air mineral yang bersuhu panas. Makdani dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit. Jika kamu pergi ke kawah Domas kamu bisa menemukan banyak makdani dan merebus telur disana.

3. Geiser
Geiser adalah mata air memancar yang terjadi secara periodik dan disebabkan oleh tekanan gas dan panas di bawah lapisan batuan. Contohnya adalah geiser di Yellowstone, Islandia dan Selandia Baru. 

Geiser memiliki ketinggian bervariasi di setiap tempat dari mulai puluhan hingga ratusan meter. Baca juga: Kumpulan rumus hitung geografi

Gambar: disini, disini

Kamis, Desember 7

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Gunung api atau volcano merupakan sebuah fenomena dipermukaan bumi yang dihasilkan dari adanya penerobosan magma ke kerak bumi. 

Tidak semua lokasi memiliki gunung api karena beberapa faktor seperti letak geologi dan ketebalan kerak bumi disekitarnya. Letusan gunung api sering terjadi dan akan berdampak secara lokal maupun global. 

Gunung api paling banyak muncul di zona subduksi lempeng tektonik dan sisanya pada wilayah yang disebut hot spot

Baca juga:
Lingkungan biotik dan abiotik
Tipe-tipe delta sungai

Erupsi gunung api pada dasarnya merupakan sebuah fenomena, bukan bencana. Istilah bencana dapat dikatakan bila peristiwa tersebut sudah memakan korban jiwa. 

Jika gunung api erupsi maka ia sedang meminta waktu untuk mengeluarkan berbagai bahan material yang sangat diperlukan nantinya untuk kehidupan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Dampak lerusan gunung api bisa bersifat lokal maupun global. Bersifat lokal artinya meliputi daerah disekitarnya saja atau lebih sempit, sementara dampak global bersifat menyeluruh atau mendunia. Berikut ini contoh dampaknya.
Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global
Erupsi gunung api di Islandia
Dampak lokal erupsi
1. Terjadi banjir lahar di sekitar daerah lereng gunung api.
2. Menimbulkan hujan abu vulkanik disekitar gunung api.
3. Menghanguskan hutan disekitar lereng.
4. Membuat korban jiwa baik manusia, hewan dan tumbuhan.
5. Menghancurkan bangunan yang ada disekitarnya.
6. Menimbulkan infeksi saluran pernapasan bagi penduduk.
7. Menghasilkan daerah aliran sungai baru dan endapan pasir dan kerikil

Dampak global erupsi gunung api adalah adanya perubahan iklim mikro. Gas aerosol yang terdiri dari butiran halus debu dan kerikil akan terhempas ke udara dan terbawa angin. 

Jika volume aerosol yang disemburkan sangat besar maka akan menutupi atmosfer. Sinar matahari akan terhalang oleh aerosol dan dampaknya adalah suhu bumi akan turun. Hal ini terjadi saat erupsi dahsyat Krakatau di abad ke 18. 

Besar tidaknya letusan gunung api ditentukan oleh beberapa faktor seperti volume dapur magma, tekanan gas hingga ketinggian gunung api. Beberapa gunung api yang pernah meletus dahsyat antara lain Krakatau, Tambora, Toba, Pinatubo dan Etna.
Gambar: disini

Senin, Oktober 30

Vulkanisme dan Produknya

Vulkanisme dan Produknya

Apa jadinya kalau tidak ada gunung api di bumi ini?. Tidak akan ada daratan kalau tidak ada kegiatan vulkanisme di bumi ini. Vulkanisme merupakan kegiatan kegunungapian yang terjadin karena adanya penerobosan magma hingga mencapai permukaan bumi. 

Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut dengan letusan gunung api atau erupsi. Gunung api adalah gunung yang punya lubang kepundan tempat keluarnya magma. Jadi gunung api disebut volcano kalau gunung biasa disebut mountain. Baca juga: Soal Prinsip Geografi dan Jawabannya

Jika dilihat berdasarkan strukturnya, gunung api akan menghasilkan berbagai macam produk yang terdiri dari magma, kawah utama, kawah samping, pipa kawah dan kerucut parasit.
Vulkanisme dan Produknya
Vulkanisme dan Produknya
Magma
Merupakan bahan silikat cair pijar yang tersusun atas bahan padat, cair dan gas yang terdapat di dalam litosfer dengan suhu berkisar antara 900 - 1.200 derajat Celcius. Magma berada pada lapisan yang dinamakan dapur magma. 

Dapur magma ada yang dangkal dan ada yang dalam. Letusan besar biasanya berasal dari dapur magma dalam sementara letusan yang lebih kecil berasal dari dapur magma yang dangkal. Baca juga: Menghitung kelembaban relatif dan mutlak

Kawah Utama
Merupakan lubang erupsi dengan diameter hingga 2 km dan berada di bagian puncak gunung api. Kawah utama ini biasanya terisi air atau tidak sama sekali. Sumbat lava juga terdapat di kawah utama.

Pipa Kawah
Merupakan suatu lubang atau rekahan tergolong bidang lemah di kerak bumi, tempat magma menerobos dan naik ke atas permukaan bumi.

Kawah Samping
Merupakan lubang serupsi berdiameter kurang atau hingga 2 km yang berada di lereng gunung api hasil dari adanya penerobosan ke samping gunung api. Contohnya adalah Kawah Domas di Tangkubanperahu. Baca juga: Skala kekerasan batuan MOHS

Kawah Parasit
Merupakan kerucut yang terbentuk dari akumulasi material erupsi luar kawah utama yang ada di bagian gunung api dengan ukuran lebih kecil dari kerucut gunug api utamanya.

Leleran Lava
Merupakan magma yang keluar dari kerucut gunung api dan mengalir keluar gunung api. Baca juga: Bedanya Wadi dan Oasis

Abu Piroklastik
Merupakan bahan leas berupa batu, abu, pasir yang terlontar saat erupsi gunung api terjadi. Abu piroklastik ini juga sering isebut wedus gembel dan dapat bergerak dengan kecepatan ratusan km/jam.

Selasa, September 12

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Halo teman-teman, kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang bedanya batuan beku intrusif dan ekstrusif. 

Batuan beku atau igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi magma. Batuan beku dapat membeku di dalam bumi atau di luar permukaan bumi. Perbedaan lingkungan pendinginan ini akan menyebabkan perbedaan jenis batuan. 

Ada dua tipe batuan beku yaitu batuan beku intrusif dan ekstrusif. Baca juga: Genesa batuan beku

1. Batuan beku intrusif atau plutonik
Saat magma tidak mencapai permukaan bumi dan mendingin maka akan menghasilkan intrusi dan membeku dinamakan plutonik. Manifestasi plutonik ini seperti sills, dyke atau laccolith. 

Berdasarkan kandungan silikanya, batuan beku intrusif terbagi menjadi gabro, diorit, granit dan pegmatit. Dalam hal kuantitas batuan ini adalah paling umum dijumpai. 

Mayoritas magma sebenarnya jarang mencapai permukaan bumi, hanya di beberapa titik saja. Batuan beku intrusif mengalami pembekuan lambat sehingga cenderung bertekstur faneritik atau berbutir kasar. Baca juga: 6 bentuk gunung api di Indonesia

2. Batuan beku ekstrusif atau vulkanik
Saat magma mencapai permukaan bumi lewat erupsi maka dapat membeku dan dinamakan batuan beku ekstrusif. 

Menurut tingkatan kandungan silikanya batuan beku ekstrusif terbagi menjadi basalt, andesit, damar, diorit, batu apung dan obsidian. Karena sifat pembekuan cepat maka batuan beku esktrusif cenderung bertekstur afanitik atau berbutir halus.
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Batuan beku intrusif dan ekstrusif
JENIS BATUAN BEKU
Klasifikasi batuan beku paling banyak menggunakan indikator kandungan silikat (SiO₂) yaitu:
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Kandungan silikat batuan beku
Gabbro
Gabbro adalah batuan beku intrusif yang licin dan secara kimiawi setipe dengan basalt. Cirinya kasar, gelap dan mengandung feldpspar, augite dan kadang olivine. 

Diorit
Diorit adalah batuan beku intrusif yang terdiri darimineral silikat plagioklas feldpsar, biotite, hornblende dan piroksen. Komposisi kimiawi diorit di tengah-tengan gabbro dan granit. Sama halnya dengan andesit yang mendingin cepat saat erupsi terjadi.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2016 
Karakteristik Tanah Aluvial

Granodorit
Granodiorit adalah batuan beku yang mengandung komposisi pertengahan antara diorit dan granit. Batuan ini mengandung > 20% kuarsa secara volume, sejumlah plagioklas kaya natrium dan kalsium, sedikit muskovit mika, biotit, amphibol sebagai minerla gelap. Batuan vulkanik yang setara granodiorit adalah dasit. 

Granit
Granit setara dengan riolit dan merupakan jenis batuan beku paling umum dijumpai. Granit mengandung > 68% dan berbutir kasar. 

Mineral utamanya adalah feldspar, kuarsa dan mika. Granit didominasi warna putih, merah muda dan abu-abu. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Senin, Agustus 7

Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia

Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia

Suatu anugerah tak terkira negeri kita Indonesia berada di pertemuan 3 lempeng tektonik aktif sehingga menghasilkan deretan kepulauan vulkanik terbesar di dunia. 

Berbicara Indonesia maka gunung api adalah sebuah ikon dan simbol kejayaan bagi negeri ini. Gunung api disamping berfungsi sebagai paku dunia, juga bisa dapat menjadi lokasi objek wisata. 

Panorama gunung api di Indonesia sangat beranekaragam dan menjadi daya tarik wisata lokal hingga mancanegara. Ada ratusan gunung api aktif di Indonesia dengan daya tarik wisata masing-masing. Berikut ini 14 gunung api terindah di Indonesia yang bisa anda list untuk liburan anda.

1. Tangkubanperahu
Gunung Tangkubanperahu merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Barat. Tangkubanperahu berada 20 km arah utara menuju Lembang dari kota Bandung. Gunung api ini memiliki ketinggian 2.084 mdpl dan dikelilingi oleh perkebunan teh dan hutan pinus yang indah. 

Terdapat dua kawah di gunun api ini yaitu Kawah Ratu dan Kawah Domas. Kawah Ratu merupakan kawah utama yang berada di bagian atas sementara Kawah Domas merupakan kawah sekunder di bagian bawah yang berupa ladang solfatara dan fumarola. Objek wisata ini sering dipadati pengunjung saat musim liburan tiba. 
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kawah Tangkubaperahu
2. Papandayan
Papandayan merupakan salah satu gunung api strato di Kabupaten Garut Jawa Barat dengan ketinggian 2.622 mdpl. Lokasi gunung api ini sekitar 15 km barat daya kota Garut. Di sekitar gunung api ini terdapat fenomena pada edelweiss. Di bagian kawahnya terdapat aktifitas fumarol yang hingga kini masih aktif. 
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Padang edelweiss di Papandayan
3. Ciremai
Ciremai merupakan gunung api tertinggi di Jawa Barat dan berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Gunung api strato ini menjulang setinggi 3.078 mdpl dan memiliki kawah ganda. Kawah barat beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Gunung Ciremai kini masuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Saat pergantian tahun baru, banyak para pendaki yang datang ke puncak gunung api ini.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Puncak Ciremai
4. Kelud
Gunung Kelud berlokasi di perbatasan Kediri, Blitar dan Malang. Gunung api ini memiliki ketinggian 1.731 mdpl dan terakhir kali meletus tahun 2014 silam. Ciri khas gunung ini adalah danau kawahnya yang bisa menghasilkan lairan lahar masif. Letusan freatik tahun 2007 menghasilkan kubah lava namun hancur saat letusan besar di awal tahun 2014.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kawah Kelud yang eksotik

5. Bromo
Bromo merupakan salah satu gunung api yang terletak di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang dengan ketinggian 2.329 mdpl. Gunung Bromo terletak di Kawasan Kaldera Bromo yang sangat indah dengan lautan pasir dan stepa disekelilingnya. Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terakhir kali meletus tahun 2011 silam. Bromo menjadi salah satu objek wisata unggulan Jawa Timur dan bahkan dunia. Konon sunrise di Bromo merupakan yang terindah di dunia. Setiap tahun gunung api yang dikeramatkan Suku Tengger ini selalu dipadati wisatawan.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kaldera Bromo yang indah
 6. Agung
Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali dengan puncak tertinggi 3.031 mdpl. Gunung api ini berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali. Gunung ini bertipe stratovolcano dengan kawah sangat besar dan dalam. Dari puncak gunung ini kita bisa melihat puncak Rinjani di Lombok Timur. Gunung ini dipercaya masyarakat sana sebagai tempat bersemayamnya para dewa.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Puncak gunung Agung
7. Batur
Gunung Batur berlokasi di Kecamatan Kintamani, Karangasem Bali. Gunung api ini memiliki ketinggian 1.717 mdpl dan terkenal dengan kaldera raksasanya yang indah. Gunung Agung dan Gunung Batur merupakan gunung api yang masih aktif. Letusan terakhir Gunung Batur terjadi pada tahun 1994 hingga periode 1997. Namun letusan ini tidak begitu besar. Aktifitas gunung Batur masih terbilang sangat aktif, karena sampai saat ini di setiap kawah Gunung Batur ditemui lubang-lubang kecil yang mengeluarkan hembusan udara yang sangat panas dan mengandung belerang. Gunung Batur terdiri dari tiga kerucut gunung api dengan masing-masing kawahnya, Batur I, Batur II dan Batur III. UNESCO menyatakan Kaldera Batur masuk dalam jajaran Geopark Dunia.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kaldera Batur

8. Kelimutu
Gunung Kelimutu terletak di Flores Nusa Tenggara Timur tepatnya di Kabupaten Ende. Ketinggian gunung api ini adalah 1.639 mdpl. Keunikan gunung ini adalah 3 kawah yang memiliki warna berbeda yaitu merah, biru dan putih. Warna kawah tersebut berubah-ubah seiring waktu dan masyarakat setempat sangat mengeramatkan gunung ini. Mereka akan memberi sesajen saat warna air kawah berubah.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kawah Kelimutu
9. Rinjani
Gunung api Rinjani merupakan gunung api tertinggi nomor dua di Indonesia dan terletak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Ketinggian gunung ini adalah 3.726 mdpl. Rinjani masih menjadi favorit bagi para pendaki profesional karena keindahan pemandangannya. Dari puncak gunung api ini kamu bisa melihat Danau Segara Anakan. Gunung api ini mengalami erupsi terakhir pada tahun 2016.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kaldera Rinjani

10. Tambora
Gunung Tambora terletak diantara Kabupaten Bima dan Dompu di Sumbawa. Ketinggian gunung api ini adalah 2.850 mdpl namun dulu Tambora menjulang hingga 4.300 mdpl. Letusan Tambora tahun 1815 terkenal sebagai letusan dahsyat yang terkuat sepanjang sejarah manusia. Tambora saat ini memiliki kaldera yang sangat luas dan indah.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kaldera Tambora
11. Galunggung
Gunung Galunggung terletak di Kabupaten Tasikmalaya dan memiliki ketinggian 2.168 mdpl. Untuk mencapai Kawah Galunggung dibangun dua buah anak tangga. Terdapat pemandian air panas di bawah kawah dan air terjun Panoongan. Galunggung banyak dikunjungi wisatawan saat liburan tiba. Anda juga dapat berkemah di bawah kawah saat musim kemarau tentunya.
Gambar: disini  
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Kawah Galunggung
12. Merapi
Gunung Merapi adalah salah satu gunung api teraktif di Indonesia dan berokasi di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Merapi memiliki ketinggian 2.930 mdpl dan berbentuk kerucut vulkanik. Gunung api ini terus dipantau aktifitasnya karena sering meletus dalam rentang waktu 5, 7 hingga 10 tahun sekali. Jika sedang tidak aktif, anda bisa mencoba mendaki gunung api legendaris ini.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Puncak Merapi
13. Semeru
Semeru adalah gunung api tertinggi  di Pulau Jawa dengan ketinggian puncak 3.676 mdpl. Gunung Semeru masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan menjadi salah satu favorit para pendaki karena pemandangan alamnya yang indah. Danau Ranukumbolo menjadi salah satu tempat favorit pendaki di tengah perjalanan untuk camping sebelum menuju puncak.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Puncak Semeru
14. Ijen
Gunung Ijen terletak di perbatasan antara Banyuwangi dan Bondowoso Jawa Timur. Gunung api ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan salah satu fenomena paling fenomenal dari gunung ini adanya lapangan solfatara di kawah. Ketika malam hari kawah ini akan memunculkan ilusi api berwarna biru yang menakjubkan dan sangat dinanti para wisatawan.
Gambar: disini
Wisata Pendakian 14 Gunung Api Terindah di Indonesia
Ilusi biru kawah Ijen yang menakjubkan
Itulah beberapa gunung api indah di Indonesia yang bisa anda tandai untuk rencana liburan bersama keluarga. Masih banyak lagi gunung api di Indonesia yang memiliki pemandangan indah seperti Kerinci, Marapi, Krakatau, Gede Pangrango, Dieng, Merbabu dan lainnya. Mari kita jelajahi kekayaan alam nusantara.

Rabu, Juli 19

Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin

Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin

Gunung api merupakan sebuah fenomena yang sangat sangat penting bagi kehidupan di muka bumi ini. Saat gunung api meletus maka berbagai material dikeluarkan dari dalam tubuh gunung api. 

Salah satu istilah yang sering didengar di telinga orang Indonesia adalah lahar. Apakah sama antara magma, lava dengan lahar?. 

Lahar merupakan istilah dalam kamus geologi Indonesia yang artinya semua produk gunung api yang diangkut media air atau berasal dari lubang kepundan. Baca juga: Bedanya awan cirrus, stratus dan cumulus

Jika diurut maka urutan proses erupsi adalah Magma-Lava-Lahar. Lahar bergerak mengalir seperit lava dan dikendalikan oleh gravitasi dan kemiringan lereng. Orang Indonesia kebanyakan sering menyamakan istilah lahar dengan lava padahal keduanya berbeda. 

Lava itu magma panas yang keluar dari lubang kepundan sementara lahar itu lava yang sudah beku lalu tersiram air hujan dan mengalir menuruni lereng.

Tidak semua gunung api di Indonesia bisa menghasilkan lahar. Kenapa begitu?. Lahar umumnya dijumpai pada gunung api yang secara periodik mengalami erupsi seperti Merapi, Semeru, Sinabung atau Kelud. 

Lahar terbagi menjadi dua yaitu lahar panas dan lahar dingin. Baca juga: Bioma tundra dan cirinya
Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin
Endapan lahar dingin menjadi bahan material bangunan
Lahar Panas
Ada beberapa gunung api di Indonesia yang punya dasar lubang kepundan yang sifatnya kedap air sehingga air hujan yang turun disana akan membentuk danau. Contohnya adalah Kawah Gunung Galunggung, Kelud, Agung atau Kelimutu. 

Material lempeng pembentuk dasar kepundan berasal dari fragmen batuan yang berasal dari dinding kepundan. 

Batuan berubah oleh bantuan gas yang keluar dari pipa gunung api. Bahan halus ini akan diangkut oleh hujan yang turun dan mengendap di dasar kepundan. Baca juga: Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Berdasarkan catatan geolog Indonesia, Gunung Galunggung di Tasikmalaya pada tahun 1882 meletus hebat dan mengeluarkan seluruh air danau dan isinya yang bercampur magma. 

Dampaknya terjadi aliran lahar panas hingga radius 60 km. Erupsi Kelud di tahun 1919 juga menghasilkan lahar panas hingga merusak lahan pertanian. Salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana lahar panas adalah membuat terowongan untuk mengatur volume air di kawah kepundan sehingga saat meletus, tidak akan banyak lahar yang keluar.
Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin
Aliran lahar dingin
Lahar Dingin
Material erupsi gunung api yang belum terkonsolidasi akan berkumpul di sekitar puncak atau lereng kawah. Saat hujan terjadi di puncak, maka bahan-bahan endapan piroklastik ini akan terangkut dan bergerak meluncur ke bawah sebagai aliran pekat dengan densitas tinggi. 

Bahan-bahan material tersebut dapat berwujud bongkahan batu, bom, lapili, pasir hingga debu. Semua bahan itu akan melewati lereng atau lembah hingga jarak yang sangat jauh. Lihat contoh banjir lahar dingin yang sering terjadi di wilayah Gunung Merapi. Baca juga: Geografi regional Eropa

Endapan lahar dingin masih mencirikan fragmen-fragmen yang besar dan berat. Kadang endapan lahar dingin sulit dibedakan dengan endapan awan panas. Banjir lahar dingin yang terus menerus akan menghasilkan aliran sungai baru. 

Lahar dingin merupakan sumber bahan material bangunan mulai dari baru, pasir hingga kerikil. Endapan pasir Galunggung dan Merapi terkenal memiliki kualitas yang sangat baik untuk bangunan. Baca juga: Rumus titik henti pasti

Gambar: disini, disini

Rabu, Mei 31

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Gunung api adalah sebuah fenomena yang banyak dijumpai khususnya di Indonesia. Setiap tahun pasti ada saja gunung api yang mengalami erupsi di negeri ini. 

Erupsi pada dasarnya adalah suatu peristiwa alam yang normal. Ada gunung api yang rajin erupsi, ada yang selang waktunya dan ada yang tidur dalam wkatu lama. Baca juga: Memahami potensi air tanah

Erupsi gunungapi merupakan gejala penerobosan magma dari dalam bumi hingga mencapai permukaan bumi. Tipe erupsi magma ini bermacam-macam dan bisa diklasifikasikan. 

Bila disertai tekanan gas yang kuat maka akan muncul suatu letusan atau ledakan yang dinamakan erupsi eksplosif. 

Bila tekanan gas kurang, tidak akan ada ledakan atau letusan tetapi terjadi suatu leleran atau aliran lava saja. Erupsi jenis ini dinamakan erupsi efusif. Baca juga: klasifikasi batuan sedimen

Erupsi campuran adalah jenis erupsi vulkanik yang melibatkan kombinasi erupsi eksplosif dan efusif. Masyarakat di Indonesia masih banyak yang awam dan belum dapat membedakan erupsi eksplosif, efusif atau erupsi campuran melainkan dinamakan semuanya adalah letusan gunung api. 

Kebanyakan gunungapi di Indonesia mengalami erupsi eksplosif dan erupsi campuran dibanding erupsi efusif.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi sentral
Sebuah gunung api bisa memiliki letusan berbeda-beda setiap periode erupsinya. Kadang efusif kadang ekplosif dan kadang campuran keduanya. Baca juga: Tipe iklim Indonesia itu Af

Menurut posisi titik keluarnya magma, Erupsi gunungapi yang terpusat pada suatu tempat dinamakan erupsi sentral dan yang terjadi melalui suatu rekahan yang panjang dinamakan erupsi linier sedangkan yang keluar di suatu wilayah luas dinamakan erupsi areal. Pada erupsi sentral dan linier tidak jarang pusat erupsi berpindah tempat sehingga terdapat banyak kawah pada satu gunung api. 

Pusat erupsi yang berpindah jauh ke samping tubuh gunung api yang telah ada dinamakan erupsi samping atau erupsi parasit, contohnya kawah Domas di Tangkuban Perahu.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi linier
Didasari oleh sumber kejadiannya, erupsi vulkanik dapat pula dibedakan ke dalam kategori berikut:

a. Erupsi magmatik
Merupakan kegiatan magma yang menerobos ke permukaan bumi. Dalam hal ini bahan utama yang dikeluarkan berasal dari magma. Erupsi tersebut ini dapat berupa erupsi eksplosif, efusif maupun campuran.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi aeral
b. Erupsi freatik
Terjadi oleh peranan uap sebagai akibat dari sentuhan air secara langsung atau tidak langsung dengan magma. Dalam hal ini air tanah, danau kawah atau air laut yang menyusup menyentuh magma lalu menjadi uap air. 

Bila tekanan uap sudah melampaui beban maka terjadilah suatu ledakan atau letusan sehingga erupsi freatik selalu eksplosif. Pada dasarnya bahan erupsi tidak langsung dari magma tetapi dari lingkungan daerah sentuhan atau kontak. Baca juga: Genesa batuan beku
c. Erupsi freatomagmatik
Merupakan gabungan erupsi freatik dan magmatik. Dalam hal ini erupsi freatik dapat berperan sebagai pemicu atau pelatuk erupsi magmatik. 

Bahan erupsi pada fase permulaan adalah bahan daerah lingkungan dan kontak kemudian setelah selang waktu tertentu baru disusul oleh erupsi magma.
Gambar:
sumutpos.co, volcanoes.usgs.gov, dailymail.co.uk

Kamis, April 27

Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas

Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas

Jika kamu pernah lihat berita erupsi Gunung Api pasti akan ada awan panas yang keluar dari mulut kawah, itulah yang dinamakan Aliran Piroklastik. 

Aliran Piroklatsik adalah aliran abu vulkanik, gas dan fragmen sebuah letusan gunung api. Lalu bagaimana karakteristik awan piroklastik tersebut?.

Gunung api menghasilkan fenomena lava pijar yang menakjubkan dan abu yang meledak ke atmosfer dari bawah permukaan bumi. Kita semua tentu pernah melihat foto spektakuler lava panas yang mengalir di sisi lereng gunung api. 

Tapi tahukah kamu bahwa aliran lava itu jarang mematikan?. Letusan lava cukup mudah diprediksi dan lava biasanya mengalir lambat jadi manusia bisa menyelamatkan diri. Baca juga: Jenis-jenis gumuk pasir di dunia

Lalu apa material paling berbahaya dari sebuah gunung api?. Jawabannya adalah aliran piroklastik atau awan panas yang merupakan kumpulan fragmen dan gas padat dari letusan gunung api yang mengalir menuruni lereng gunung api dengan kecepatan tinggi. 
Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas
Aliran Awan Panas
Bahaya Awan Panas Gunung Api
Istilah "pyroclastic" berasal dari kata "piro" yang artinya api dan "clastic" yang artinya fragmen. Secara etimologi maka arti piroklastik artinya aliran fragmen yang berapi-api. 

Aliran piroklastik sangat berbahaya karena mengandung gas beracun dan fragmen lava. Faktor mematikan lainnya adalah karena kecepatan luncurnya yang bisa mencapai 100 mil per jam. Hewan darat tercepat di dunia yaitu cheetah memiliki kecepatna maksimum 75 mil per jam jadi sangat mustahil untuk selamat dari awan panas.

Baca juga:
Jenis dan sumber pencemaran tanah
Terbentuknya lipatan pegunungan 

Ketika awan sampai ke lingkungan pemukiman, hutan dan lainnya, suhu ekstrim dan gas yang sangat mencekik akan merusak dan menyebabkan kematian. 

Suhu awan panas bisa mencapai ribuan derajat celcius. Sejarah mencatat bahwa alirna piroklastik Mount Pelee tahun 1902 memiliki suhu 1.075 derajat Celcius.

Partikel Vulkanik dan Lapili
Bagi seorang pengamat yang meneliti aliran piroklastik dari kejauhan maka terlihat seperti salju longsor. Namun dalam aliran piroklastik, material salju berubah menjadi partikel debu dan gas yang tersuspensi. Baca juga: Ciri pembangunan berkelanjutan

Partikel umum yang biasa dijumpai dalam awan panas adalah debu vulkanik dan lapili. Lapili adalah batu-batu kecil berukuran 2-64 mm sementara abu vulkanik lebih halus lagi. 
Material Aliran Piroklastik atau Awan Panas
Dampak awan panas yang merusak
Nuee Ardentes dan Ignimbrites
Beberapa aliran piroklastik sangat padat. Nuee Ardentes adalah jenis aliran piroklastik yang mengandung fragmen lava padat. Geolog Perancis pertamabkali menggambarkan nuee ardentes yang jika ditranslate ke bahasa inggris artinya awan yang menyala. Aliran piroklastik ini akan bersinar sebagai awan pijar di malama hari.

Ignimbrites adalah jenis awan panas yang mengandung bahan material yang ringan. Endapan aliran ini mengandung pecahan kaca dan batu apung. 

Batu apung adalah batu yang berpori dan ringan dan terbentuk selama erupsi. Batu vulkanik ini mengandung pori-pori karena gelembung gas terjebak di batu saat lava mendingin cepat. 

Gelombang Piroklastik
Merupakan fenomena yang hampir sama dengan aliran awan panas namun punya kerapatan yang ringan dengan jumlah gas yang sangat tinggi. Karena banyak mengandung gas maka aliran ini sering mengalami turbulensi dan bergerak berputar hingga naik ke atas. 

Baca juga:
Konsep lokasi absolut dan relatif
Klasifikasi iklim di bumi lengkap

Gambar: dailymail.co.uk

Rabu, April 26

Pembentukkan Magma di Dalam Bumi

Pembentukkan Magma di Dalam Bumi

Magma merupakan batuan cair yang bisa ditemukan di bawah permukaan bumi. Suhu batuan dimana ia bisa mencair dipengaruhi oleh komposisi, tekanan dan air. Istilah magma berasal dari bahasa Yunani yang artinya "salep tebal". 

Tidak diketahui mengapa istilah ini digunakan pada tahun 1859 oleh seorang ahli geologi padahal tidak ada kaitannya sama sekali. Sementara magma yang muncul ke permukaan bumi dinamakan lava.

Magma secara karateristik dapat diketahui sebagai sebuah cairan yang sangat panas. Magma terbentuk dari pencairan batuan di permukaan bumi yang merupakan lapisan permukaan terluar dari kulit bumi.

 Kerak bumi berada di atas mantel bumi dan astenosfer. Kedua lapisan tersebut tersusun atas material yang membentuk mineral-mineral batuan.

Tapi banyak magma juga yang memiliki bahan campuran lain. Contohnya, magma mengandung beberapa potongan mineral yang belum meleleh atau telah mengalami kristalisasi saat magma mendingin. 

Ada juga beberapa gas yang terlarut dalam magma. Uap, air karbon dioksida dan hidrogen sulfida adalah contoh gas yang ada dalam magma. Asam klorida dan sulfat kadang muncul juga. Terkadang geloembung gas juga dapat terbentuk saat pelelehan terjadi.

Seperti yang telah dibahas diatas, harus terdapat suhu yang cukup panas untuk melelehkan sebuah batuan. Suhu magma biasanya berkisar antara 700-1300 derajat Celcius. Ini cukup untuk menguapkan pizza tapi tidak cukup panas untuk melelehkan oven stainless di dapur anda.
Pembentukkan Magma di Dalam Bumi
Lava adalah magma yang sudah keluar dari dalam bumi
Darimana magma muncul?
Di lokasi mana terdapat suhu yang bisa mencairkan batuan?. Apakah gunung api?. Magma dan lava di gunung api tidak meleleh disana. Magma terbentuk lebih jauh lagi di dalam bumi. Kamu berpikir bahwa batu perlu berada jauh di bawah permukaan bumi agar cukup panas meleleh. 

Namun kenyataannya, berkat gradien termis panas bumi, semakin dalam kamu menggali permukaan bumi, suhu akan semakin tinggi. Suhu meningkat 25 derajat Celcius setiap kilometer turun ke dalam bumi. Jadi untuk mencapai 1000 derajat Celcius, anda hanya perlu turun hingga 40 km saja ke dalam bumi.

Tentu saja ada faktor lain yang berkerja selain suhu. Misal, bila ada air maka batuan akan meleleh pada suhu yang lebih rendah daripada suhu seharusnya. Di sisi lain, batuan yang berada lebih dalam di bawah bumi maka semakin padat komposisinya karena pengaruh tekanan sehingg suhu yang dibutuhkan untuk melelehkannya semakin tinggi.

Rata-rata pencairan terjadi di kedalaman di bawah 50 km namun diatas 100an km. Itu berlokasi di dekat dasar litosfer atau di puncak astenosfer. Meski batuan bisa meleleh dimana saja, ada setidaknya tiga lingkungan yang dapat memicu mekanisme peningkatan suhu batuan.
Pembentukkan Magma di Dalam Bumi
Ilustrasi dapur magma
Peleburan biasa terjadi di mid ocean ride atau punggung samudera yang merupakan zona pegunungan bawah laut yang saling berseberangan. Di lokasi ini, batuan dai mantel panas bumi naik dalam kecepatan lambat. Peleburan terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal kurang dari 50 km. P

enyebabnya ada dua: batuan litosfer yang lebih rendah meleleh karena dipanaskan oleh bebatuan yang dipanaskan oleh bebatuan yang lebih panas di bawahnya. Kedua mantel yang sedang naik meleleh karena tekanan menurun saat batuan bergerak ke atas.

Pelelehan juga terjadi di lokasi dimana batuan mantel panas memanaskan dasat litosfer. Lokasi tersebut dinamakan mantle plumes atau hotspot. Litosfer tidak mengalami keretakan atau celah seperti di mid ocean ridge tapi bergerak di atas hot spot. Contoh hasil bentukannya adalah Kepulauan Hawaii.

Batuan juga dapat meleleh di zona subduksi dimana lempeng salaing bertumbukkan dan menunjam. Lempeng samudera masuk ke bawah lempeng benua. Suhu pelelehan lebih rendah karena lingkungan air yang terperangkap di batuan dasar samudera dan sedimen lumpur. 

Karena magma adalah cairan panas, ia memiliki daya apung alami yang menyebabkan ia dapat bermigrasi ke atas. Magma dapat bergerak karena adanya perbedaan tekanan seperti halnya cairan lain. Ketika batuan meleleh, magma akan bergerak.
Gambar: kingofwallpapers.com, researchgate.net

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close