Tujuan Dibangunnya Pusat Pertumbuhan Wilayah
![]() |
| Ibukota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru |
![]() |
| Ibukota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru |
![]() |
| Petanian bawang |
Dalam geografi, terdapat beberapa jenis wilayah yang umumnya diklasifikasikan menjadi wilayah formal dan wilayah fungsional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keduanya:
Wilayah Formal:
Wilayah formal adalah jenis wilayah yang ditentukan oleh ciri-ciri fisik atau budaya yang konsisten di dalamnya. Faktor-faktor yang digunakan untuk membatasi wilayah formal termasuk batas-batas administratif seperti negara, provinsi, atau kabupaten, serta ciri geografis seperti iklim, vegetasi, atau topografi. Contoh-contoh wilayah formal meliputi:
Wilayah Administratif: Seperti negara, provinsi, kabupaten, atau kotamadya yang ditentukan oleh batas administratif pemerintahan.
Wilayah Geografis: Misalnya, wilayah pegunungan, dataran tinggi, lembah sungai, atau wilayah pesisir yang memiliki ciri geografis khas.
Wilayah Ekologi: Misalnya, wilayah hutan hujan tropis, gurun pasir, atau terumbu karang yang ditandai oleh ekosistem dan spesies tertentu.
![]() |
| Wilayah fungsional memiliki aktifitas yang heterogen |
Wilayah Fungsional:
Wilayah fungsional adalah jenis wilayah yang ditentukan oleh interaksi dan hubungan fungsional antara bagian-bagian di dalamnya. Wilayah fungsional dapat diidentifikasi berdasarkan aliran manusia, barang, informasi, atau kegiatan ekonomi lainnya. Wilayah fungsional sering kali memiliki pusat kegiatan atau simpul yang mempengaruhi wilayah sekitarnya. Contoh-contoh wilayah fungsional meliputi:
Wilayah Perdagangan: Misalnya, pusat perbelanjaan atau pasar yang menarik orang dari wilayah sekitarnya untuk berinteraksi dan melakukan kegiatan perdagangan.
Wilayah Pelayanan: Misalnya, wilayah pelayanan rumah sakit atau sekolah yang melayani penduduk dari area yang lebih luas.
Wilayah Transportasi: Misalnya, jaringan jalan tol atau jalur kereta api yang menghubungkan berbagai kota dan wilayah.
![]() |
| Contoh kenampakan wilayah pertanian |
![]() |
| Peta kawasan ekonomi khusus pembangunan |
![]() |
| Pewilayahan wilayah waktu di dunia |
Kalau yang bersangkutan ahli biogeografi tentu indikator yang digunakan adalah flora fauna di wilayah tersebut. Jadi semuanya bersifat subjektif.
Di masa pembangunan Indonesia setelah kemerdekaan, wilayah Indonesia dibagi menjadi beberapa zona dengan satu pusat pertumbuhan dan wilayah pembangungan.
Pewilayahan tersebut pada dasarnya menunjukkan ketimpangan antar wilayah dalam hal demografi, sumber daya, pendapatan, pengangguran, migrasi, polarisasi dan lainnya.
Selain memudahkan pembangunan, tujuan pewilayahan diantaranya adalah:
1. membantu mengelompokan unit wilayah berdsarkan kriteria tertentu.
2. membantu menyusun strategi tata ruang di masa depan.
3. memisahkan wilayah yang tidak berkembang dan berkembang pesat.
4. mengetahui wilayah rawan bencana ringan hingga berat.
Semakin pesat peradaban manusia membuat ruang permukaan bumi semakin berubah karena campur tangan manusia. Kini manusia dapat dengan mudah membuat wilayah sendiri dengan cara reklamasi pantai misalnya.
Pewilayahan pada dasarnya dapat membantu manusia mengelola ruang sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, namun yang terjadi seringkali wilayah semakin maju secara ekonomi namun mengalami degradasi secara ekologi. Akibatnya bencana hidrometeorologi sering melanda wilayah-wilayah yang dimodifikasi manusia.
Inilah tantangan bagi manusia agar pengelolaaan wilayah hendakanya memadukan aspek ekologi dan ekonomi agar tidak terjadi kerusakan dan kerugian bagi manusia dan mahluk hidup lain di dalamnya.
Baca juga: Soal Ulangan Pewilayahan + Kunci
![]() |
| Desa secara fungsional adalah penyokong kota |
| Kota Dubai dahulu adalah gurun pasir gersang |
![]() |
| KRL Jabodetabek sarana mobilitas penduduk kaum urban |
![]() |
| Pewilayahan di Amerika, pic: city-data.com |